
Liana dan Bimantara saat ini sedang berada di ruang rawat inap Bagas. Setelah perdebatan mereka bersama Shena dan Bagas, kedua orang paruh baya itu akhirnya mengalah.
Sebenarnya bukan mengalah, lebih tepatnya mereka terpaksa mengalah demi kebaikan Bagas.
Sepasang suami istri itu sudah menceritakan pada dokter apa yang terjadi pada Bagas sebelum putra mereka itu mengalami kecelakaan.
Bukan hanya Liana dan Bimantara saja. Akan tetapi, Bimo yang saat itu sempat bersama dengan Bagas sebelum kecelakaan juga menjelaskan semua kejadian yang menimpa Bagas sebelum kecelakaan.
Setelah mendengar cerita dari kedua orang tua Bagas dan orang kepercayaannya Bagas, dokter menyimpulkan jika apa yang dialami oleh Bagas saat ini karena sebelum kecelakaan Bagas hanya memikirkan tentang Shena. Oleh karena itu, Bagas hanya mengingat Shena saja setelah kecelakaan.
Kemarahan Bagas pada Shena dan niat lelaki itu yang ingin menemui wanita itu sebelum kecelakaan membuat Bagas hanya mengingat Shena. Apalagi, saat ingatannya tentang lamaran dan rencana pernikahannya dengan Shena juga muncul di kepalanya.
Sepenggal ingatan itu membuat Bagas meyakini jika Shena memang benar-benar kekasihnya.
"Saya hanya merasa penasaran. Kenapa Bagas melupakan Sandra? Jelas-jelas, Sandra adalah wanita yang sangat dicintainya." Liana masih penasaran kenapa Bagas melupakan Sandra.
__ADS_1
Putranya itu tidak mengingat wanita itu sedikitpun. Padahal, Liana masih sangat ingat dengan jelas bagaimana Bagas menolak mentah-mentah perjodohan yang direncanakannya dengan orang tua Shena.
Bagas dengan terang-terangan mengatakan hanya mencintai Sandra dan tidak akan menikah dengan perempuan lain selain Sandra.
"Kita tunggu pemeriksaan berikutnya. Semoga setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, kondisi putra Anda akan segera membaik. Ibu hanya perlu menuruti apa yang diinginkan oleh putra Anda sekarang. Tetapi, satu yang harus ibu ingat, jangan memaksa putra Anda untuk mengingat semuanya." Dokter Reza menjelaskan panjang lebar tentang kondisi Bagas pada Liana dan Bimantara juga Bimo.
Demi kebaikan Bagas, mereka terpaksa mengikuti semua keinginan Bagas. Termasuk menuruti permintaan Bagas yang ingin menikahi Shena sepulangnya dari rumah sakit.
"Mama sungguh tidak rela kamu menikah dengan dia, Bagas. Mama tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari. Apalagi, saat ini keadaan kamu belum stabil. Ingatan kamu belum pulih, Bagas." Liana kembali membujuk putranya dengan hati-hati.
"Mama, aku memang belum mengingat semuanya. Tapi, aku sangat yakin jika Shena adalah wanita yang aku cintai, Ma. Bukankah Mama sendiri yang menginginkan aku menikah dengannya?" Bagas masih bersikeras dengan keputusannya. Semakin kedua orang tuanya menolak, semakin besar keyakinannya jika Shena memang benar wanita yang sangat dicintainya.
"Mama memang menyuruh kamu menikah dengan Shena, tapi itu dulu. Sebelum mama tahu siapa Shena sebenarnya, Bagas." Liana menatap sang putra yang masih terbaring lemah di atas ranjang pasien.
"Mama hanya tidak ingin kamu menyesal, Bagas. Mama tidak mau kamu kehilangan Sandra. Wanita yang sangat kamu cintai selama bertahun-tahun." Liana masih mencoba. Berharap semua ucapannya akan membuat Bagas mengingat Sandra dan perjuangannya untuk mendapatkan cinta dari wanita itu.
__ADS_1
Liana tidak ingin Bagas kehilangan wanita sebaik Sandra. Begitupun dengan dirinya yang tidak ingin kehilangan calon menantu idaman seperti Sandra. Liana sudah menyadari kesalahannya. Perempuan paruh baya itu bahkan sudah meminta maaf pada Sandra karena pernah bersikap tidak baik terhadap wanita itu.
"Harus aku katakan berapa kali lagi pada Mama, jika aku tidak pernah mencintai Sandra, Ma. Aku bahkan tidak mengenalinya!" Bagas berteriak kesal membuat Liana terlonjak kaget. Bimantara mengusap bahu istrinya yang bergetar.
"Jangan menangis. Kamu harus kuat, Liana. Ingat nasihat dokter, jangan memaksa Bagas untuk mengingat semuanya." Bimantara berbisik di telinga istrinya membuat wanita yang sangat dicintainya itu menghela napas panjang. Mencoba meredam emosinya.
"Seandainya benar Sandra adalah wanita yang aku cintai, bukankah seharusnya aku mengingatnya? Kenapa aku justru mengingat Shena, wanita yang kalian sebut wanita ular karena berusaha memisahkan aku dengan Sandra?"
"Bagas–"
"Sudahlah, Ma. Jangan emosi. Bagas sedang dalam masa pemulihan. Jangan sampai kesehatannya terganggu hingga kembali membuat kondisinya semakin parah." Bimantara mengingatkan.
"Aku akan tetap menikahi Shena dengan ataupun tanpa persetujuan kalian. Aku hanya ingin bahagia bersama dengan wanita yang aku cintai dengan sepenuh hati." Bagas menatap sang mama dengan binar bahagia di matanya.
"Tapi orang yang kamu cintai adalah aku, Bagas, bukan Shena. Maafkan aku karena saat itu aku terlalu takut mengatakan semua perasaanku padamu. Aku tidak jujur jika aku juga mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, Bagas. Sangat!"
__ADS_1
BERSAMBUNG ....