Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
LELAH


__ADS_3

Sandra menatap langit yang berubah senja tanpa ia sadari. Wanita itu masih memegangi ponsel, berharap, seseorang yang beberapa hari kemarin sempat melamarnya, mengiriminya kabar.


Sejak dua hari lalu, lelaki itu tidak mengabarinya sama sekali hingga membuatnya khawatir sekaligus rindu. Memang benar, penyesalan selalu datang di akhir. Sama seperti dirinya yang saat ini merasa menyesal karena sudah menyia-nyiakan Bagas.


Kini Sandra baru menyadari kalau dirinya sebenarnya juga merasakan perasaan yang sama terhadap Bagas. Hanya saja egonya terlalu tinggi.


Entah apa yang membuat Sandra tidak percaya diri menjalin suatu hubungan, yang jelas, wanita itu benar-benar takut. Takut ditinggalkan. Seperti saat dirinya masih bersama Sean.


Keputusannya meninggalkan Sean saat itu adalah karena dirinya mengetahui kalau hati Sean telah berpaling. Meskipun kesalahan besar ada padanya yang sengaja memaksa Sean untuk menikahi sahabatnya saat itu, tetap saja, Sandra sungguh tidak pernah menyangka kalau cintanya Sean yang begitu besar padanya, akhirnya menghilang hanya karena dia bertemu lagi dengan perempuan dari masa lalunya.


Sandra tidak ingin semuanya terulang kembali. Dulu, Sean pun begitu mencintainya. Namun, laki-laki itu pun akhirnya berpaling darinya secara diam-diam.


Sandra menghela napas panjang. Wanita itu kembali menatap ke arah ponselnya. Tidak ada satupun pesan yang masuk dari dia. Bahkan, pesan yang dikirimkan oleh Sandra pun belum ada yang terbaca satupun. Semua pesan itu masih tertanda dengan centang satu, itu artinya, pesan yang dikirim oleh Sandra tidak ada satupun yang sampai apalagi dibaca olehnya.


*Ternyata rasanya begitu sakit setelah kamu pergi. Aku benar-benar menyesal karena telah mengabaikanmu kemarin.


Aku juga mencintaimu kamu Bagas. Hanya saja, aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Aku yang pernah mengalami kegagalan dalam cinta membuatku tidak percaya diri saat berjalan di sisimu.

__ADS_1


Statusku denganmu berbeda. Kamu adalah seorang pria yang belum pernah menikah, tapi aku? Aku adalah seorang janda. Aku tidak yakin kedua orang tuamu akan menyukaiku dan merestui kita*.


Sandra menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Entah sejak kapan air mata itu mengalir begitu saja membasahi pipinya.


Aku yang melepaskannya pergi, tapi aku pula yang merasakan sakit hati.


***


Sudah seminggu sejak Bagas memutuskan menjauh dari Sandra. Pria yang awalnya ingin berlibur untuk menenangkan diri itu sepertinya agak kecewa dengan keputusannya.


Bagas memang berlibur, tetapi, Bimo dengan tidak tahu malunya memberinya banyak pekerjaan, hingga pria itu akhirnya terjebak dan tidak menikmati liburannya sama sekali karena Bimo tidak memberinya kesempatan untuk beristirahat walaupun hanya sebentar.


Bagas memang seringkali kebablasan setiap kali bertemu dengan Sandra. Tidak peduli dirinya lagi sibuk ataupun dalam kondisi penting, jika hatinya sedang ingin bertemu dengan gadis pujaannya, saat itu juga Bagas akan pergi menemuinya. Tak peduli meskipun Bimo mengomelinya dan memakinya.


Mengingat Sandra, membuat rasa rindunya pada gadis itu membuncah. Bagas benar-benar sangat merindukan wanita itu. Pria itu tidak memungkiri, kalau dirinya benar-benar telah jatuh cinta pada Sandra.


Apa yang sedang kamu lakukan di sana, Sayang? Apa kamu merindukan aku seperti aku yang begitu merindukanmu?

__ADS_1


Bagas mengusap wajah cantik Sandra pada layar ponselnya. Bayangan saat dirinya memeluk perempuan itu kembali melintas di kepalanya.


*Aku tidak percaya kalau kamu tidak mempunyai perasaan yang sama denganku. Aku yakin, kalau kamu juga mencintaiku, hanya saja, kamu terlalu takut untuk mengakuinya.


Aku mencintaimu Sandra. Sangat mencintaimu. Aku ingin menjauhimu karena aku lelah melihat sikapmu, tapi aku sendiri yang tersiksa menahan rindu*.


Lamunan Bagas buyar saat ponsel yang dipegangnya berdering. Terlihat nama mama memanggil.


"Hei, anak nakal! Pulang sekarang juga. Kalau tidak, aku tidak akan menganggapmu sebagai putraku lagi!"


"Mama!" Bagas merasa kesal dengan ucapan mamanya.


"Pulang sekarang juga, Bagas!Kamu jangan lupa, besok pagi kita harus datang ke rumah Shena untuk melamar gadis itu!"


"Mama–"


"Tidak ada penolakan! Pokoknya kamu harus pulang sekarang juga!"

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


Alhamdulillah, Author akhirnya bisa update lagi. Ikutin terus kelanjutannya ya ❤️❤️❤️


__ADS_2