Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
HARUS LEBIH BERSABAR LAGI


__ADS_3

Bagas merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Laki-laki itu sungguh sangat lelah. Memikirkan wanita yang bertahun-tahun sangat dirindukannya itu sangat menguras emosi dan tenaganya.


Apa yang dikatakan oleh Anisa memang benar, dirinya harus lebih bersabar lagi menghadapi Sandra. Perempuan itu butuh waktu untuk bisa menerimanya.


Rasa trauma yang dialami wanita itu akibat perbuatannya membuat Bagas harus menerima kenyataan kalau dirinya tidak bisa mendekati Sandra dengan terburu-buru.


Bagas mendesah panjang. Hatinya sudah tidak sabar untuk memiliki wanita itu. Akan tetapi, wanita itu justru ketakutan saat ia mendekatinya.


Andai saja sahabat-sahabatnya yang lain tahu bagaimana nasibnya saat ini, mereka semua pasti akan menertawakannya.


Bagas, cassanova yang biasanya dikejar oleh setiap wanita, kini justru mengejar wanita yang bahkan tidak menyukainya sama sekali.


Sial! Kenapa aku harus dipertemukan dengan dia?


Bagas mengumpat dalam hati sambil mengepalkan tangannya. Tak lama kemudian, laki-laki itu meraih ponselnya di atas nakas.


Bagas membuka galeri dalam ponselnya. Galeri yang berisi foto-foto Sandra dengan berbagai pose.


Wanita itu terlihat sangat cantik. Tetapi, bukan kecantikan Sandra yang Bagas kagumi dari wanita itu. Bagas berpikir, kalau semua perempuan pasti cantik. Cantik dengan caranya sendiri.


Hanya saja, yang membedakan mereka adalah kecantikan luar dan dalam. Bagas jatuh cinta pada Sandra bukan karena kecantikannya. Laki-laki itu menyadari kalau dirinya jatuh cinta saat dirinya melihat Sandra begitu gigih mempertahankan kehormatannya.


Wanita itu, meskipun hidup dalam gemerlapnya dunia modelling, tetapi dia bisa menjaga dirinya sebagai seorang wanita.


Sandra begitu sangat berbeda dengan wanita-wanita yang selama ini dikenalnya.


Wanita-wanita murahan yang begitu mudah naik ke ranjangnya menikmati malam panjang penuh kenikmatan.


"Sandra, apa yang aku rasakan padamu ini adalah kebenaran. Aku harap, suatu saat kamu benar-benar bisa memaafkan aku dan mau menerima cintaku yang begitu besar untukmu," ucap Bagas lirih, sambil mengusap wajah cantik Sandra pada ponselnya.


"Aku janji, aku akan memberikan seluruh duniaku untuk membahagiakanmu."

__ADS_1


***


Sandra tersenyum cantik di depan kamera saat kilatan blitz beberapa kali mengarah padanya. Perempuan itu bergaya sesuai dengan arahan orang-orang yang kini berada di hadapannya.


Saat ini Sandra sedang melakukan pemotretan dengan memperagakan beberapa busana milik desain terkenal di negara itu.


Selang hampir satu jam kemudian, wanita cantik itu tersenyum lega. Pekerjaan pertamanya sudah selesai. Kini, tiba waktu dirinya beristirahat.


Perutnya sudah terasa lapar karena memang sudah waktunya jam makan siang. Model cantik itu tersenyum saat sang asisten melangkah menghampirinya.


Anisa membantu sandra mengganti bajunya. Melepas busana milik desain terkenal yang baru saja dipakainya untuk pemotretan.


Setelah selesai mengganti bajunya, Sandra dan Anisa makan siang bersama. Kedua perempuan itu sesekali tertawa bersama. Sandra sejenak melupakan masalah yang kemarin begitu membuatnya ketakutan dan sangat menyiksanya.


Pekerjaan memang langkah yang ampuh buat Sandra untuk melupakan semua masalahnya. Dengan bekerja, semangatnya kembali hadir. Ditambah lagi kehadiran Anisa yang selalu membuatnya merasa terhibur.


"Aku bilang, semua pasti akan baik-baik saja. Kalaupun suatu saat nanti kamu bertemu dengannya lagi, kamu pasti bisa menghadapinya," ucap Anisa pelan dan hati-hati.


Anisa juga harus bisa mendekatkan Bagas dengan Sandra nantinya. Ia harus meyakinkan Sandra kalau Bagas saat ini sudah berubah menjadi pria yang sangat mendambakannya.


Anisa menghirup udara di sekitarnya kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Tugas yang begitu mudah sebenarnya, tetapi,. sangat sulit dilakukan.


Sekarang, Anisa merasa dilema.


"Aku setuju dengan usulmu untuk pergi ke psikiater." Sandra menatap Anisa dengan tatapan yakin. Setelah berpikir semalaman, perempuan itu memutuskan untuk mengikuti saran Anisa.


"Benarkah?" Wajah Anisa berbinar.


"Hmm." Sandra menyiapkan salad ke dalam mulutnya.


"Tapi aku tidak mau semua orang mengetahuinya."

__ADS_1


"Tentu saja. Aku juga tidak akan melakukan tindakan gegabah sampai semua orang tahu." Anisa tersenyum menatap Sandra.


"Kamu orang baik. Aku yakin, Tuhan pasti akan menolongmu." Anisa kembali berucap.


"Terima kasih, Nis, aku harap, aku bisa melupakan semuanya dan bisa sembuh dari traumaku agar kelak, saat aku tidak sengaja bertemu dengannya lagi, aku tidak terlihat memalukan seperti kemarin."


Anisa mengusap rambut Sandra. "Aku yakin, kamu pasti bisa."


Sandra mengangguk mendengar ucapan Anisa. Dalam hati ia berdoa, semoga apa yang menjadi harapan Anisa dan harapannya akan terkabul suatu saat.


Sementara itu, tanpa sadar, tidak jauh dari tempat itu, seseorang memperhatikan Sandra. Bibirnya mengulas senyum saat melihat tawa Sandra yang membuat perempuan itu terlihat semakin cantik.


"Seandainya aku juga bisa ikut duduk di sana, aku pasti akan sangat bahagia Sandra."


BERSAMBUNG ....


Mampir lagi di karya temen Author yang nggak kalah keren ini yuk!



Blurb:


Adelia, menerima perjodohan dengan Andra. Seseorang yang tidak dikenalnya sama sekali. Dia mau menerima perjodohan itu setelah putus dari Bram yang kedapatan tidur dengan Bella.


Andra, ingin balas dendam kepada Citra yang sudah mengkhianati dirinya hanya untuk menikah dengan pengusaha kaya, yang bernama Candra. Kakeknya berjanji akan memberikan semua harta kekayaannya, jika dia menikahi Adelia.


Siapa sangka saat mereka memulai kehidupan rumah tangga, malah bertetangga dengan para mantan.


Apakah mereka akan kembali ke mantan masing-masing?


Atau malah jatuh cinta pada pasangannya saat ini?

__ADS_1


__ADS_2