Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
MIMPI SAJA DIRIMU!


__ADS_3

Semenjak pulang dari berbelanja kemarin, Sandra mengurung diri di kamar. Wanita itu masih diliputi oleh kekesalan karena hari bahagianya diganggu oleh pria tidak tahu diri.


Rasanya, sekarang ia sangat malas untuk bepergian karena takut bertemu kembali dengan Bagas.


Sandra menghela napas panjang.


"Sepertinya, keputusanku untuk melepaskan karir di Paris adalah keputusan yang salah. Bodohnya aku karena tidak berpikir jauh. Seharusnya aku mendengar ucapan Anisa."


Sandra kembali membaringkan tubuhnya. Perempuan itu benar-benar merasa malas untuk melakukan apapun. Model cantik itu akhirnya memilih untuk kembali memejamkan mata.


Namun, baru saja kedua matanya terpejam, suara ketukan pintu membuat kedua matanya kembali terbuka.


"Masuk."


Suara pintu terbuka saat suara Sandra terdengar. Sari terlihat di depan pintu dengan membawa nampan berisi makanan.


"Non Sandra makan dulu. Dari pagi Non belum makan," ucap Sari saat perempuan itu masuk ke dalam.


"Terima kasih, Mbak. Aku lagi males banget mau keluar kamar." Sandra terpaksa bangun dari ranjang. Wanita berparas cantik itu tersenyum saat Sari meletakkan makanan itu di sebuah meja kecil yang ia letakkan di atas ranjang.


"Kayak orang sakit aku, Mbak." Sandra tertawa geli. Ia adalah termasuk wanita yang apa-apa harus sempurna. Bagi Sandra, makan di dalam kamar apalagi makan di atas ranjang seperti yang sekarang kita lakukan adalah hal yang sangat dihindarinya.


Tidak disiplin dan tidak tahu aturan! Namun, kini ia justru melakukannya. Bahkan dalam keadaan sadar. Mengingat itu, Sandra semakin tertawa. Sepertinya, mulai sekarang sesekali ia harus melawan arus.


Rasanya sungguh sangat menyenangkan ketika kita melanggar peraturan yang telah kita buat sendiri.


Sepertinya, aku benar-benar sudah gila. Tapi anehnya, aku begitu menyukainya.


Sandra makan dengan lahap. Masakan Sari memang benar-benar enak. Bisa-bisa berat badannya naik jika dirinya terus-terusan makan masakan Sari.


Sari tersenyum saat melihat majikannya makan dengan lahap. Ia sungguh tidak menyangka kalau model cantik itu menyukai masakannya. Apalagi, majikannya itu sudah lama tinggal di luar negeri.


"Masakanmu sangat enak, Mbak, selama seminggu ini, aku akan memakan masakanmu. Tapi, seminggu berikutnya, aku akan kembali diet. Kamu tahu sendiri 'kan, kalau aku ini seorang model?" Sandra tertawa pelan dengan mulut penuh makanan. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Lagi-lagi ia tertawa dalam hati.


"Terima kasih sudah mau bekerja di rumah aku, Mbak. Semoga kamu betah di sini." Sandra menatap Sari dengan senyum di bibirnya.


"Saya yang seharusnya berterima kasih sama Non Sandra karena sudah mau mempekerjakan saya di sini. Saya betah di sini, Non."

__ADS_1


"Syukurlah!" Sandra menatap perempuan yang berusia lebih muda darinya itu.


"Aku sudah selesai, Mbak."


"Saya akan membereskannya."


"Terima kasih," ucap Sandra setelah Sari selesai membereskan peralatan makannya.


Sandra baru saja bangkit dari tempat tidur. Namun, suara dering ponsel mengganggunya.


Baru saja Sandra ingin memencet tombol hijau, dering ponselnya berhenti.


Merasa penasaran, Sandra mengecek ponselnya. Sebuah nomor tak dikenal terlihat pada riwayat panggilannya. Sandra baru saja ingin meletakkan ponselnya, tetapi, sebuah pesan masuk dari nomor yang tadi meneleponnya.


"Hai, Sandra. Apa kamu tidak keluar hari ini? Aku mencarimu kemana-mana, tapi Aku tidak melihatmu di manapun." Sandra mengerutkan keningnya saat membaca pesan tersebut.


"Memangnya kamu siapa? Kenapa mencariku? Lalu, darimana kamu mendapatkan nomor ponselku?" Serentetan pertanyaan ia kirimkan untuk membalas pesan masuk tadi.


"Aku pengagum rahasiamu."


Sebuah pesan kembali terkirim. Sandra berdecak kesal. Sudah dipastikan, orang yang mengiriminya pesan itu hanyalah orang iseng.


"Jangan blok nomerku. Aku hanya ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja." Lagi, sebuah pesan terkirim.


"Aku nggak kenal sama kamu dan aku nggak butuh perhatian kamu." Sandra dengan kesal membalas pesan dari nomor tak dikenal itu.


Setelah dipikir-pikir, kenapa ia malah membalas berkali-kali pesan yang nggak jelas itu? Padahal, selama ini ia tidak pernah menanggapi pesan dari orang ataupun nomor yang tak dikenal. Buang-buang waktu!


"Aku adalah pria yang sedang menunggumu. Menunggu kamu memaafkan aku dan juga menerima cintaku."


Kedua mata Sandra membola saat melihat pesan yang kembali masuk ke dalam ponselnya.


Apa ini dia? Dari mana dia mendapatkan nomer ponselku?


Sandra mengacak rambutnya dengan kesal. Rasanya beberapa hari ini ia begitu sial karena terus dibayangi oleh laki-laki itu.


"Kamu dapet nomor ponselku dari mana?" Sandra kembali mengirim pesan. Namun, satu menit berlalu, tidak ada balasan sama sekali, membuatnya merasa semakin kesal.

__ADS_1


Dasar cowok sialan! Bisa-bisanya dia terus menggangguku. Awas saja kalau ketemu lagi. Aku tidak akan mengampunimu!


Sandra melempar ponselnya. Kedua tangannya terkepal erat. Ia benar-benar sangat marah.


Perempuan itu baru saja ingin melangkah ke kamar mandi. Namun, langkahnya terhenti saat ponselnya kembali berbunyi tanda pesan masuk.


"Aku mendapatkan nomor ini dari seseorang. Sandra, mungkin beberapa hari ini aku tidak akan bertemu denganmu karena banyak pekerjaan yang harus aku lakukan. Aku harap, setelah pekerjaanku selesai, aku bisa kembali bertemu denganmu."


"Aku merindukanmu."


"Aku akan buktikan padamu kalau aku benar-benar mencintaimu. Aku jatuh cinta padamu saat pertama kali aku membawamu ke rumah sakit saat itu."


"Apa kamu tahu, saat aku di penjara, aku terus menahan siksaan rindu. Aku berharap, suatu saat aku bisa menemukanmu dan meminta maaf atas kesalahanku."


"Bukan hanya minta maaf, tapi aku juga ingin kamu melihatku. Melihat semua ketulusan hatiku."


"Lihat aku seorang, Sandra."


Sandra mencibir setelah membaca beberapa pesan yang dikirimkan oleh Bagas.


"Dasar pria gila! Tidak tahu malu! Setelah apa yang dia lakukan padaku, ia berharap aku akan melihatnya seorang?"


"Mimpi saja dirimu!" teriak Sandra kesal.


BERSAMBUNG ....


Mampir juga di karya temen Author yang satu ini yuk!



Blurb :


Nasib sial harus dialami Sabhira Irani karena rem vespa-nya blong, gadis itu tidak sengaja menabrak mobil mewah milik Barun Praya.


Disaat yang bersamaan, pria itu sedang kacau karena saham perusahaan anjlok akibat rumor kalau dirinya seorang 'homo'. Tanpa berpikir panjang, Barun mengambil kesempatan dengan memberi Sabhira pilihan.


"Menikah denganku atau mengganti rugi kerusakan mobil sebesar satu milyar?"

__ADS_1


Manakah yang akan dipilih Sabhira?


__ADS_2