Lihat Aku, Delilah

Lihat Aku, Delilah
Rumit


__ADS_3

Sampai di rumah pun, Kyomi masih menangis meski tidak histeris seperti tadi. Sisa-sisa kesedihan kehilangan Nayaka masih menggeluti seolah tiada habis air mata yang anak itu tumpahkan.


"Sudah, Sayang. Jangan menangis lagi. Nanti kita jemput papa, ya," ucap Reyhan.


Air mata itu meleleh, lalu Kyomi memeluk Reyhan. "Papa dibawa orang," ucapnya.


"Iya, ini namanya siapa? Kakek lupa." Reyhan mengajak anak itu bercanda.


"Kyomi."


"Iya, Kyomi. Kakek sudah tua. Hapus dulu air matanya. Lihat, ada kakak Kiano sama kakak Ayyena dan Anthea. Kyomi pernah bertemu dengan mereka, kan?"


Kyomi cuma mengangguk, dan kembali memeluk sang paman. Anna datang menghampiri gadis kecil itu.


"Kyomi sayang. Masih ingat sama Nenek, kan?" kata Anna.


Ayyena dan Anthea saling memandang. Karena menurut aturan seharusnya, Kyomi memanggil ayah dan ibunya dengan sebutan tante serta paman atau om.


"Kurasa Papa dan Mama memang pantas dipanggil kakek serta nenek. Kau tahu kalau Delilah saja biasa memanggil mereka tante dan om jika berada di luar rumah," ucap Anthea.


"Ya, apalah arti panggilan. Yang jelas kita tahu asal usul keluarga kita yang sebenarnya," sahut Ayyena.


Kyomi diambil alih oleh Anna dan dibawa masuk kamar. Anak itu perlu tidur agar tidak terlalu memikirkan Nayaka, sedangkan Delilah terduduk diam tanpa bisa berkata apa-apa.


"Besok Kakak akan panggil pengacara," kata Reyhan.


"Kakak harus membebaskannya," ucap Delilah.


"Kau bersihkan dirimu dan istirahat dulu. Penampilanmu sangat kacau."


"Aku enggak bisa, Kak. Nayaka dibawa ke dalam sel. Kalau dia dipukuli bagaimana?"


"Ini semua karenamu," sela Kiano. "Kau membuat hubungan semua orang menjadi kacau. Kau tahu kelakuanmu ini bisa membuat keluarga kita malu."


"Aku hanya ingin membatalkan pernikahan."

__ADS_1


"Sebaiknya kau tidak membatalkan pernikahan. Jika kau ingin reputasi keluarga kita tidak hancur, maka menikah saja dengan Juno."


"Aku tidak ingin menyakiti Nayaka lagi."


"Delilah memang seharusnya tidak menikah bersama Juno," sahut Reyhan.


"Tapi, Papa. Jika dia menikah, maka urusannya akan kelar. Aku akan membujuk Juno untuk mencabut tuntutannya pada Nayaka," kata Kiano.


"Kau ingin Delilah menderita hidup bersama Juno? Dia terbukti mengkhianati pria itu. Kau pikir Juno akan menerima itu begitu saja? Juno adalah tipe pria yang sangat membenci pengkhianatan. Delilah akan semakin tersiksa jika bersamanya," tutur Reyhan.


"Aku akan melaporkan Juno juga. Dia juga memukuli Nayaka," kata Delilah.


"Terserah kau saja," sahut Kiano karena ia juga akan dilibatkan dalam masalah ini.


Reyhan beranjak dari duduknya, ia berjalan menuju kamar yang tadi Anna masuki bersama Kyomi. Sementara Ayyena dan Anthea kembali ke kamar mereka. Keduanya tidak ingin bertanya tentang apa yang terjadi.


"Kau puas?" tanya Kiano.


"Aku ini Bibimu!"


"Bibi apa? Itu hanya silsilah keluarga. Kuharap kau mendapat balasan setimpal."


"Kau tidak sadar apa yang tengah terjadi saat ini. Mau ditaruh di mana wajahku ini? Teman-temanku pasti mengolokku," kata Kiano.


"Kau jangan berteman lagi dengan mereka," sahut Delilah.


"Juno itu teman baikku. Jika kau mencintai si Nayaka itu, kenapa kau menerima dirinya? Kau bahkan menerima lamarannya."


"Aku memang menyukai Juno waktu itu. Rupanya Nayaka adalah orang yang paling kucintai. Kau tidak tahu apa yang kurasakan, Kiano. Aku tidak ingin bersama Nayaka karena statusnya tidak setara dengan kita. Aku tidak ingin orang beranggapan jika Nayaka bersamaku karena harta."


"Itu hanya pikiranmu. Peduli apa dengan omongan orang. Kau memang sombong, maka dari itulah kau menelantarkan anakmu," ucap Kiano, lalu berlalu pergi.


Delilah mengembuskan napas panjang, ia bersandar di badan sofa dengan perasaan campur aduk. Ia tidak bisa berdiam di rumah, ia harus berada di kantor polisi untuk melihat Nayaka.


Saat Delilah meraih kunci mobil, Anna menegurnya. "Besok saja, Sayang."

__ADS_1


"Aku khawatir," jawab Delilah.


"Tenang, Nayaka akan baik-baik saja. Percaya pada kakakmu. Istirahatlah dulu. Bersihkan dirimu. Besok, kau boleh menemuinya."


Apa yang diucapkan oleh Anna ada benarnya sebab semarah apa pun Reyhan, tetap ia tidak akan membuat adiknya menderita. Pasti Reyhan telah membuat rencana agar masalah ini selesai.


"Aku akan kembali ke kamar," ucap Delilah.


Anna masuk kembali ke kamar, ia tersenyum melihat Reyhan yang merebahkan diri di samping Kyomi yang pulas.


"Dia keponakanmu," ucap Anna.


"Aku lebih cocok dipanggil Kakek," sahut Reyhan.


"Aku juga." Anna naik di atas tempat tidur. "Dia cantik, kan?"


"Apa yang dipikirkan Delilah saat itu? Dia meninggalkan anak kandungnya sendiri. Dia bahkan melahirkan tanpa didampingi oleh kita. Tidak seharusnya aku melepas dia," ucap Reyhan.


"Dia begitu muda saat hamil, Rey. Dia pasti panik juga takut. Tapi aku salut dengan Nayaka. Dia berhasil membesarkan putrinya."


"Apa dia sengaja melakukan ini?" tanya Reyhan.


"Maksudmu Delilah?"


Reyhan menggeleng. "Si Nayaka itu. Aku tidak terlalu mengenalnya. Tapi kau bisa lihat waktu om Bastian marah ketika Delilah mengeluarkan uang untuk pria itu. Seharusnya aku tidak mengizinkan Delilah ke Inggris."


"Sudahlah, Rey. Terlepas dari apa niatnya, Nayaka telah membesarkan anaknya sendiri. Dia bertanggung jawab pada buah hatinya."


"Sepertinya Kyomi membenci Delilah. Dia tidak ingin bersama ibunya."


"Aku tidak tahu apa yang terjadi. Jelasnya Kyomi harus bersama kita. Dia pantas mendapatkan apa yang kakek dan neneknya tinggalkan," ucap Anna.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Berharap semua akan baik-baik saja. Aku siap menerima penghinaan dari keluarga Juno."


Siapa yang berbuat dan siapa yang bertanggung jawab. Di sini keluarga yang akan menanggung semua. Berharap keluarga Juno nanti mau menerima dengan lapang dada atas pembatalan pernikahan dan untuk masalah pemukulan, Reyhan telah meminta pengacara terbaik untuk mengurusnya.

__ADS_1


Sementara di dalam sel jeruji besi, Nayaka meringkuk kedinginan. Ia tidak bisa tidur lantaran memikirkan Kyomi. Bagaimana kalau ia selamanya berada di sini? Kyomi akan punya ayah yang di penjara, dan mungkin anak itu akan membencinya nanti.


Bersambung


__ADS_2