
"Siapa dia?" ulang Bramantyo marah sekaligus penasaran siapa pria yang telah membuat Sandra membuka pintu hatinya setelah bertahun-tahun bercerai dengan Sean.
Bramantyo bahkan pernah menawarkan perjodohan pada Sandra karena merasa tidak tega melihat putrinya menjanda di usia muda. Namun, Sandra bersikeras memilih karirnya daripada menikah lagi dengan lelaki lain yang tidak disukainya.
"Siapa dia, Sandra?" Bramantyo tidak lagi mempunyai stok kesabaran. Amarahnya kembali naik saat melihat Sandra justru terdiam, tak mau menjawab pertanyaannya.
"Sandra–"
"Bagas Bimantara, Pa." Sandra menatap papanya yang terlihat terkejut.
"Bagas Bimantara?" ulang Bramantyo sambil menatap tajam ke arah Sandra. Begitupun Veronika yang semakin penasaran. Bagas Bimantara adalah nama yang tidak asing untuknya.
"Bagas Bimantara, pengusaha muda yang kemarin menjadi perbincangan di sosial media karena mengalami kecelakaan tunggal."
"Apa?" Kali ini, Bramantyo dan Veronika benar-benar terkejut.
"Kamu jangan mengada-ada, Sandra. Pria itu baru saja menikah kemarin. Bagas Bimantara adalah salah satu kolega papa!" Bramantyo menggeram karena mengira Sandra membohonginya.
Siapa yang tidak mengenal pria muda itu di dunia bisnis? Sepak terjangnya bahkan menyamai Sean. Namun, jika mengingat tentang Sandra yang mengatakan kalau lelaki yang hendak menikahinya adalah seseorang yang pernah berusaha menodainya, tentu saja Bramantyo tidak mempercayainya.
"Kamu bilang, kamu akan menikah dengan pria yang dulu pernah melecehkanmu. Tapi kenapa kamu membawa-bawa nama Bagas Bimantara?"
Sandra belum menjawab pertanyaan Bramantyo, tetapi, Veronika sudah memberikannya pertanyaan tambahan.
Sandra menghela napas panjang. Kenapa susah sekali mendapatkan restu dari kedua orang tuanya? Dulu, saat dirinya bersama Sean, kedua orang tuanya langsung setuju tanpa syarat. Lalu, kenapa sekarang begitu sulit?
"Bagas seharusnya memang menikah semalam. Tetapi, pernikahannya batal. Ingatannya pulih beberapa saat sebelum pernikahan hingga akhirnya dia memilih kabur dan kembali padaku," jelas Sandra menjawab pertanyaan papanya.
__ADS_1
Bramantyo dan Veronika kembali terkejut mendengar penuturan Sandra.
"Kamu jangan berbohong, Sandra. Papa memang tidak bisa datang ke pernikahan mereka karena papa dan mama sedang ada urusan di Singapura. Tapi, teman-teman papa banyak yang menghadiri undangan resepsi pernikahan itu kemarin," ucap Bramantyo masih tetap tidak percaya.
"Resepsi kemarin memang tetap dilaksanakan. Tapi pengantin prianya bukan Bagas melainkan Dirga, sepupunya.
Kedua orang paruh baya itu kembali terkejut.
"Apa maksudmu, Sandra?"
"Papa, Bagas adalah lelaki yang dulu pernah melecehkan aku. Saat itu, dirinya memang bukan orang baik. Bagas juga menyembunyikan identitasnya saat itu karena dirinya ingin hidup bebas.
Tapi, semenjak dirinya keluar dari penjara, dia akhirnya kembali ke keluarga Bimantara dan seperti yang Papa liat sekarang, Bagas berkembang dengan pesat. Dia menjadi salah satu pengusaha yang kekuatannya bahkan setara dengan Sean," jelas Sandra panjang lebar.
Bramantyo dan Veronika saling berpandangan.
Tidak lagi! Dirinya tidak ingin lagi kehilangan Bagas. Beberapa hari dilupakan oleh pria itu saja membuat Sandra begitu terpuruk apalagi, jika ia benar-benar kehilangan Bagas dalam kehidupannya.
"Kamu tidak sedang berbohong 'kan, Sandra? Bimantara bukanlah keluarga main-main. Mereka–"
"Apa aku terlihat seperti sedang berbohong, Pa?" sela Sandra cepat.
"Aku tidak pernah berbohong. Aku hanya mengucapkan apa yang terjadi padaku sekarang. Kalau memang Papa dan Mama tidak percaya, Papa boleh suruh orang-orang kepercayaannya apa untuk menyelidikinya." Sandra mengembuskan napas panjang. Merasa tidak percaya jika keluarganya tidak mempercayainya.
"Apa benar Sean mengetahuinya?" Veronika menatap Sandra.
"Aku sudah mengatakan pada Mama. Jangan lagi berharap pada Sean. Sean itu suami orang, Ma. Kenapa Mama masih terus saja mengharapkan dia kembali bersamaku?" Sandra merasa kesal dengan ulah mamanya yang seringkali membahas Sean setiap kali bertemu dan meneleponnya.
__ADS_1
"Karena hanya Sean menantu mama yang sempurna, Sandra. Seharusnya kamu tidak bercerai dengannya dan menyerahkan lelaki itu pada wanita itu."
"Mama!" Sandra berteriak membuat Veronika kaget.
"Maafkan Mama, Sayang, mama hanya–"
"Mereka sudah bahagia, Ma. Jangan usik mereka. Sampai kapanpun tidak akan pernah kembali pada Sean begitupun Sean sendiri."
"Jadi, benar orang itu adalah Bagas Bimantara?" Bramantyo kembali bertanya. Pria itu masih penasaran dan tidak percaya.
"Papa masih tidak percaya padaku?" ucap Sandra menatap sang papa dengan kesal.
"Bukan begitu, Sandra, papa hanya–"
"Sandra." Suara seseorang yang memanggil Sandra membuat ketiga orang yang sedang berdebat itu menatap ke arah suara.
"Kamu?" Sandra menatap pria di hadapannya dengan tatapan tak percaya.
"Hai, Sayang, aku datang bersama kedua orang tuaku ke sini untuk menemui kedua orang tuamu." Bagas duduk di kursi roda dengan senyum mengembang pada wajah tampannya.
Belum sempat hilang keterkejutan Sandra akan kehadiran Bagas yang begitu tiba-tiba. Sandra kembali dikejutkan dengan ucapan Bagas.
"Aku juga sekalian mengajak Pak Penghulu. Aku ingin kita menikah hari ini juga."
BERSAMBUNG ....
Sepertinya Bagas sudah gila. Bucin akut sama Sandra 😂
__ADS_1