Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
AKU TIDAK PEDULI DENGAN MASA LALUMU


__ADS_3

"Kamu hanya perlu membuktikan kalau ucapan kamu itu benar dan bukan hanya janji semata, dan satu lagi, mantan suamiku itu tidak pernah menyakiti aku. Dia adalah suami terbaik buat aku. Sean adalah lelaki sempurna yang pernah hadir dalam hidupku, sayangnya, aku begitu bodoh telah menyia-nyiakan lelaki sebaik dia." Sandra berucap panjang lebar. Entah kenapa, saat mendengar Bagas mengucapkan kata-kata suami, hatinya merasa tersentil.


Sean adalah pria yang sangat dicintainya. Pria itu adalah pria sempurna yang pernah hadir di dalam hidupnya. Cintanya Sean yang begitu besar terhadapnya membuat Sandra lupa diri.


Lupa, kalau Sean pun bisa merasa sakit hati dengan sikapnya yang sudah keterlaluan. Berpisah dengan Sean adalah pilihan yang sulit. Namun, demi kebahagiaan pria itu dan sahabat baiknya, Sandra rela melepaskan pria yang paling dicintainya di dunia ini.


"Aku tidaklah sebaik seperti yang kamu lihat, Bagas. Aku bukanlah istri yang baik saat masih menjadi istrinya Sean. Seandainya kamu tahu bagaimana aku di masa lalu, kamu pasti akan berpikir ulang untuk mengatakan cinta padaku." Sandra menatap Bagas yang tampak sedikit terkejut. Namun, lelaki itu langsung mengubah ekspresi wajahnya dengan senyuman.


"Aku tidak peduli dengan masa lalumu. Aku hanya peduli pada masa depanmu, masa depan kita dan juga anak-anak kita nanti." Bagas tersenyum sendiri saat mengucapkan kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya.


Masa depan? Anak-anak? Bagas bahkan tidak pernah membahas tentang soal ini pada siapapun bersama dengan Sandra, Bagas benar-benar seperti bukan dirinya sendiri.

__ADS_1


Dulu, Bagas tidak pernah berpikir tentang masa depan, pernikahan, apalagi, tentang anak-anak. Baginya, dunia malam dan wanita adalah hidupnya. Apa yang terjadi hari ini, maka terjadilah! Dan apa yang akan terjadi besok, berarti besok saja dipikirkan. Itu adalah motto hidup Bagas saat itu. Seorang lelaki yang tidak punya masa depan sama sekali.


Hidupnya hanya dihabiskan untuk bersenang-senang. Tidak pernah sedikitpun terpikir olehnya menjalani hidup dengan benar. Sampai akhirnya, ia bertemu dengan Maya, wanita yang telah mempertemukannya dengan Sandra.


Kehidupan Bagas benar-benar berubah setelah bertemu dengan Sandra. Dunianya yang semula hanya dipenuhi dengan wanita-wanita bayaran yang menghangatkan ranjangnya dan juga minuman beralkohol yang selalu menemaninya kini berganti dengan dunia kerja dan percintaan.


Mencintai Sandra membuat Bagas bekerja keras untuk membuktikan pada wanita itu jika dirinya layak bersanding dengannya. Apalagi, saat dirinya tahu mantan suami dari Sandra bukanlah orang sembarangan.


Bagas yang awalnya tidak tertarik sama sekali dengan perusahaan, akhirnya bersemangat saat menyadari kalau dirinya juga bisa seperti Sean, menjadi pengusaha


yang sukses di usia muda. Dengan begitu, Bagas bisa memantaskan diri untuk bersanding dengan wanita pujaannya.

__ADS_1


Sandra sedikit terkejut saat mendengar ucapan Bagas. Namun, seketika dirinya menunduk. Menyembunyikan wajahnya yang mungkin saat ini berubah karena tiba-tiba bayangan Sean dan Kanaya terlintas di kepalanya.


"Aku belum bersedia menerima kamu. Tapi, kenapa kamu dengan begitu percaya diri sudah membicarakan tentang anak?" Ingatan Sandra kembali ke masa lalu. Saat keluarga Sean memintanya memberikan seorang cucu.


Akibat permintaan keluarga Sean yang terus mendesaknya dan juga keegoisan dirinya yang saat itu terus menerus bersikeras tidak ingin hamil, apalagi, sampai melahirkan.


"Apa kamu tahu, Bagas? Dulu, saat aku masih bersama dengan Sean, aku menolak untuk hamil. Aku tidak ingin hamil, apalagi sampai melahirkan."


"Apa?"


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2