Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
RENCANA SHENA


__ADS_3

Bagas menatap wajah Sandra yang terlihat sendu saat dirinya mengatakan tidak mengenal perempuan itu. Semua orang mengatakan kalau dirinya sangat mencintai wanita bernama Sandra itu. Tetapi, kenapa dirinya tidak mengingatnya sama sekali?


Shena benar, jika wanita itu adalah orang yang spesial di hatinya, tidak mungkin saat ini ia melupakan wanita itu bukan? Kalau benar apa yang dikatakan oleh semua orang jika Sandra adalah seseorang yang sangat dicintainya, kenapa dirinya tidak mengingat wanita itu sama sekali? Kenapa dirinya justru mengingat Shena yang mereka katakan adalah wanita ular yang akan menghancurkan hubungannya dengan Sandra?


Bagas memegangi kepalanya yang berdenyut sakit.


"Bagas–"


"Menyingkir dariku!" Bagas menepis tangan Sandra.


"Jangan memaksa kalau kamu memang belum ingat apapun. Tenanglah!" Sandra tampak khawatir dengan keadaan Bagas. Wanita itu kemudian memencet tombol untuk memanggil petugas medis.


Sandra tidak tahan melihat Bagas yang terlihat kesakitan.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Shena mendekati Bagas dengan raut wajah khawatir.


"Aku tidak apa-apa. Kepalaku pusing." Bagas meringis kesakitan.


"Ini semua gara-gara kamu! Kenapa kamu tidak pergi saja dari sini?" Shena memarahi Sandra.

__ADS_1


"Sudah aku bilang, aku tidak akan meninggalkan Bagas di sini, apalagi sama kamu. Kamu lupa, kamu adalah orang yang telah menyebabkan Bagas celaka!" Sandra berbalik marah pada Shena. Wanita itu kemudian menatap Bagas dengan panik.


"Tenang, Bagas. Dokter sebentar lagi datang," ucap Sandra.


Tak berapa lama kemudian, seorang dokter dan dua orang perawat masuk ke dalam ruangan. Sandra dan Shena menyingkir dari hadapan Bagas saat dokter bernama Reza itu ingin memeriksa Bagas.


"Sebaiknya kalian berdua keluar dari sini. Dokter akan memeriksa pasien." Seorang perawat berbicara dengan hati-hati pada Sandra dan Shena.


Kedua wanita itu mengangguk meskipun sama-sama tidak rela keluar dari ruangan itu.


"Sebaiknya kamu segera pulang. Kehadiranmu tidak diinginkan di sini, Sandra." Shena masih mencoba membuat Sandra marah agar wanita itu segera pergi dari rumah sakit.


Shena sendiri masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada. Namun, melihat Bagas benar-benar tidak peduli dan tidak mengingat Sandra sama sekali membuat Shena sangat senang.


Berbagai rencana terlintas di otaknya. Ia akan menggunakan kesempatan ini untuk menikah dengan Bagas. Shena akan meyakinkan Bagas jika mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sangat bahagia.


Shena akan memutar balikkan fakta dan merayu Bagas agar segera menikahinya. Ia akan memaksa Bagas untuk menekan keluarganya agar segera menikahkan mereka berdua. Namun, sebelum ia melakukan rencananya, Shena harus mengusir Sandra terlebih dahulu sebelum orang kepercayaannya Bagas dan kedua orang tuanya datang.


"Sudah aku bilang, aku tidak akan pergi dari sini." Sandra menatap tajam pada Shena. Wanita itu memasukkan ponselnya ke dalam saku setelah melakukan panggilan darurat pada Bimo.

__ADS_1


Sandra menghubungi ponsel Bimo tanpa harus berbicara pada laki-laki itu.


"Sepertinya kamu benar-benar wanita tidak tahu malu!" Shena berteriak kesal.


"Seharusnya aku yang mengucapkan kata-kata itu untukmu, wanita ular!" Sandra menatap Shena dengan sinis.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu karena kamu sudah menyebabkan Bagas celaka," lanjut Sandra.


"Kamu pikir aku takut? Aku bisa berbuat nekad dan benar-benar menghancurkanmu, Sandra!" Shena menatap tajam ke arah Sandra.


"Apalagi, saat ini Bagas tidak mengingatmu sama sekali!" ejek Shena meremehkan.


Sandra mengepalkan tangannya dengan kuat. Wanita di depannya ini terlihat sangat berbahaya. Wajah polosnya ternyata tidak sesuai dengan tingkah lakunya.


Ternyata benar apa kata orang. Jangan melihat seseorang dari luarnya saja, karena tidak semua orang yang terlihat baik, di dalamnya juga baik. Seperti wanita di hadapannya saat ini. Tampang malaikat tetapi berhati iblis.


"Bagas melupakan aku karena saat ini pikirannya sedang kacau. Nanti, setelah dia pulih, dia akan kembali mengingatku. Sebaiknya kamu jangan terlalu berharap, Shena. Kau bahkan sangat tahu pasti bagaimana Bagas sangat mencintaiku!"


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2