Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
EKSTRA PART 2


__ADS_3

Seandainya Sandra tahu kalau bersama dengan Bagas bisa membuatnya bahagia seperti sekarang ini, ia pasti tidak perlu menunda-nunda apalagi sampai menolak pria itu berkali-kali. Beruntung, Bagas tidak menyerah dan mau menunggunya sampai bertahun-tahun.


Seandainya saja Bagas menyerah mengejarnya, mungkin Sandra tidak akan pernah merasakan kebahagiaan seperti ini.


"Sayang, aku mau berangkat kerja. Kamu mau ikut nggak?" Bagas memeluk Sandra dari belakang. Menumpukkan dagunya pada bahu sang istri yang saat ini sedang berdiri di depan meja rias.


"Memangnya boleh?"


"Boleh, dong. Masa istri mau ngikut kerja nggak boleh." Bagas mengecup pipi istrinya dengan gemas.


"Kok kamu aneh, sih, Mas?" Sandra membalikkan badan menatap ke arah Bagas. Wanita itu memutuskan memanggil nama lelaki itu dengan sebutan 'mas'. Mantan model itu benar-benar ingin mengubah dirinya menjadi lebih baik.


Bagaimana dengan perasaan Bagas ketika pertama kali wanita itu memanggilnya dengan sebutan itu?


Lelaki yang bucin akut pada istrinya itu jelas merasa sangat bahagia. Saking bahagianya, Bagas sampai menyuruh Sandra mengulanginya berkali-kali dan membuat wanita itu kesal.


Semalaman bahkan lelaki itu tidak bisa tidur karena membayangkan kehidupan sehari-harinya yang akan berubah drastis setelah menikah dengan perempuan itu. Panggilan sayang dari Sandra sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri itu mempunyai efek luar biasa pada Bagas.


"Aneh gimana?" Bagas melepaskan pelukannya pada sang istri saat perempuan itu mematikan kompor karena masakannya sudah matang.


"Di mana-mana suami itu paling nggak suka digangguin sama istri saat lagi kerja. Lah, kamu. Masa kerja ngajak-ngajak istri. Memangnya kamu takut kalau bakalan ganggu kamu?"


Sandra menyiapkan piring. Kemudian memindahkan nasi goreng buatannya. Dua piring nasi goreng seafood menggoda selera telah siap.

__ADS_1


Beberapa hari ini, Bagas begitu manja. Hampir setiap pagi lelaki itu minta dibuatkan nasi goreng. Bagas sangat menyukai nasi goreng buatan sang istri. Rasanya sangat pas di lidahnya. Masakan Sandra tidak kalah enak dari masakan di restoran.


Bagas sungguh tidak menyangka kalau istrinya yang dulu adalah model terkenal itu ternyata juga bisa memasak. Bagas tidak tahu saja kalau dulu Sandra pernah diajarin oleh Kanaya saat mereka berdua masih sama-sama menjadi istrinya Sean.


"Aku hanya ingin dekat-dekat sama kamu terus. Nggak tahu kenapa, bawaannya pengen nemplok terus sama kamu," ucap Bagas jujur.


Setelah menikah dengan Sandra, lelaki itu memang tidak bisa jauh-jauh dari istrinya. Entah kenapa, Bagas sangat senang jika Sandra ikut dengannya ke kantor. Lelaki itu seolah mendapatkan semangat luar biasa saat melihat Sandra di hadapannya saat dirinya sedang bekerja.


"Gombal!" Sandra mengulas senyum. Mereka berdua kini sedang menikmati sarapannya.


"Pokoknya kamu harus ikut sama aku ke kantor." Bagas menatap wajah Sandra yang terlihat sangat cantik meskipun tanpa makeup.


"Kalau aku tidak mau bagaimana?" Kedua mata Sandra mengerling nakal.


"Dih! Apa-apaan kamu ini?" Bibir Sandra mengerucut.


"Aku nggak akan jatuh miskin hanya karena aku tidak bekerja." Kedua netra cokelat itu menatap Sandra. Sementara mulutnya kemudian sibuk mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya.


Bibir Sandra mengerucut mendengar ucapan suaminya. Bagas memang sangat jago memutar balikkan kata saat berdebat dengannya.


Kalau dipikir-pikir, sikap Bagas sedikit aneh. Akhir-akhir ini sifat manjanya tidak tertolong. Benar-benar bukan seperti Bagas yang seperti biasanya.


Mereka berdua selesai sarapan. Sandra menyuruh asisten rumah tangganya membereskan meja makan. Sementara dirinya mengikuti langkah suaminya.

__ADS_1


Akan tetapi, Sandra menghentikan langkahnya saat melihat Bagas justru naik ke atas bukannya pergi ke depan menuju mobilnya.


"Kok, malah naik ke atas, Mas? Mau ngapain lagi memang?" tanya Sandra heran.


"Apa ada yang ketinggalan? Biar aku yang ambilkan." Sandra bermaksud mendahului langkah suaminya. Namun, belum sempat Sandra melangkah, Bagas berbalik kemudian langsung menggendong istrinya menuju lantai atas.


"Mas!"


Bagas terkekeh. Lelaki itu menghujani wajah istrinya dengan ciuman. Lelaki itu begitu gemas melihat wajah Sandra.


"Mau ngapain sih? Ini sudah siang lho, Mas. Nanti aku terlambat kerja." Sandra mencoba mengingatkan.


"Ini juga aku mau kerja." Bagas mendorong pintu kamarnya.


"Mau kerja kok malah ke kamar sih, Mas?" Sandra terlihat kesal.


"Memangnya Mas mau kerja apaan di kamar?"


"Kerja bikin anak."


"Mas, hmmp"


Sandra tak lagi bisa berteriak saat pria yang menjadi suaminya itu melahap bibirnya dengan rakus.

__ADS_1


__ADS_2