
"Sah!"
"Saahh!"
Semua orang yang berada di acara itu tersenyum lega. Tidak ada drama kesalahan dalam pengucapan ijab kabul. Lelaki yang menjadi pengantin pengganti itu dengan lancar mengungkapkan kalimat ijab kabul dengan satu kali tarikan napas. Padahal, lelaki itu baru beberapa menit yang lalu hadir di sana.
Saat lelaki itu baru saja datang, dia menerima secarik kertas yang berisi tulisan kalimat ijab Kabul. Kertas itu adalah kertas yang rencananya akan diberikan pada Bagas karena lelaki itu belum juga bisa menghapal meskipun sudah seharian dia menghapalkannya. Namun, tidak disangka, pengantin prianya justru berganti karena Bagas melarikan diri.
Dengan hati berdebar Shena melangkah mendekati pria yang baru saja resmi menjadi suaminya. Kedua mata Shena membelalak saat melihat siapa pria yang menikahinya beberapa menit yang lalu.
"Kamu–"
"Sudah aku bilang padamu, hanya aku pria yang pantas untuk menjadi suamimu, Shena. Sejauh apapun kamu berlari, aku akan tetap megejarmu." Dirga mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Shena dengan tangan gemetar.
Wanita itu mencium punggung tangan pria yang kini sah menjadi suaminya. Pria yang ternyata adalah pria dari masa lalunya yang sangat mencintainya.
Terkadang, takdir memang selucu itu. Dirinya meninggalkan pria itu demi obsesinya menjadi nyonya besar di keluarga Bimantara. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Takdir mempertemukannya kembali dengan pria yang pernah mengukir kenangan manis bersamanya itu.
"Dirga." Shena memejamkan mata saat pria itu mencium keningnya.
__ADS_1
Semua tamu undangan bertepuk tangan, ikut bahagia saat melihat sepasang pengantin baru itu.
"Kamu dan bayimu adalah milikku, Shena. Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain mengambil milikku. Apalagi, orang itu adalah sepupuku sendiri."
"Apa?" Kedua mata Shena membola. Namun, detik berikutnya perempuan berbaju pengantin itu tersenyum ke arah kamera yang sedari tadi membidik ke arah mereka berdua.
Shena dan laki-laki bernama Dirga itu beberapa kali berpose di depan kamera. Seorang fotografer yang disewa Shena untuk mengabadikan pernikahannya.
Shena dan Dirga tersenyum sambil saat berpose sambil memegangi buku nikah mereka. Meskipun Shena merasa terpaksa menikah dengan Dirga, tetapi, saat berpose di depan kamera, wanita itu tersenyum cantik seolah merasa sangat bahagia.
Shena sungguh tidak pernah menyangka kalau pengantin pengganti yang menggantikan Bagas adalah Dirga. Pria yang sampai sekarang masih berstatus sebagai kekasihnya.
Bagas adalah orang yang pertama kali menolaknya. Dia adalah pria yang tidak pernah tergoda sama sekali dengan kecantikannya.
Selain itu, Bagas juga tidak pernah tergoda dengan tubuhnya meskipun terkadang dengan sengaja dirinya merayu Bagas dengan pakaian seksi dan gerakan-gerakan sensual yang membangkitkan jiwa kelelakiannya.
"Kamu sepupunya Bagas?" Shena dan Bagas kini duduk di kursi pelaminan. Shena langsung melempar pertanyaan yang sedari tadi bersarang di kepalanya.
"Ya. Bagas adalah keponakan mamaku. Tante Liana dan mamaku kakak beradik." Dirga tersenyum menatap Shena.
__ADS_1
Sebenarnya saat ini dirinya sangat marah pada wanita di depannya itu. Sayangnya, semarah apapun dirinya pada Shena, tetap saja, rasa cintanya untuk wanita itu tidak pernah pudar.
Dirga terpaksa meninggalkan pekerjaannya saat mendengar kabar tentang pernikahan Bagas. Seluruh keluarganya meminta Dirga datang ke pernikahan Bagas. Mereka ingin Dirga menjenguk Bagas yang baru saja keluar dari rumah sakit sekaligus menghadiri pernikahan sepupunya itu.
Awalnya Dirga tidak tahu jika Bagas akan menikah dengan Shena. Kedua orang tuanya dan juga tante Liana hanya mengatakan kalau Bagas akan menikah dengan anak dari sahabat sekaligus teman bisnis kedua orang tuanya.
Lelaki itu sangat terkejut saat tiba-tiba Bagas meneleponnya. Bagas yang menurut keluarganya sedang mengalami amnesia setelah kecelakaan itu memberitahukan padanya lewat telepon jika dirinya akan menikah dengan Shena.
Dunia Dirga seolah hancur seketika mendengar wanita yang sangat dicintainya itu akan menikah dengan sepupunya. Selama ini Dirga memang mengetahui dari Bagas tentang Shena yang selalu mengejar sepupunya itu. Namun, Bagas belum sempat menceritakan padanya kalau kedua orang tuanya akan menjodohkannya dengan Shena.
Oleh karena itu, saat Bagas menelepon, Dirga benar-benar merasa terkejut. Lelaki itu lebih merasa terkejut lagi saat Bagas mengatakan kalau dia tidak ingin menikahi Shena karena Bagas sangat mencintai perempuan bernama Sandra.
Ingatannya sudah pulih karena itu Bagas memintanya segera pulang untuk menggantikan sepupunya itu menikah dengan Shena. Bagas yang sudah mengetahui hubungannya dengan Shena tentu tidak akan membiarkan Shena menikah dengan orang lain. Apalagi, Bagas juga mengetahui tentang kehamilan Shena.
Dirga menatap Shena yang tampak terkejut. Meskipun beberapa saat lalu wanita hamil itu sudah mendengar ucapannya jika Bagas adalah sepupunya, nyatanya perempuan itu masih terlihat kaget.
"Kenapa? Kamu terkejut? Aku tidak pernah menyangka kalau wanita yang aku cintai ternyata begitu licik. Kamu ingin menikah dengan Bagas sementara kamu tahu kalau saat ini kamu sedang mengandung anakku. Apa kamu memang benar-benar berniat menjebak Bagas?"
"Dirga."
__ADS_1
BERSAMBUNG ....