Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
PULANG


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, sesuai keinginan Sandra sebelumnya, model cantik itu benar-benar meninggalkan dunianya di Paris. Impiannya sebagai seorang model terkenal di kota penuh cinta itu ia hentikan.


Namun, Sandra berjanji, kalau suatu saat nanti dirinya pasti akan kembali. Sandra memutuskan untuk pulang kembali ke negaranya.


Baginya, sudah cukup waktu yang ia habiskan untuk menyembuhkan luka. Luka karena telah memutuskan untuk berpisah dari laki-laki yang dulu sangat dicintainya.


Luka karena terpaksa merelakan suaminya demi sang sahabat yang rela berkorban untuknya.


"Apa kabar mereka saat ini? Aku yakin, saat ini mereka pasti sangat bahagia," gumam Sandra.


Wanita itu saat ini sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper ditemani Anisa. Asisten pribadinya itu membantu Sandra membereskan barang-barang yang akan Sandra bawa.


"Aku tidak menyangka kalau kamu benar-benar akan pergi dari sini." Anisa terlihat sangat sedih.


"Aku ingin kembali. Aku ingin liburan. Selama di sini aku hanya sibuk bekerja dan bekerja." Sandra menjawab sambil memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper.


"Aku tahu. Tapi rasanya aku masih belum rela kamu pergi. Banyak klien yang menunggumu di sini, tapi kamu malah pergi. Apa kau tahu? Si ulet bulu itu sampai merayakan kepergianmu," ucap Anisa panjang lebar. Wajahnya terlihat kesal.


"Siapa ulet bulu? Alice?" Sandra menatap Anisa yang terlihat kesal.


"Siapa lagi memangnya kalau bukan dia? Aku heran, kenapa ada orang tidak tahu malu seperti dia."


Sandra tertawa mendengar Anisa yang terlihat bersungut-sungut.


"Di dunia ini tentu saja banyak orang seperti dia. Kamu lupa, orang yang lebih jahat dari dia bahkan sangat banyak," ucap Sandra sambil tersenyum.


"Kau benar, Sandra. Orang yang lebih jahat dari dia juga sangat banyak. Termasuk lelaki bajingan yang membuatmu memutuskan pulang ke negaramu," kesal Anisa. Sedari kemarin, Anisa sangat marah pada Bagas. Lelaki itu baru saja terbang ke Paris beberapa hari lalu setelah lebih dari sebulan memutuskan untuk pulang ke Indonesia.


Bagas kini memutuskan untuk kembali pada keluarga besarnya. Cukup sudah lelaki itu berpetualang dan menutupi identitasnya selama ini.

__ADS_1


Kini, dirinya tidak mau bermain-main lagi. Setelah bertemu Sandra dan akhirnya di penjara, Bagas kini menyadari, kalau selama ini, dia sudah menyia-nyiakan waktu hanya untuk bersenang-senang dan menghabiskan uang.


Sebelum pulang ke negaranya, Bagas setiap hari mengikuti Sandra kemanapun dia pergi. Pria itu tidak berani menampakkan wajahnya di hadapan Sandra karena takut wanita yang dicintainya itu ketakutan.


Apalagi, di samping Sandra ada Anisa yang selalu mengancamnya untuk tidak menemui Sandra. Anisa tidak ingin terjadi apa-apa pada Sandra. Gadis itu benar-benar menjaga Sandra dengan baik. Tidak salah pakai mempekerjakan istri dari Bimo itu untuk menjaga Sandra.


"Sepertinya kamu salah sangka terhadap lelaki itu. Buktinya selama beberapa bulan ini kamu tidak pernah bertemu dengannya lagi, bukan?"


Ucapan Anisa membuat Sandra menghentikan tangannya yang sedang merapikan koper berisi pakaian yang baru ia masukkan.


Sejenak Sandra terdiam. Memang benar apa yang dikatakan oleh Anisa. Bagas memang tidak pernah muncul lagi dari pertama kali mereka bertemu. Pertemuan waktu itu adalah pertemuan yang pertama dan terakhir selama dirinya berada di Paris hingga akhirnya memutuskan untuk pulang esok hari.


"Kamu benar, Nis, orang itu memang tidak pernah muncul lagi di hadapanku setelah pertemananku waktu itu. mungkin benar ucapan kalau lelaki brengsek itu memang tidak sengaja bertemu denganku." Sandra mengembuskan napas panjang. model cantik itu menarik kopernya yang sudah rapi di sudut ruangan, kemudian kembali meraih koper berikutnya.


"Tapi, bukankah alasan aku kembali bukan karena dia saja?" Sandra menatap Anisa yang juga sibuk menyusun baju-baju miliknya ke dalam koper. Sandra memang berniat membawa semua pakaiannya. Ia tidak meninggalkan satupun barang miliknya.


"Aku rindu rumah. Aku juga rindu pada orang tuaku. Sampai sekarang, aku belum meminta maaf pada kedua orang tuaku karena dulu aku memutuskan untuk bercerai dengan suamiku." Sandra menarik napas panjang. Masih teringat dengan jelas bagaimana kemarahan kedua orang tuanya karena dia memutuskan bercerai dengan Sean.


"Baiklah, kalau itu memang maumu. Aku tidak akan memaksamu lagi." Anisa akhirnya menyerah. Perempuan itu menatap Sandra sambil tersenyum.


***


Sandra dan Anisa sudah sampai di Bandara. Kedua perempuan itu berpelukan mengucapkan selamat tinggal.


Anisa mengusap air matanya yang tak berhenti mengalir. Wanita yang menemani Sandra selama beberapa tahun terakhir itu sangat sedih karena Sandra akan kembali ke tanah air.


"Semoga kamu bahagia."


"Terima kasih, Nis." Sandra juga tak kuasa menahan kesedihannya. Anisa adalah sahabat yang menemaninya dari nol sampai akhirnya dia sukses seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Aku akan menyusulmu setelah urusanku di sini selesai," ucap Anisa sambil menghapus air matanya.


"Aku akan menunggu sampai kamu datang." Sandra kembali memeluk Anisa.


"Jaga dirimu baik-baik," ucap Anisa sebelum Sandra meninggalkannya.


***


Sandra baru saja duduk di bangku pesawat saat tiba-tiba seseorang yang tidak ingin ditemuinya tiba-tiba duduk di samping tempat duduknya.


"Ka–kamu ...."


BERSAMBUNG ....


Halooo ... Author bawain karya keren satu lagi milik teman Author nih, yuk, kepoin langsung ke karya dia. Dijamin ketagihan bacanya.



Warning!!


Cerita ini bukan untuk anak di bawah umur, berisi adegan baper dan kebucinan yang hakiki.


***


"Lepaskan aku, Bangs*t! Aku tidak tahu apa yang kamu maksud!"


"Lepaskan? Jangan harap! Kamu harus bertanggung jawab atas kematian adikku!"


Lyla tidak mengerti dengan apa yang terjadi, dia diculik tanpa tahu sebab yang sebenarnya. Dituduh menjadi penyebab kematian adik seorang laki-laki asing yang bahkan baru saja dia lihat.

__ADS_1


Apa yang akan terjadi kepada Lyla. Dapatkan dia meyakinkan penculik dan bebas? Atau ....


__ADS_2