Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
PENGANTIN PRIA PENGGANTI


__ADS_3

Bagas memeluk Sandra dengan erat. Pria itu hampir saja tidak bisa bernapas saat menyadari sebentar lagi dirinya akan kehilangan Sandra. Beruntung, ia sadar dalam waktu yang tepat.


Bagas merasa lega saat ia memastikan kalau saat ini dirinya tidak sedang bermimpi. Wanita dalam dekapannya saat ini benar-benar Sandra.


"Aku merindukanmu."


***


"Kamu tidak menemukannya?" Liana menatap Bimo yang kini berada di hadapannya.


"Putra Anda pergi meninggalkan hotel, Nyonya–"


"Jangan berbelit-belit, Bimo! Kamu tahu bukan, kalau saat ini keadaan Bagas tidak sedang baik-baik saja?" potong Liana kesal. Ia sungguh merasa khawatir dengan Bagas.


Putranya belum sepenuhnya pulih. Bukan hanya ingatannya saja, tetapi juga tubuhnya yang penuh luka akibat kecelakaan masih belum sembuh. Namun, alih-alih menyembuhkan luka dan memulihkan ingatannya, Bagas justru memaksa untuk menikah dengan Shena. Wanita licik yang merupakan anak dari sahabat baiknya.


Akan tetapi, semenjak ia tahu kelakuan Shena, persahabatannya dengan Ratna merenggang. Apalagi, saat Liana juga mengetahui kalau ternyata Ratna juga begitu licik. Ratna dan Chandra sengaja menjodohkan Shena dengan Bagas karena mereka ingin Shena bisa menguasai harta Bagas.


Liana merasa nasibnya sungguh sial karena terbujuk rayu oleh Ratna hingga akhirnya ia menyetujui perjodohan Bagas dengan Shena.


Setelah kecelakaan Bagas, Liana sudah dengan terang-terangan membatalkan rencana pernikahan Bagas dan Shena. Apalagi, Liana mengetahui kalau Bagas mengemudi dalam keadaan kacau setelah mendapatkan ancaman dari Shena hingga akhirnya putranya mengalami kecelakaan. Namun, penolakan ternyata berakhir sia-sia.

__ADS_1


Di saat Ratna dan Chandra sudah kehilangan harapan karena gagal menjadikan pengusaha muda sukses itu menjadi menantunya, Bagas tiba-tiba seperti pahlawan kesiangan. Putranya justru ingin menikahi Shena. Bagas bahkan tidak peduli walaupun ingatannya belum pulih.


"Saya sudah menyuruh orang-orang itu mencari Tuan muda. Saya juga sudah menyuruh mereka ke rumah Sandra." Bimo menatap majikannya yang terlihat sangat khawatir karena Bagas tiba-tiba menghilang.


Bimo sendiri merasa sangat terkejut saat Bagas tiba-tiba sudah tidak ada di kamarnya. Pria itu bahkan meninggalkan tuxedo yang akan digunakan oleh Bagas di hari pernikahannya.


"Kenapa kamu menyuruh orang untuk ke rumah Sandra? Kamu tahu sendiri bukan kalau Bagas tidak mengingat wanita itu? Jadi tidak mungkin saat dia berada di rumah Sandra," kesal Liana.


"Sesuatu yang tidak mungkin bisa saja terjadi, Nyonya."


"Terserah apa katamu, Bimo, yang penting, segera temukan putraku!"


"Bimo, jika Bagas tidak ditemukan, bagaimana dengan acara resepsi pernikahan ini?" Ucapan Liana yang tadinya terdengar galak, kini melunak. Wajah wanita paruh baya itu terlihat khawatir.


"Sebenarnya aku tidak peduli pernikahan ini gagal dan tidak bisa dilanjutkan. Tapi, karena acara ini digelar cukup mewah dan tamu undangan juga banyak. Bukan hanya nama baik keluarga saja yang akan tercoreng, tapi juga perusahaan. Apalagi, banyak kolega suamiku yang datang dalam pernikahan ini."


"Nyonya tenang saja, saya pasti akan menemukan Tuan Muda."


Liana mengangguk sebagai jawaban.


"Jika Bagas tidak ditemukan, kamu cari orang lain yang mau menjadi pengantin pengganti."

__ADS_1


"Maksud Nyonya?"


"Cari orang yang bersedia menggantikan Bagas menjadi pengantin pria. Jika perlu, kita buat surat perjanjian dan bayar dia sesuai kesepakatan agar dia mau menjadi pengantin pengganti."


***


"Brengsek, kau, Bagas. Berani-beraninya kau melarikan diri dari pernikahan kita!" Shena mengamuk saat Luna memberitahukan padanya jika Bagas tidak ada di dalam kamarnya.


Lelaki itu tidak ditemukan di manapun. Bagas pergi meninggalkan pakaian pengantin yang telah mereka pilih bersama dua hari menjelang pernikahan.


Shena sungguh tidak mengira kalau semua ini akan terjadi padanya. Kemarin, ia sangat yakin kalau pria itu tidak mengingat apapun. Bagas bahkan tidak bereaksi apapun saat dirinya dengan sengaja menjelek-jelekkan Sandra di depan Bagas.


Akan tetapi, kenapa pria itu pergi di saat pernikahannya hanya tinggal menghitung jam saja? Shena bahkan sudah siap. Dirinya hanya tinggal menunggu Luna merias Bagas kemudian menunggu lelaki itu mengucapkan ijab kabul. Tetapi, kenapa dia malah kabur?


"Aku akan menunggumu, Bagas. Aku ingin pernikahan kita tetap dilaksanakan. Kamu milikku, tidak akan aku biarkan orang lain memilikimu!" Kedua tangan Shena terkepal erat.


"Brengsek!"


"Sialan, kamu, Bagas!"


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2