
Mendengar ucapan Bagas, Sandra menahan senyum. Hatinya menghangat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pria itu.
"Aku akan menambah hukumanmu karena hari ini kamu sudah berani memelukku," bisik Sandra kesal. Namun, sepertinya suasana hatinya tidak sesuai dengan apa yang dikatakannya.
Terbukti, perempuan itu mengulas senyum dan merasa nyaman saat Bagas memeluknya.
"Jahat!" Bagas melepaskan pelukannya. Wajah tampannya cemberut mendengar ucapan Sandra. Bagas begitu merindukan wanita itu, tetapi, dia malah ingin menambah hukumannya.
"Padahal aku sangat merindukanmu. Aku–"
"Stop, Bagas! Jangan bicara lagi!" teriak gadis bernama Shena yang sudah tidak tahan melihat kemesraan Bagas dan Sandra.
"Aku akan mengadukan ini pada Tante dan kedua orang tuaku!" Shena mengancam Bagas.
Akan tetapi, Bagas malah tersenyum. Laki-laki itu justru menantang Shena.
"Silakan, adukan saja pada mama. Lagipula, mamaku juga sudah kenal sama Sandra." Bagas mencibir ke arah Shena yang tampak terkejut.
"Tidak mungkin. Tante bilang kamu belum punya pacar." Shena terkejut.
"Terus, kamu percaya begitu saja?" Bagas menatap gadis cantik di hadapannya. Shena memang cantik, tetapi, sifatnya tidak secantik wajahnya. Gadis itu terlalu manja, kemudian selalu melakukan sesuatu untuk mendapatkan semua keinginannya.
Perjodohan ini adalah ulahnya yang meminta pada kedua orang tuanya. Bagas dan sang mama tidak kuasa menolak karena kedua orang tua gadis itu adalah sahabat mamanya.
Namun, sang mama juga tidak memaksa kalau Bagas tidak cocok dengan putri sahabatnya itu. Apalagi, Bagas sudah mengatakan pada mamanya kalau dia sudah memiliki Sandra.
"Dengar, Shena! Aku sudah mengatakannya padamu kalau aku sudah punya kekasih. Sebaiknya, kamu menyerah saja karena aku tidak akan mungkin menikah dengan kamu. Aku mencintai kekasihku, aku tidak akan menikah dengan perempuan lain selain dengan dia." Bagas menunjuk ke arah Sandra membuat perempuan itu sangat terkejut.
__ADS_1
Sandra ingin protes tetapi, tangan Bagas menggenggam tangannya erat, seolah mengisyaratkan padanya kalau dia tidak boleh protes. Apalagi, pria itu menatapnya dengan penuh cinta.
"Kamu keterlaluan Bagas! Aku akan menceritakan semuanya pada kedua orang tuaku!" Shena tersulut emosi mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut Bagas.
"Lakukan sesukamu, Shena. Aku tidak peduli!" Bagas menatap Shena dengan kesal. Lelaki itu kini memang tidak memedulikan apapun. Biar saja sesuai terjadi pada perusahaannya, seperti ancaman kedua orang tua Shena padanya.
"Kamu keterlaluan, Bagas!" Shena menatap Bagas dengan marah. Pandangannya beralih pada Sandra. Wanita itu menatap Sandra dengan marah.
"Dan kamu, aku pastikan kamu akan menyesal karena telah merebut Bagas dariku!" ancam Shena membuat Sandra terkejut.
"Kamu mengancam aku?" Sandra menunjuk ke arah dirinya. Seumur-umur dirinya tidak pernah diancam oleh siapapun. Tetapi, hari ini ia sungguh tidak percaya ada seseorang yang berani mengancamnya.
"Tentu saja. Orang seperti kamu tidak pantas berada di dekat Bagas. Bagas adalah pria yang sukses. Sedangkan kamu? Siapa kamu sampai berani-berani mendekati dia?" Shena mencibir ke arah Sandra.
Sandra yang mulai kesal dengan Shena kemudian menyuruh beberapa pelayan restoran itu untuk membawa gadis itu keluar karena sudah membuat keributan.
Meskipun Shena memberontak dan berteriak, beberapa pekerja laki-laki itu tidak memedulikannya. Mereka tetap membawa Shena keluar dari restoran.
"Kamu benar-benar menyebalkan! Kenapa kamu membawa wanita seperti itu ke sini?" Sandra berucap dengan wajah cemberut. Ia sungguh sangat malu karena sudah menjadi pusat perhatian semua orang.
"Maafkan aku, Sayang. Aku tadi tidak bisa menolaknya karena dia terus saja menggangguku di kantor." Bagas menggenggam tangan Sandra. Pria itu kemudian menjelaskan dari awal sampai akhir.
Bagas menceritakan awal dirinya mengenal Shena dan bagaimana akhirnya kedua orang tua Shena begitu kekeh ingin menjodohkan putri manjanya itu dengan dirinya.
"Sayang, apa kamu tidak kasihan padaku? Sungguh! Aku tidak ingin menikah dengan siapapun selain kamu." Bagas menatap Sandra dengan tatapan memohon.
Sementara itu, Sandra tidak tahu harus bicara apa. Dirinya masih bimbang dengan perasaannya. Akan tetapi, Sandra sungguh merasa aneh saat perempuan itu mengatakan kalau dia sudah dijodohkan dengan Bagas.
__ADS_1
Ada rasa tidak rela di ujung hatinya yang paling dalam.
"Sandra, aku hanya butuh kamu. Asalkan kamu bilang kamu bersedia, aku akan menunggumu sampai kamu siap. Aku benar-benar mencintaimu, Sandra. Sangat!"
Bagas menatap Sandra dengan penuh cinta. Kali ini, ia tidak mau kehilangan perempuan itu. Tidak apa-apa bila kali ini dia harus sedikit memaksa. Bagas tidak mau kembali tersiksa rindu karena mengikuti kemauan Sandra yang menyuruhnya tidak boleh menemui wanita itu.
Kini, Bagas tidak mau lagi menuruti Sandra. Mulai sekarang, ia akan kembali mengejar Sandra dan berjuang untuk mendapatkan wanita itu.
"Sandra, maukah kamu menikah denganku?"
BERSAMBUNG ....
Sambil nunggu update Author rekomendasikan karya keren milik teman Author nih. Yuk, kepoin bareng-bareng!
Dijodohkan sejak bayi, Zean Andreatama terpaksa menjalani pernikahan bersama aktris seni peran yang kini masih di puncak karirnya, Nathalia Velova. Memiliki istri yang terlalu sibuk dengan dunianya, Zean lama-lama merasa jengah.
Hingga, semua berubah usai pertemuan Zean bersama sekretaris pribadinya di sebuah club malam yang kala itu terjebak keadaan, Ayana Nasyila. Dia yang biasanya tidak suka ikut campur urusan orang lain, mendadak murka kala wanita itu hendak menjadi pelampiasan hasrat teman dekatnya
--------- ** ---------
"Gajimu kurang sampai harus jual diri?"
"Di luar jam kerja, Bapak tidak punya hak atas diri saya!!"
"Kalau begitu saya akan membuat kamu jadi hak saya seutuhnya, Nasyila."
__ADS_1