Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
MEMANGNYA KAMU TIDAK MERINDUKAN AKU?


__ADS_3

"Sandra, kamu di sini?" Bagas melepaskan tangan perempuan yang sedari tadi bergelayut pada lengannya kemudian bergegas mendekati Sandra yang sedang duduk dengan secangkir kopi di depannya.


"Sayang, aku merindukanmu." Bagas dengan senyum tampannya kemudian meraih tangan Sandra dan menciumnya.


Sandra melotot melihat tingkah Bagas. Wanita itu dengan cepat menarik tangannya dari genggaman Bagas.


"Apa-apaan kamu Bagas? Kenapa–"


"Aku tidak sengaja bertemu denganmu di sini, berarti aku tidak salah 'kan? Aku tidak sedang mengikutimu dan tidak sengaja bertemu denganmu di sini," potong Bagas sebelum wanita di hadapannya ini mengomel dan menyalahkannya karena tiba-tiba muncul di hadapan wanita itu.


Bagas memang sudah berjanji pada Sandra kalau dirinya tidak akan mengganggu Sandra lagi, apalagi sampai mendekati atau mengikutinya. Perempuan itu mengancam akan kembali membencinya jika dirinya melanggar.


Akhirnya, dengan terpaksa Bagas menuruti keinginan wanita yang dicintainya itu. Dia tidak mau Sandra kembali membencinya. Biarlah dia mengalah kali ini. Laki-laki itu sedang menuruti saran Anisa dan Bimo untuk menjauhi Sandra sementara waktu.


Tetapi, apa Bagas benar-benar mengikuti kemauan Sandra untuk menjauhinya?


Tentu saja tidak! Setiap hari Bagas memerintahkan orang-orangnya untuk berjaga di sekitar Sandra. Begitupun dirinya, ia akan meluangkan waktu untuk melihat dan memperhatikan Sandra dari jauh.


Sandra menatap laki-laki di hadapannya itu dengan perasaan entah. Marah, kesal dan senang bercampur jadi satu.


"Aku nggak peduli kamu sengaja atau tidak bertemu denganku, yang jelas, aku tidak mau kamu dekat-dekat denganku. Bukankah kamu sedang bersama pacarmu? Kenapa kamu malah ke sini?" Sandra berucap dengan kesal.

__ADS_1


Kedua netranya melirik ke arah perempuan cantik yang saat ini sedang mendekat ke arahnya dan Bagas.


"Bagas, kenapa kamu malah ke sini? Aku 'kan mau makan di ruang VIP. Di sini panas." Gadis cantik itu berucap dengan manja. Wajah cantiknya dibuat seimut mungkin untuk menarik perhatian Bagas.


Bagas melirik gadis itu dengan sebal. "Bisakah kau diam sebentar saja? Dari tadi kau membuatku kesal!" Bagas menatap jengah pada wanita itu.


"Kenapa kamu marah-marah? Aku 'kan cuma bilang mau makan di ruang VIP bukan di sini. Lagian, kenapa kamu malah duduk di sini? Bukankah meja ini sudah ada yang–"


"Dia kekasihku. Namanya Sandra. Sekarang kamu paham, 'kan, kenapa aku tidak mau dijodohkan denganmu?"


"Bagas. Kamu–"


"Bagas! Aku tahu kamu pasti sedang berbohong. Wanita itu bukan kekasihmu bukan?" Perempuan bernama Shena itu tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bagas.


"Siapa yang berbohong? Dia memang benar-benar kekasihku," ucap Bagas dengan penuh percaya diri.


"Benar 'kan, Sayang?" Bagas kembali memberikan isyarat pada Sandra, tetapi, wanita itu terlihat cuek membuat Bagas kesal setengah mati.


Sandra menatap Bagas dan perempuan bernama Shena itu bergantian. Meskipun kesal, tetapi, Sandra terlihat begitu menikmati drama yang diperankan oleh Bagas dan perempuan itu.


"Jadi, perempuan ini yang membuatmu menghilang selama sebulan tanpa mengabariku sama sekali?" Sandra menatap Bagas dengan kesal. Entah dia sadar atau tidak dengan ucapannya. Kenapa Sandra seolah sedang mengungkapkan kekesalannya pada Bagas?

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu bicara begitu? Aku dan dia tidak ada hubungan apapun. Sungguh! Aku tidak bohong!" Bagas mengacungkan dua jarinya pada Sandra.


Sementara itu, Shena terdiam. "Kenapa mereka bersikap seperti sepasang kekasih beneran?" ucap Shena dalam hati.


Wanita itu tidak ingin tertipu lagi seperti kemarin. Bagas kemarin juga bersikap seperti itu pada seorang wanita bernama Anisa. Namun, sandiwara Bagas langsung terbongkar saat suami wanita bernama Anisa itu datang dan memarahinya.


Akan tetapi, kenapa perempuan di depannya itu bersikap seolah-olah dia benar-benar kekasihnya Bagas?


"Tidak bohong katamu? Jelas-jelas aku melihat kalian bergandengan mesra layaknya sepasang kekasih. Sekarang, kamu bilang kamu tidak ada hubungan apapun dengannya?" Sandra tampak marah. Wanita itu menatap Bagas dengan tajam. Hatinya benar-benar kesal dengan lelaki di hadapannya itu.


Bagas sungguh terkejut melihat kemarahan Sandra. Namun, detik berikutnya, pria muda itu mengulum senyum.


"Sayang, aku benar-benar tidak ada hubungannya sama sekali dengan dia. Kenapa kamu tidak percaya padaku?" Bagas memberanikan diri meraih bahu Sandra kemudian memeluknya.


Bagas tersenyum saat wanita itu tak menolak pelukannya. Sedangkan Shena mengepalkan tangannya erat. Merasa kesal dengan Bagas dan juga wanita yang disebut Bagas sebagai kekasihnya.


"Sayang, udahan ya, marahnya. Akhiri juga hukuman aku yang tidak boleh menemuimu. Sebulan tidak bertemu denganmu bagaikan setahun buatku. Memangnya kamu tidak merindukan aku?"


BERSAMBUNG ....


"

__ADS_1


__ADS_2