Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
AKU BUKAN PACARMU!


__ADS_3

Sandra terpaku saat melihat seseorang yang kini berada di hadapannya. Hampir saja perempuan itu menjatuhkan ponselnya saking terkejut.


"Aku akan akan menemuimu sekarang kalau kamu tidak percaya." Kata-kata yang terlontar dari mulut seseorang di seberang telepon beberapa detik lalu.


"Tidak usah sok romantis. Nggak mempan!" sungut Sandra. Wanita itu merasa jengah mendengar ucapan lelaki itu.


Dasar perayu ulung!


Laki-laki itu sedang bercerita kalau dia sangat merindukan Sandra. Dia mengatakan, demi cintanya pada Sandra, dia akan datang menemuinya.


Sandra tentu saja tidak percaya. Bagaimana mungkin laki-laki itu tiba-tiba menemuinya kalau lelaki itu sendiri saat ini sedang berada di Paris?


Namun, saat Sandra melihat ke arah belakang, jantungnya hampir saja mau copot. Lelaki yang baru saja meneleponnya itu ternyata saat ini berada tepat di hadapannya.


Bagas tersenyum saat melihat pujaan hatinya itu tampak terkejut melihatnya. Tangan laki-laki itu dengan sigap menangkap ponsel Sandra yang terlepas dari genggaman wanita itu.


"Kamu–"


"Iya, Sayang. Aku datang. Bagaimana? Aku tidak bohong bukan?" Bagas kembali tersenyum. Wajah tampannya terlihat begitu mempesona membuat semua orang terpana melihatnya termasuk Sandra.


Wanita itu sampai tidak berkedip menatap Bagas. Sandra benar-benar tidak percaya kalau orang yang sedang berada di hadapannya ini adalah pria brengsek yang baru saja meneleponnya.


"Kamu benar-benar datang? Memangnya kapan kamu pulang?" Kalimat yang terucap dari bibir Sandra, nyaris tak terdengar. Untuk beberapa saat Sandra seolah hilang kesadaran.


Kedatangan pria itu benar-benar sangat mengejutkan baginya. Bagaimana bisa pria itu tiba-tiba datang dengan secepat ini?


"Kamu pasti bohong kalau kamu berada di Paris selama ini. Kalau tidak, bagaimana mungkin kamu bisa tiba-tiba berada di sini sekarang?" Sandra tidak menolak saat pria itu menarik tangannya meninggalkan restoran, tempat di mana Sandra dan Anisa janji bertemu sore ini.

__ADS_1


"Aku tidak bohong, Sayang. Aku baru saja sampai. Aku bahkan belum sempat pulang ke rumah." Bagas terus menggenggam tangan Sandra dan membawa wanita yang sangat dirindukannya itu keluar dari restoran.


Apa yang dikatakan pria itu memang benar. Dia baru saja sampai di kota kelahirannya beberapa menit yang lalu.


Saat dirinya menelepon Anisa, orang kepercayaannya itu mengatakan kalau dia sedang dalam perjalanan menemui Sandra di restoran. Setelah Bagas meminta alamat restoran itu, Bagas kemudian menyuruh Anisa untuk membatalkan janjinya bersama Sandra.


Sebagai gantinya Bagas akan menemui Sandra di restoran itu. Meskipun terdengar sedikit kesal akhirnya Anisa menyetujui permintaan Bagas.


Tentu saja dengan sedikit ancaman, baru Anisa menyetujuinya. Jangan lupakan bagaimana galaknya Anisa. Meskipun dia adalah seseorang yang dipekerjakan oleh Bagas untuk menjaga Sandra dari jauh.


Sebenarnya, terkadang Bagas merasa kesal terhadap wanita itu. Namun, karena kerjaan Anisa sangat bagus, Bagas tetap mempertahankannya. Apalagi, Anisa adalah istrinya Bimo, asisten pribadi Bagas sekaligus sahabat baiknya.


"Kamu mau membawaku kemana?" Sandra seolah baru tersadar saat mereka berdua sudah sampai di depan mobil Bagas.


"Kita ke apartemen. Aku ingin istirahat, capek!"


"Kau mau membawaku ke apartemen? Kenapa kau seenaknya saja mengambil keputusan? Apa kau tahu, hari ini aku ada janji sama seseorang di restoran ini!" Suara Sandra meninggi. Sepertinya, wanita cantik itu baru sadar sekarang.


Kenapa aku mau-mau saja diajak oleh dia tadi? Bukankah aku ada janji dengan Anisa di restoran?


Sandra menepuk kepalanya. Perempuan itu kemudian membuka ponsel di tangannya. Ia bermaksud ingin menghubungi Anisa. Menanyakan pada gadis itu kenapa sampai sekarang dia belum sampai di restoran.


Padahal, Sandra sudah menunggunya dari setengah jam yang lalu. Tidak biasanya gadis itu terlambat. Baru saja Sandra ingin menelepon Anisa, ponsel di tangannya itu berdering.


"Halo, Sandra, apa kamu sudah sampai di restoran?" Suara Anisa terdengar.


"Aku sudah sampai dari setengah jam yang lalu, kenapa kamu belum datang juga?" Nada suara Sandra terdengar kesal.

__ADS_1


"Maafkan aku. Tiba-tiba aku ada urusan mendadak, jadi aku tidak bisa datang. Maaf!" Anisa berucap penuh rasa bersalah. Padahal, saat ini wanita itu sedang tersenyum bersama dengan seorang pria yang saat ini sedang memeluknya dari belakang. Pria itu adalah Bimo yang baru saja pulang dari kantor dan mendapati istri cantiknya itu berada di rumah dalam keadaan kesal.


"Kamu ada urusan tapi baru menghubungiku sekarang? Benar-benar keterlaluan!" Sandra berucap dengan kesal sementara Anisa terkekeh di ujung sana.


"Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf karena sudah mengingkari janjiku hari ini. Aku janji, lain kali aku tidak–"


"Sandra. Ayo cepat kita pergi!" Bagas yang merasa kepanasan karena sedari tadi berdiri di dekat mobil berteriak. Laki-laki itu sangat kesal karena Sandra malah menelepon.


Lelaki itu kemudian merebut ponsel Sandra.


"Bisakah kamu menelepon pacarku nanti saja? Kami sedang banyak urusan!"


Bagas mematikan panggilan secara sepihak. Laki-laki itu kemudian memasukkan ponsel Sandra ke dalam saku jaketnya. Setelah itu, tangannya meraih tangan Sandra, menyuruh perempuan itu masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah terbuka sejak tadi.


"Kau bilang apa tadi? Pacar?" Sandra menatap Bagas tak percaya. Namun, wanita itu tak menolak saat pria itu menyuruhnya masuk ke dalam mobil.


"Aku bukan pacarmu! Kenapa kau mengatakan padanya kalau aku adalah pac–." Sandra tidak melanjutkan ucapannya.


Perempuan cantik itu menahan napas saat lelaki itu bukannya beranjak, tetapi malah meraih seatbelt kemudian memasang benda panjang itu melingkari tubuhnya.


Jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa centi saja. Bagas memindai wajah cantik yang sangat dirindukannya itu dengan penuh cinta.


Hembusan napasnya menerpa wajah Sandra membuat perempuan itu tanpa sadar memejamkan mata. Gejolak amarah di dadanya seketika padam. Perempuan itu mencoba menetralkan detak jantungnya yang tiba-tiba menggila.


"Aku merindukanmu, Sandra. Sangat merindukanmu," ucap Bagas saat wanita di depannya itu kembali membuka mata.


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2