Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
KERAGUAN SANDRA


__ADS_3

Sandra menghela napas panjang dan mengembuskannya berkali-kali. Semua ucapan Bagas kembali terngiang di telinganya.


Entah apa yang dirasakannya saat ini, Sandra masih belum berani memutuskan. Ia sendiri tidak yakin yang dengan perasaan yang ia rasakan saat ini.


Apa benar yang dirasakannya itu adalah cinta? Apa benar rasa rindu dan rasa kesal pada lelaki itu adalah karena ia mencintainya? Entahlah! Sandra benar-benar tidak merasa yakin dengan apa yang dirasakannya saat ini.


Sandra seringkali merasakan rindu saat laki-laki itu jauh darinya. Wanita itu juga sering merasa kesal saat Bagas tidak mengabarinya.


Bahkan, Sandra juga merasa cemburu saat melihat lelaki itu bersama dengan perempuan lain. Apalagi, saat melihat mereka terlihat mesra seperti sepasang kekasih.


Sandra sungguh sangat cemburu saat gadis bernama Shena itu ternyata adalah wanita yang dijodohkan dengan Bagas oleh orang tuanya. Namun, kenapa ia harus cemburu? Bukankah, antara dirinya dan Bagas tidak ada hubungan apapun?


Lelaki itu memang selalu mengatakan kalau dia sangat mencintainya. Akan tetapi, bukankah ia sendiri belum memberikan jawaban apapun?


Sandra mengacak-acak rambutnya. Perempuan itu merasa kesal pada dirinya sendiri karena masih belum bisa mengartikan perasaan apa yang saat ini sedang ia rasakan.


Dulu, saat bersama Sean Sandra juga merasakan hal yang sama seperti yang saat ini ia rasakan pada Bagas.

__ADS_1


Rasa rindu saat berjauhan, rasa kesal saat merasa tidak diperhatikan, dan juga merasa cemburu saat Sean terlihat berjalan bersama perempuan lain, meskipun perempuan itu adalah sekretarisnya.


Sandra seringkali cemburu buta pada Sean karena rasa cintanya yang begitu besar pada lelaki itu. Lalu, apakah perasaan yang dirasakannya pada Bagas adalah perasaan cinta seperti yang dulu pernah ia rasakan pada Sean?


Perempuan itu kembali menarik napas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan.


"Hanya mengartikan sebuah perasaan saja aku tidak bisa. Dasar bodoh!" Sandra mengumpat dalam hati. Sandra merutuki dirinya sendiri karena terlalu bodoh untuk mengartikan perasaan apa yang kini ia rasakan pada Bagas.


Jika memang apa yang dirasakan ini adalah cinta, apa Sandra akan menerima lelaki seperti Bagas menjadi pendamping hidupnya?


Sementara itu, dalam ingatan Sandra, wanita itu masih mengingat jelas bagaimana Bagas memperlakukan dirinya seperti wanita murahan di masa lalu.


Sandra sendiri pun tidak menyangka kalau dirinya juga akan merasakan perasaan yang sama dengan lelaki itu setelah apa yang dia lakukan di masa lalu. Seharusnya, ia masih marah pada lelaki itu bukan?


Akan tetapi, bukankah pria itu juga sudah mendapatkan ganjarannya? Meskipun hukuman penjara itu terlalu ringan, tetapi, tetap saja lelaki itu sudah mendapatkan hukuman bukan?


Sandra sebenarnya sudah merasakan perasaan lain pada Bagas. Hanya saja, dirinya masih ragu mengartikan perasaan yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


Bagaimana mungkin ia jatuh cinta pada seseorang yang dulu pernah bermaksud menghancurkan masa depannya? Sandra sungguh benar-benar tidak bisa membayangkannya.


Akan tetapi, Sandra juga tidak bisa menahan gejolak di hatinya. Detak jantungnya menggila saat dirinya berdekatan dengan pria itu. Hatinya menghangat setiap kali mendengar kata-kata cinta yang diucapkan oleh Bagas.


Sandra tidak bisa menampik kalau perlakuan Bagas padanya membuat dirinya merasa nyaman. Sandra merasa bahagia saat lelaki itu mengungkapkan perasaan cintanya.


Wanita itu seperti remaja labil yang baru pertama kali jatuh cinta. Namun, sebisa mungkin dirinya selalu menutupi perasaannya di depan Bagas.


Sandra sendiri tidak tahu kenapa dia melakukan hal itu. Berpura-pura tidak punya perasaan apapun pada lelaki itu. Namun, yang jelas, apapun alasannya, Sandra hanya takut suatu saat dirinya ditinggalkan.


Perempuan itu tidak tahu siapa Bagas sebenarnya, yang Sandra tahu, Bagas adalah lelaki brengsek yang tiba-tiba menjadi baik karena jatuh cinta padanya.


Dering ponsel Sandra terdengar. Membuyarkan lamunan wanita itu tentang Bagas.


Bibirnya membentuk senyuman saat nama seseorang yang baru saja dipikirkannya terlihat pada layar ponselnya.


"Halo, Sayang, aku ada di depan pintu rumahmu. Bolehkah aku masuk ke dalam?"

__ADS_1


"Hah?"


BERSAMBUNG ....


__ADS_2