
"Dasar sial! Gara-gara pria itu aku sekarang jadi senang mengumpat." Sandra menggerutu sepanjang jalan. Wanita cantik itu benar-benar merasa kesal.
Bagaimana tidak kesal? Pria yang dulu hampir saja memperkosanya itu mengatakan akan terus mengejarnya. Bukan hanya untuk mendapatkan maaf, tetapi, juga ingin terus mengejarnya karena dia mencintainya.
Cinta? Sejak kapan laki-laki bajingan seperti dia mengenal cinta?
Brengsek!
Pria menyebalkan itu benar-benar merusak harinya. Kebahagiaan berbelanja dan mencari makanan enak musnah sudah karena kehadiran pria itu.
Kenapa dia terus saja mengikutiku? Padahal, aku sudah mengatakan cacian dan makian padanya. Tapi, kenapa pria itu tetap mengikutiku?
*Dasar tidak tahu diri!
Sial! Sial! Sial*!
Sandra keluar dari mobil. Suasana hatinya berubah drastis dari awal ia berangkat tadi. Ia yang awalnya ingin bersenang-senang menghibur diri malah berakhir dengan rasa kesal dan amarah di hati.
Sari, sang asisten rumah tangga berlari ke depan saat mendengar suara mobil majikannya. Perempuan muda berusia dua puluh lima tahun itu adalah asisten rumah tangga yang direkomendasikan oleh temannya.
Teman yang saja yang merekomendasikan rumah barunya. Sari dan Doni, sopir pribadi yang kini bekerja di rumah Sandra adalah sepasang pengantin baru. Mereka berdua tadinya bekerja di rumah teman Sandra.
Namun, karena Sandra lebih membutuhkan, akhirnya sang teman pun menyuruh sepasang suami istri itu bekerja di rumah Sandra.
"Biar saya yang bawain, Non." Sari dan Doni yang baru saja mendekati Sandra berucap bersamaan.
"Jangan lupa beresin mobilnya kalau barangnya sudah diangkat semua, ya, Don?"
"Baik, Non."
Sandra tersenyum ke arah mereka berdua. Perempuan itu itu kemudian masuk ke dalam rumahnya. Rasanya, ia ingin sekali mandi untuk mendinginkan kepalanya yang terasa panas.
"Huh!"
__ADS_1
***
"Seharusnya Tuan muda jangan gegabah. Heran, maunya serba cepet!" Anisa menatap sang bos dengan wajah cemberut.
"Aku hanya ingin tanya sama kamu, apa benar apa yang dikatakan oleh Sandra kalau dia pulang ke Jakarta dan membiarkan impiannya hancur hanya karena ingin menghindariku?"
"Hmm."
"Anisa!"
"Apa? Apa sekarang kamu menyesal karena sudah menghancurkan kembali impiannya?" Anisa menatap kesal.
"Jadi benar?" Kedua mata Bagas membola.
"Tentu saja benar. Aku sudah bilang padamu agar tidak muncul saat di Paris. Tapi kamu tidak mendengarkan aku!" teriak Anisa. Dirinya semakin kesal, apalagi saat melihat Sandra ketakutan setelah bertemu dengan Bagas dan akhirnya memilih mengakhiri semua pekerjaannya di sana.
Pria itu benar-benar keterlaluan! Jika tidak mengingat kalau dia itu adalah bosnya, rasanya, Anisa ingin sekali memukul kepalanya biar pria itu sadar kalau perbuatannya pada Sandra sungguh egois.
"Aku tidak menyangka kalau kedatanganku saat itu justru menghancurkan mimpinya. Sungguh, Nis, aku tidak tahu kalau semua akan jadi seperti ini." Bagas menatap Anisa dengan raut wajah menyesal.
Bimo yang melihat perdebatan antara sang istri dan bosnya, hanya bisa menggelengkan kepala.
"Istrimu benar-benar keterlaluan!" Bagas menggerutu.
Sementara Bimo tertawa. Semenjak berhubungan dengan yang namanya Sandra, Anisa memang lebih sensitif. Perempuan itu sangat menyayangi Sandra, karena itu dia akan sangat emosi jika ada seseorang yang membuat model cantik itu kesal.
"Tenang, Bro. Benar apa kata Anisa. Kamu jangan terburu-buru mendekatinya. Jangan terkesan sangat mengejarnya juga agar dia tidak merasa terganggu dengan kedatanganmu." Bimo menepuk bahu Bagas.
Bagas menghela napas panjang. "Kamu tidak tahu apa yang aku rasakan, Bim. Rasanya, setiap hari aku ingin selalu berada di dekatnya. Aku sungguh tidak tahan." Bagas menatap Bimo dengan wajah sendu.
"Siapa bilang aku tidak merasakannya? Apa kamu lupa, bagaimana tersiksanya aku saat kamu menyuruh Anisa ke Paris? Hampir setiap malam aku tidak bisa tidur karena aku merindukannya."
Bagas terdiam mendengar ucapan asistennya.
__ADS_1
"Sudahlah! Kamu jangan terlalu larut dalam masalah Sandra. Kamu hanya perlu bersabar. Jangan terlalu gegabah. Jangan membuat Sandra terlalu terganggu olehmu. Bisa-bisa,. perempuan itu nanti semakin membencimu." Nasihat Bimo. Pria itu bukan tidak mengerti apa yang dirasakan oleh bosnya saat ini.
Namun, bukankah segala sesuatu yang dipaksakan itu tidak akan berakhir dengan baik?
"Sekarang sebaiknya kamu pulang. Besok pagi, kamu ada beberapa meeting dengan klien. Aku akan menemanimu sampai malam."
"Istirahatlah! Patuhi ucapan istriku. Percayalah! Apa yang dikatakan oleh Anisa semuanya benar. Kamu bisa memperhatikannya dari jauh. Aku sudah menyuruh Anisa untuk terus mengawasinya," ucap Bimo panjang lebar.
Bagas mengangguk pelan. Apa yang dikatakan oleh suami istri itu memang benar. Dirinya tidak boleh terburu-buru mendekati Sandra.
"Fokus pada pekerjaanmu. Buat keluarga Bimantara bangga karena sudah mau menerimamu kembali."
"Sialan!" umpat Bagas.
"Mereka yang meminta aku kembali kalau kamu lupa!"
Bimo tertawa. Memang benar, terlepas dari Bagas yang ingin kembali pada keluarganya, Bimantara sang ayah memang sudah memintanya untuk kembali. Biar bagaimanapun, Bagas adalah pewaris mereka.
BERSAMBUNG ....
Makin penasaran kelanjutannya.
Sambil nunggu update, seperti biasanya, Author bawain karya keren milik teman Author nih!
Promo nomor 22
Selena Young adalah seorang Queen of gambler dia adalah putri dari Erick Young seorang Legend of gambler. Tidak ada yang mengetahui jika Selena adalah queen of gambler. Seminggu sebelum pertandingan judi se-Asia. Selena beserta teman-temannya menuju Dubai untuk merayakan ulang tahun salah satu teman Selena. Seorang teman yang menyukai Selena memberi Selena obat perangsang membuat Selena menghabiskan malam bersama pria asing.
Segerombolan pria mencoba membunuh Selena saat pertandingan judi se-Asia di sebuah kapal pesiar. Selena jatuh ke laut dan diselamatkan nelayan. Selena mengalami amnesia dan mendapati dirinya hamil.
Sanggupkah Selena menjalani hidup menjadi single mom?
__ADS_1
Akankah Selena bertemu kembali dengan pria yang menanamkan benihnya?