Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
MELEPAS RINDU


__ADS_3

"Tapi aku tidak mencintaimu." Sandra berucap lirih. Ada perasaan berat saat Sandra mengatakan kalimat itu.


Mulutnya mengatakan tidak mencintai, tetapi, dalam sudut hatinya yang paling dalam, wanita itu merasakan perasaan lain.


Sementara itu, Bagas mengembuskan napas panjang saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Sandra. Bagas tentu saja sudah menduga jawaban Sandra akan seperti itu. Wanita itu jelas-jelas pasti akan menolaknya.


Akan tetapi, bukankah lebih baik kita mencoba dulu agar tahu bagaimana hasilnya? Walaupun nantinya jawaban perempuan itu akhirnya mengecewakan, paling tidak kita sudah mencoba mengungkapkan perasaan yang kita miliki.


"Kamu terlihat ragu-ragu saat mengatakannya. Apa kamu benar-benar yakin tidak mempunyai perasaan apa pun terhadapku?" tanya Bagas dengan penuh percaya diri. Laki-laki itu mempererat pelukannya.


Hari ini, dia ingin menuntaskan semua rasa rindunya pada perempuan yang sebulan ini tidak ditemuinya.


Sandra terdiam mendengar ucapan Bagas. Saat pria itu tidak dilihatnya, rasanya, ia ingin sekali bertemu dengannya, dan saat pertama kali ia melihat nya di restoran tadi, ada perasaan lega dan senang secara bersamaan.


Sandra sendiri tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini. Seperti sekarang, Sandra menolak ungkapan cinta dari Bagas, tetapi, perempuan itu merasa sangat nyaman saat pria itu memeluknya.


Rasanya, seperti saat dirinya dimabuk cinta dengan Sean dulu. Saat dirinya mencintai Sean, Sandra juga merasa sangat nyaman saat Sean memeluknya. Rasanya sama seperti ini.


"Sebaiknya kita cari tempat yang enak untuk bermesraan. Polisi bisa menangkap kita kalau kita terlalu lama berhenti di pinggir jalan seperti ini." Suara Bagas disertai kekehan kecil terdengar menyapa pendengaran Sandra.


Sandra buru-buru melepaskan dekapan Bagas. Wanita itu kemudian beralih pada tempat duduknya. Bisa-bisanya ia terlena dengan pria itu.


Bagas mengusap rambut Sandra dengan gemas. Wajah wanita itu bersemu merah. Sepertinya dia baru sadar kalau posisi mereka sedari tadi begitu intim untuk ukuran seseorang yang tidak memiliki hubungan apapun.


Bagas mengembalikan posisi jok mobil seperti semula kemudian menyalakan mesin mobil.

__ADS_1


"Aku akan mengajakmu ke pantai. Kita bisa bersantai di sana. Kamu mau 'kan?" Sandra hanya mengangguk sebagai jawaban. Perempuan itu masih merasa malu saat menyadari dirinya begitu nyaman berada di atas pangkuan pria itu.


Sandra bahkan tak menolak saat Bagas memeluknya dengan erat.


"Sepertinya aku sudah gila," ucap Sandra dalam hati.


Netranya melirik ke arah Bagas yang terlihat serius mengemudikan mobil. Pria itu terlihat berbeda. Tidak seperti dulu, saat pria itu berusaha untuk memperkosanya.


Bagas tampak lebih dewasa dan jauh lebih tampan.


"Jangan membuatku grogi. Aku sedang menyetir."


"Hah?"


"Lirikan matamu membuat jantungku berdebar-debar, Sandra." Bagas tersenyum tipis.


"Tanpa kamu lirik saja aku udah deg-degan." Bagas meraih tangan Sandra menggenggamnya erat sementara tangan satunya memegang kemudi.


Bagas meletakkan tangan Sandra di dadanya. Lelaki itu tetap fokus mengemudi tanpa menoleh ke arah Sandra.


Sandra memperhatikan tangannya yang berada dalam genggaman Bagas.


Seharusnya, aku menolak dia bukan? Tapi kenapa rasanya begitu berat? Aku merasa nyaman saat dia melakukan apapun padaku.


"Tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku masih punya banyak waktu untuk bersamamu. Kamu tinggal menilai, apakah aku layak dan pantas untuk menjadi kekasihmu." Bagas mengecup tangan Sandra yang ada dalam genggamannya.

__ADS_1


Sementara Sandra menutup mata. Menikmati debaran-debaran halus di hatinya.


"Apa kamu selalu memperlakukan wanita dengan cara seperti ini?" Sandra menatap Bagas yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


Laki-laki itu tidak menjawab. Dia terus saja mengemudikan mobilnya hingga sampai di tempat tujuan.


Bagas melepaskan seatbelt. Lelaki itu kemudian keluar dari mobil. Melihat Bagas keluar, Sandra pun ikut keluar dari mobil. Perempuan itu juga tidak menolak saat Bagas menggandeng tangannya.


"Kamu suka pantai?" Sandra mengangguk sebagai jawaban. Perempuan itu tidak berkata apa-apa lagi. Senyum tipis tersungging di bibirnya saat melihat tangannya yang berada dalam genggaman Bagas.


Lelaki itu, dia sangat pemaksa, tetapi, entah mengapa, Sandra selalu dibuat tidak berkutik di depannya. Seperti sekarang, seharusnya dia marah bukan, saat pria itu dengan seenaknya menggandeng tangannya seolah-olah mereka berdua adalah sepasang kekasih?


Namun, lagi-lagi Sandra seolah tidak mempunyai keberanian untuk menolaknya.


Bagas mengajak Sandra duduk di sebuah bangku panjang.


"Kita bisa duduk santai di sini." Lagi-lagi Sandra mengangguk.


"Aku akan menjawab semua pertanyaanmu di mobil tadi." Bagas menarik tubuh Sandra mendekat agar ke arahnya.


Seperti saat di mobil tadi, Sandra hanya menurut. Kedua matanya menatap tajam ke arah Bagas. Namun, saat tangan pria itu menggeser tubuhnya kemudian melingkarkan tangan pada perutnya, Sandra hanya terdiam. Tubuhnya tidak mampu menolak apa yang dilakukan oleh Bagas.


Bagas memeluk Sandra dari belakang. Membiarkan rambut Sandra yang diterpa angin menghalangi wajah tampannya.


"Semenjak aku bertemu denganmu untuk pertama kalinya, semenjak itu pula aku mengakhiri petualanganku dengan semua wanita."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


Maafkan baru bisa update 🙏


__ADS_2