
Tidak peduli Nayaka yang mengusirnya, Delilah tetap bersikeras ingin melihat Kyomi. Tampaknya dua telapak putrinya itu lecet lantaran jatuh di halaman rumah tadi. Serta punggung Nayaka yang terbentur pagar besi.
"Pergi!" usir Nayaka.
"Biar aku melihatnya, Kak," ucap Delilah ketika mereka telah tiba di rumah sewa.
Kyomi diambil alih oleh Angel yang belum beranjak dari sana. Melihat itu, tentu saja Delilah sangat cemburu. Siapa Angel sampai bisa menguasai Kyomi dan Nayaka? Delilah tidak akan membiarkan keduanya berada dalam dekapan wanita itu.
"Kau hanya akan menyakiti dia. Lihat apa yang kau lakukan pada Kyomi tadi," kata Nayaka. "Pergilah, Delilah! Atau aku tidak akan segan menyuruh penjaga sini untuk mengusirmu."
"Baik!" ucap Delilah geram. "Aku pergi. Tapi ingat ini, Nayaka. Kyomi adalah anakku! Aku berhak untuk bersamanya. Kau tidak akan mampu untuk melawanku!"
Setelah mengucapkan itu, Delilah melangkah masuk mobil. Kendaraan roda empat warna putih itu segera pergi dari rumah sewa Nayaka dengan kekesalan yang dirasakan oleh pengendaranya.
Nayaka terduduk di sofa. Bukan sakit karena terbentur pagar besi tadi, melainkan Kyomi yang sudah tahu tentang ibunya. Selama ini Nayaka telah berbohong. Ia menceritakan kisah yang indah tentang Delilah pada Kyomi. Sang ibu yang tidak pernah Nayaka sebutkan namanya.
Kyomi tahu jika ibunya adalah perempuan yang cantik dan baik hati. Namun, fakta yang sesungguhnya adalah kebalikannya. Nayaka menceritakan Delilah versi kecil kepada Kyomi, sedangkan saat ini, Kyomi tahu bahwa ibunya adalah wanita kasar dan tega meninggalkan dirinya.
"Nayaka," tegur Angel.
"Terima kasih, Angel," ucap Nayaka.
"Kyomi berada dalam kamarnya. Aku sudah mengobati telapak tangannya yang tergores."
Nayaka mengangguk dan sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Angel. Setidaknya wanita itu dapat menenangkan Kyomi yang kembali menangis karena kedatangan Delilah.
"Lebih baik aku pulang," kata Angel.
"Maaf, Angel. Tapi aku memang butuh untuk sendiri."
"Aku mengerti, Nayaka. Kau memang perlu waktu. Aku akan minta antar keluar perumahan saja sama penjaga sini."
Nayaka mengangguk, kemudian Angel keluar dari rumah temannya itu. Ia memanggil penjaga keliling komplek untuk mengantar sampai depan gerbang perumahan. Tidak enak bagi Angel untuk menunggu taksi online di rumah Nayaka sementara pria itu butuh waktu menenangkan diri.
Taksi yang ditunggu akhirnya, tiba. Angel sudah memesan mobil itu ketika masih di rumah Nayaka. Karena jarak kendaraan itu agak jauh, jadilah Angel harus menunggu lagi.
__ADS_1
Selagi menunggu, mobil putih lewat di depannya. Kendaraan itu mundur sampai berhenti tepat di depan Angel.
Delilah turun dari tumpangannya. Rupanya ia belum pulang dan memang sengaja ingin menunggu wanita yang paling ia benci sejak dulu ini.
"Delilah," kata Angel.
"Ini pertama kalinya kita bicara. Tapi kebencianku padamu sudah sangat lama. Kau ini tidak laku atau apa sampai ingin mengambil Nayaka dariku," ucap Delilah.
"Kau ini masih sangat cemburu padaku, ya. Waktu kecil kau juga marah kalau Nayaka dekat denganku. Bukan hanya aku, tetapi Nayaka tidak boleh dekat dengan perempuan mana pun. Sekarang kau sudah dewasa dan akan menikah. Tapi kau masih ingin agar aku menjauh dari Nayaka?" Angel tertawa. "Apa kau masih waras, Delilah?"
Delilah mendorong wanita itu. "Jauhi putriku!"
"Putrimu?" Angel tersenyum sinis. "Sudah besar kau baru mengakuinya."
"Dengar, Angel. Kau jangan pernah bermain-main denganku. Aku bisa membuatmu menderita dalam sekejap."
"Kau pikir dirimu siapa? Di dunia ini, ada yang lebih berkuasa dari dirimu. Aku tidak akan pernah takut akan gertakkan sambalmu itu!" ucap Angel.
"Kau menantangku!"
"Hati-hati Delilah atas tindakanmu. Ini di jalan umum. Kau tidak ingin wajahmu viral, kan?" kata Angel.
"Jangan mencoba untuk mengancamku," kata Delilah, lalu pergi dari hadapan Angel.
Hanya bisa menarik napas lega. Angel mengusap wajahnya ketika Delilah telah naik mobil dan pergi. Sedari anak itu remaja saja sifat posesifnya terlihat. Ketika dewasa malah lebih parah. Delilah tidak menyukai pria kesukaannya direbut wanita lain.
Delilah tidak henti menggerutu karena Angel. Wanita itu yang pasti menghubungi Nayaka ketika ia membawa Kyomi. Delilah mengumpat kesal. Baru saja dekat bersama putrinya, ia sudah ketahuan oleh Nayaka.
"Tidak apa-apa. Kyomi sudah tahu kalau aku adalah ibunya. Dia pasti menerimaku. Kyomi masih kecil dan dia bisa dibujuk. Aku akan mengambil hatinya. Nayaka tidak akan bisa memisahkan kami berdua. Aku adalah ibu kandungnya," ucap Delilah seraya mengendarai mobil.
Di sisi lain, Nayaka mencoba bicara kepada putrinya. Ketika ia masuk ke kamar, Kyomi memalingkan wajah. Boneka yang diberikan Delilah, telah terlempar ke lantai.
Nayaka mengambil dua boneka itu, lalu memberikannya kepada Kyomi. Anak itu mengambilnya, tetapi untuk dilempar ke dinding.
"Kau membohongiku!" kata Kyomi dalam bahasa Perancis.
__ADS_1
"Papa tidak suka kau bicara seperti itu," ucap Nayaka.
"Dia mamaku?"
Nayaka mengangguk. "Ya, dia mama. Ibu yang melahirkan Kyomi. Dia cantik seperti dirimu."
"Dia jahat! Kyomi tidak suka. Dia bukan mama Kyomi!" ucapnya. "Papa bohong!"
"Papa minta maaf."
"Dia tidak suka Kyomi. Dia tidak pernah ada untuk Kyomi. Papa bohong kalau dia wanita baik. Dia jahat seperti ibu tiri," kata Kyomi.
Nayaka menggeleng. "Dia tidak jahat."
Haruskah Nayaka mendukung perkataan Kyomi? Sebagai orang tua, ia tidak ingin putrinya membenci Delilah. Namun, sebagai pria, Nayaka ingin sekali menghasut Kyomi agar membenci mantan kekasihnya itu. Ia tidak akan melakukan itu. Nayaka tidak ingin putrinya tumbuh dengan rasa benci.
"Kalian bertengkar."
"Kami akan baikan," kata Nayaka.
"Kyomi tidak ingin di sini. Kyomi ingin pulang ke Paris," ucapnya. "Kyomi tidak ingin bertemu dengan dia."
"Tante Delilah adalah mamamu, Sayang."
"Dia meninggalkan Kyomi, dan Papa bilang kalau mama sudah di surga."
Nayaka memeluk putrinya. Sekarang ia tidak tahu harus apa setelah semuanya terbongkar. Apa Nayaka harus lari dari ini semua? Tidak! Nayaka tidak ingin menjadi pencundang lagi. Jika Delilah menginginkan Kyomi, maka ia harus berhadapan dengan dirinya.
"Apa Kyomi jelek? Kenapa mama meninggalkan kita?" tanya Kyomi.
"Kyomi, gadis yang cantik."
"Tapi dia meninggalkan kita."
Nayaka tidak mampu berucap. Tidak ingin memberitahu alasan yang sebenarnya pada Kyomi. Faktanya Delilah memang meninggalkan Kyomi karena merasa bayi yang ia lahirkan merupakan penghalang untuknya berkarier. Merupakan beban karena sang ibu yang tidak bisa bermain bersama teman sebayanya. Belum merasa puas dan belum siap untuk memiliki seorang anak.
__ADS_1
Bersambung