
Sandra merasa terkejut melihat pesan yang dikirimkan Bagas. Wanita itu menghela napas panjang saat ada rasa nyeri yang berdenyut di sudut hatinya.
"Jadi, cuma segini saja cinta yang kamu gaung-gaungkan selama ini? Kamu bilang, cintamu padaku begitu besar. Tapi, belum apa-apa kamu sudah menyerah. Kamu bahkan belum mengenal semua yang ada padaku. Apa kabar jika kamu tahu tentang masa laluku yang begitu buruk?" ucap Sandra dalam hati.
Ia sungguh merasa kecewa dengan sikap Bagas. Padahal, Sandra sengaja menghubungi pria itu untuk mengungkapkan isi hatinya dan mencoba menerima cintanya Bagas. Namun, lelaki itu justru memintanya untuk tidak mengirim pesan ataupun meneleponnya.
Sandra sungguh tidak menyangka kalau keputusannya untuk mengabaikan cintanya Bagas justru membuat pria itu menyerah untuk mengejarnya. Akan tetapi, bukankah dirinya sendiri yang selama ini menolak pria itu?
Lalu, kenapa sekarang ia merasa tidak terima saat pria itu seolah meninggalkannya begitu saja?
Sandra kembali membaca pesan yang dikirim oleh Bagas. Berulang-ulang wanita itu membaca kalimat demi kalimat yang terasa menyesakkan dadanya.
Tiba-tiba suara Bagas yang menceritakan perihal lamarannya terhadap gadis itu kembali terlintas. Hati Sandra kembali terasa sakit saat membayangkan jika Bagas benar-benar akan melamar gadis itu dan menikahinya.
Sandra, kamu benar-benar bodoh karena telah menyia-nyiakan cinta tulus pria itu.
__ADS_1
***
Bagas menghela napas panjang sambil memperhatikan ponselnya. Pesan yang ia kirimkan untuk Sandra terlihat centang biru dua. Itu tandanya wanita itu sudah membacanya. Namun, setelah dirinya lama menunggu, tidak ada satupun pesan balasan dari Sandra.
Apa itu berarti wanita itu benar-benar tidak memedulikannya sama sekali? Jadi benar, kalau selama ini hanya dirinya yang mengejar Sandra dan mencintainya dengan tulus? Sementara wanita yang ia pikir juga merasakan hal yang sama seperti dirinya ternyata tidak mencintainya sama sekali?
Bagas berkali-kali menghela napas panjang, menetralkan rasa sesak dalam dadanya. Sudut hatinya terasa nyeri saat menyadari jika cintanya selama ini hanya bertepuk sebelah tangan.
Bagas pikir, sikap Sandra yang selama ini terkesan tidak menolaknya karena wanita itu mempunyai perasaan yang sama seperti dirinya. Hanya saja, Sandra kesulitan untuk mengakuinya. Namun, melihat sikap Sandra yang tidak marah sama sekali saat dirinya mengirimkan pesan itu membuat Bagas sadar kalau selama ini cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
"Bertahun-tahun aku mencintaimu, tapi aku tetap saja gagal menaklukkan hatimu," batin Bagas sendu.
"Jika dengan tidak menghubungi lagi bisa membuatmu bahagia aku akan melakukannya tapi sampai kapan pun aku akan selalu mencintai kamu, Sandra."
Cintanya terhadap Sandra begitu besar. Bagas tidak mungkin begitu saja menghilangkan perasaan itu dengan mudah.
__ADS_1
Lelaki itu juga tidak berniat untuk menghapus, apalagi melupakan Sandra dari hatinya. Hanya saja, saat ini Bagas merasa lelah. Ia ingin berhenti sejenak mengejar Sandra.
Bagas ingin memberi waktu pada dirinya sendiri untuk beristirahat bukan karena lelah mengejar cinta wanita itu. Sikap Sandra yang menolaknya tentu membuat hatinya tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, Bagas ingin beristirahat sejenak untuk menyembuhkan luka di hatinya.
Setelah dirinya puas beristirahat, Bagas akan kembali mengejar wanita itu sampai dapat. Saat ini pikirannya terbagi dengan rencana perjodohannya dengan Shena yang sudah diatur oleh keluarganya.
Awalnya Bagas berharap, Sandra akan menolongnya dengan berpura-pura sebagai kekasihnya. Namun, harapan itu patah seketika saat melihat wanita itu tidak meresponnya sama sekali.
Sandra bahkan menganggap kalau masalah perjodohannya itu tidak penting sama sekali. Buktinya, wanita itu tidak peduli sampai sekarang.
"Meskipun hatiku sangat sakit saat ini, tapi, aku tidak bisa membencimu. Aku mencintaimu, Sandra. Sangat mencintaimu."
BERSAMBUNG ....
__ADS_1