
Bagas menatap Sandra dengan kedua mata berkaca-kaca. Lelaki itu tidak peduli seandainya Sandra menertawakan dirinya karena menangis di depan wanita yang sangat dicintainya itu.
"Maaf! Dulu aku memang bajingan. Tapi sekarang aku sudah sadar. Bertahun-tahun ini aku hidup dalam penyesalan karena hampir saja membuatmu celaka. Aku sungguh sangat menyesal." Bagas menangkup kedua tangan di dadanya.
Sementara Sandra, wanita cantik itu terus berjuang agar tetap bertahan. Sandra terus saja menyugesti dirinya agar tetap bisa mengendalikan ketakutan dalam hatinya.
Namun, kekuatannya hampir saja luruh saat pria itu justru mengatakan kata-kata yang membuatnya kembali mengingat kejadian itu.
Sialan! Kenapa dia malah mengingatkan aku tentang hari itu?
"Sandra, aku mohon tenangkan dirimu. aku tidak akan melakukan apapun padamu. A–aku benar-benar tidak sengaja bertemu denganmu di sini." Bagas kembali berbohong tentang keberadaannya yang tiba-tiba saja sudah berada di dekat Sandra.
Sandra masih terdiam dengan tubuh gemetar. Keringat dingin semakin membasahi wajah cantiknya. Netranya perlahan melirik ke arah Bagas yang sedari tadi terus saja berbicara.
Rasanya, Sandra ingin sekali menyumpal mulut pria itu karena sedari tadi dia terus mengoceh.
Ya, Tuhan, beri aku kekuatan.
Sandra berkali-kali mengembuskan napasnya. Pandangan matanya beralih ke arah jendela. Kedua netranya sengaja ia alihkan untuk melihat gumpalan awan putih yang terlihat di balik jendela.
Bibirnya bergetar terus merapal kata-kata yang menguatkan hatinya. Kata-kata sang dokter dan juga Anisa bergantian memenuhi kepalanya.
Semua ucapan dan nasihat saat dirinya datang ke psikiater untuk terapi akibat trauma yang menimpanya terus berdengung di telinganya.
__ADS_1
Model cantik itu terus menarik napas panjang kemudian mengembuskannya dengan perlahan. Dalam hati ia terus merapal doa dan meyakinkan dirinya sendiri untuk melawan rasa takutnya.
Tenang, Sandra, tenang. Bukankah laki-laki itu mengatakan kalau dirinya tidak sengaja bertemu denganmu?
Kedua tangan Sandra terkepal. Gejolak di dadanya terasa ingin meledak. Amarah, ketakutan, sekaligus kebencian bercampur menjadi satu. Rasanya, Sandra ingin sekali berteriak.
Sandra melirik jam di pergelangan tangannya. Hatinya kembali berdebar saat menyadari kalau saat ini bahkan baru setengah jam pesawat itu terbang. Masih ada lima belas jam setengah lagi untuk sampai ke negaranya.
Sandra memejamkan matanya. Mencoba terus melawan rasa takut dalam dirinya. Air matanya sudah mengalir deras membasahi pipi mulusnya.
"Sandra." Melihat Sandra menangis, Bagas kembali bereaksi. Pria itu tidak tahan dan merasa sakit hati melihat perempuan pujaannya menangis. Apalagi, tangisannya itu disebabkan olehnya.
"Sand–"
Sementara itu, Bagas langsung terdiam. Rasa sakit menghujam jantungnya saat wanita yang dicintainya itu menatapnya dengan penuh kebencian.
"Maaf!" Bagas berucap dengan lirih. Raut wajah penuh penyesalan begitu terlihat begitu kentara membuat Sandra sedikit terkejut.
Namun, wanita itu tidak memedulikannya. Rasa marah dan kebencian karena perbuatan Bagas membuat Sandra tidak peduli.
Kalau pun suatu saat pria itu benar-benar menyesal, Sandra tetap tidak akan pernah memaafkannya.
"Seharusnya kau tidak muncul lagi di hadapanku, Brengsek! Kenapa kamu tidak dihukum seumur hidup saja?" Kedua mata Sandra masih menatap Bagas dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Meskipun kedua mata itu tidak berhenti meneteskan air mata, tetapi tidak menyurutkan api kebencian yang terpancar di sana.
"Aku membencimu. Sangat membencimu!" Kedua tangan Sandra terkepal, menahan amarah yang menyesakkan dadanya.
Sedangkan Bagas, pria itu menatap Sandra dengan rasa sakit di hatinya.
"Maaf! Maafkan aku karena sudah membuatmu membenciku."
BERSAMBUNG ....
Halo teman-teman, Author bawain lagi novel keren milik temen Author nih! Ayo kepoin, dijamin nggak bakal nyesel bacanya.
Shopia Martin tidak pernah menyangka akan terjebak cinta satu malam dengan calon suami sahabatnya. Saat Ganesha Oenelon mengadakan pesta lajang bersama dengan para sahabatnya. Sampai akhirnya dia dituduh sebagai perusak pernikahan sahabatnya sendiri.
Pernikahan yang tidak diharapkan oleh Ganesha dengan Shopia, membuat mereka membuat kesepakatan. Hingga akhirnya Dora kembali hadir dalam kehidupan Ganesha dan Shopia pun memilih pergi dari kehidupan Ganesha. Tanpa disadarinya dia sedang mengandung benih Ganesha.
Mungkinkah Ganesha akan menyadari cintanya pada Shopia? Ataukah dia memilih kembali menjalin hubungan dengan gadis yang batal dia nikahi?
Penasaran???
Ikuti terus ceritanya hingga tamat!
__ADS_1