Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
SKU SANGAT MERINDUKANMU


__ADS_3

Kata-kata Sean membuat Sandra menatap lelaki itu. Apa yang dikatakan oleh Sean adalah kalimat yang seringkali ia ucapkan dalam hati.


Menjadi model terkenal adalah impiannya semenjak dulu. Ia bahkan rela melakukan banyak hal untuk mencapai impiannya itu. Namun, entah kenapa, sejak pertemuannya dengan Bagas untuk pertama kalinya di Paris, Sandra justru langsung mengambil keputusan untuk mundur dari dunia modelling.


Apa dia menyesal? Entahlah! Akan tetapi, menyesal ataupun tidak, bukankah semuanya sudah terlambat?


"Aku bertemu dengan dia di Paris. Saat itu, aku sangat ketakutan, hingga akhirnya, tanpa pikir panjang aku memutuskan untuk pulang ke sini." Sandra menatap Sean dan Kanaya bergantian.


"Dia? Dia siapa?" Sean merasa sangat terkejut mendengar penuturan Sandra. Biar bagaimanapun, menjadi model terkenal adalah impian wanita itu dari semenjak lama. Bahkan, Sean pun membantunya agar wanita itu bisa meraih impiannya dengan mudah saat di Paris.


Namun, siapa sangka Sandra justru melepaskan impiannya begitu saja hanya karena seseorang.


"Dia ... seseorang yang dulu hampir saja membuatku mati."


"Apa?" Sean sangat terkejut mendengar ucapan Sandra.


"Bagaimana bisa?"


"Tentu saja bisa. Dia sudah bebas dari penjara," jawab Sandra. Netranya menatap Sean yang tampak terkejut.


Sandra yakin, laki-laki itu pasti lupa. Lupa dengan janjinya yang akan selalu menjaganya dari lelaki itu.


"Kenapa aku sampai tidak tahu kalau laki-laki brengsek itu sudah keluar dari penjara?"


"Kamu terlalu sibuk, makanya kamu ketinggalan info!" Sandra mencibir.


"Sandra, aku serius! Aku benar-benar tidak tahu kalau dia sudah keluar dari penjara. Aku–"


"Sudahlah, Sean. Lagipula aku baik-baik saja. Kamu nggak usah khawatir," potong Sandra cepat. Wanita itu tidak mau membuat Sean merasa bersalah.


"Maaf!" Sean menatap Sandra dengan penuh rasa sesal.


"Kamu benar. Dalam waktu setahun ini aku memang sangat sibuk. Papa sudah menyerahkan hampir separuh dari bisnisnya. Oleh karena itu, waktuku banyak tersita oleh pekerjaan. Aku bekerja keras agar tidak mengecewakan papa. Sekali lagi, aku minta maaf padamu." Sean menjelaskan panjang lebar agar Sandra mengerti. Biar bagaimanapun, dirinyalah yang dulu sudah berjanji pada Sandra untuk melindunginya dari pria brengsek itu.


"Untuk apa kamu minta maaf? Kamu tidak salah. Apa yang terjadi padaku itu adalah takdir. Bertemu dengannya di Paris pun merupakan takdir Tuhan. Kenapa aku harus menyalahkanmu?" Sandra menatap ke arah Sean.


"Lagipula, sekarang aku bukanlah tanggung jawabmu!" Sandra menegaskan.

__ADS_1


Sean menghela napas panjang.


"Kamu benar. Kamu sekarang memang bukan tanggung jawabku. Tetapi, aku dan Kanaya hanya ingin yang terbaik untukmu."


"Yang terbaik untuk kalian bukan berarti terbaik untukku. Sudahlah! Jangan bicara lagi. Kalian tidak usah ikut campur urusanku dengan dia."


"Sandra." Kanaya dan Sean berucap berbarengan.


"Aku akan memberitahu kalian kalau terjadi sesuatu nanti. Kalian tenanglah!" Sandra kembali berucap.


Sepasang suami istri itu menghela napas panjang. "Baiklah! Kalau itu memang maumu. Tapi kamu harus ingat, telepon aku atau Kanaya jika terjadi sesuatu," ucap Sean. Sementara Sandra menganggukkan kepala sebagai jawaban.


***


Sandra akhirnya memutuskan pulang setelah puas melepas rindu dengan kedua orang yang pernah menjadi masa lalunya. Masa lalu yang tidak ingin ia kenang.


Sebenarnya, Sandra sedikit menyesal karena sudah menceritakan masalahnya dengan Bagas pada Sean. Sandra yakin, lelaki yang pernah menjadi suaminya itu pasti saat ini tidak akan tinggal diam. Sean pasti menyuruh anak buahnya untuk menjaganya dari jauh.


Sandra baru saja masuk ke dalam mobilnya saat ponsel di dalam tasnya berdering.


"Dia lagi?" Sandra menatap layar ponselnya yang tertera nama 'Pria brengsek memanggil.'


Namun, entah kenapa, saat pria itu mengatakan untuk tidak memblokir nomornya, Sandra malah menurut. Wanita itu memberi nama 'pria brengsek' pada nomor Bagas.


Sandra masih menimbang-nimbang, apakah dirinya harus mengangkat panggilan telepon orang itu atau mengabaikannya.


Akan tetapi, jika ia mengabaikan telepon itu, Sandra yakin, pria brengsek itu tidak akan berhenti meneleponnya.


Sandra mengembuskan napas panjang. Kenapa nasibnya sial sekali?


"Halo, Sandra. Kenapa lama sekali mengangkat panggilan telepon dariku?" Suara di seberang sana terdengar kesal.


"Siapa suruh kamu meneleponku? Masih untung aku mau mengangkatnya." Sandra membalas ucapan Bagas dengan kesal.


"Apa-apaan dia? Harusnya aku yang marah, tapi kenapa justru dia yang marah-marah padaku?" Sandra menggerutu kesal.


"Ada apa? Kalau tidak ada yang penting, aku tutup teleponnya sekarang!"

__ADS_1


"Jangan! Jahat banget sih, orang lagi kangen juga!"


Sandra melongo mendengar ucapan Bagas di seberang sana.


"Tidak usah basa-basi. Ucapanmu membuat telingaku sakit!" kesal Sandra. Sementara di ujung sana Bagas justru tertawa.


Baru kali ini ada perempuan yang telinganya tiba-tiba sakit saat mendengar ungkapan rindu darinya.


"Hei, Brengsek! Cepat katakan! Ada apa kau meneleponku?" Mendengar tawa Bagas, Sandra semakin kesal.


Bisa-bisanya lelaki itu mempermainkannya.


"Aku hanya ingin mengatakan, kalau aku sangat merindukanmu. Sungguh! Aku benar-benar merindukanmu. Andai saja saat ini aku tidak berada jauh darimu, aku pasti akan menemuimu saat ini juga." Bagas mengungkapkan semua perasaannya.


Sedangkan Sandra mendadak diam saat mendengar kalimat yang terucap dari mulut Bagas.


"Memangnya kamu ada di mana? Kenapa tidak bisa menemuiku?"


Alih-alih menutup panggilan teleponnya karena mendengar ucapan Bagas yang tidak penting, Sandra justru menanyakan keberadaan pria itu.


"Aku sedang berada di Paris, Sayang. Selama sebulan ini, aku mengurus pekerjaanku di sana."


"Benarkah?"


BERSAMBUNG ....


Sepertinya setelah ini, bakalan ada yang kangen nih, sama Bagas 😂😂


Sambil nunggu Author update. Ayo merapat di novel milik teman Author!



Nomor 29


Kehidupan Alisha Fakhira seketika berubah, saat dirinya dijadikan sebagai pelunas hutang keluarganya. Iyaa gadis kecil yang baru beranjak 16 tahun itu dipaksa menikah pada seorang rentenir yang memiliki 4 Istri dan Alisha, menjadi istrinya yang 5. Akan tetapi statusnya sebagai istri hanya berlangsung satu hari saja. Karena diimalam pertamanya, sang suami malah meninggal dunia.


Karena telah dituduh sebagai pembawa sial. Alisha di usir oleh keempat para istri sang rentenir. Bukan hanya mereka saja yang mengusir dirinya. Bahkan keluarganya, juga ikut mengusir dirinya. Karena merasa bingung akhirnya Alisha memutuskan pergi ke kota, untuk mengadu nasib disana.

__ADS_1


Bagaimanakah kehidupan Alisha dikota?


Akankah ia menemukan cintanya disana? Yuk ikuti ceritanya, In shaa Allah tak kalah seru dengan novel author yang lainnya loh


__ADS_2