Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
MENJELANG PERNIKAHAN


__ADS_3

Shena mematut diri di depan cermin. Senyum di wajahnya mengembang saat memandangi wajahnya yang begitu cantik dengan gaun pengantin yang kini melekat pas pada tubuhnya.


Meskipun pernikahannya dengan Bagas terkesan mendadak bahkan tanpa perencanaan sama sekali. Tetapi, wanita itu menemukan gaun pengantin yang cocok untuk dirinya.


Shena tidak peduli walaupun gaun itu tidak seperti gaun pengantin impiannya. Namun, semua itu baginya saat ini tidaklah penting. Pernikahannya dengan Bagas adalah yang terpenting buatnya saat ini.


Shena sungguh tidak mengira kalau dirinya akan seberuntung seperti sekarang ini. Kecelakaan Bagas membawa berkah untuknya. Kini, dirinya bisa mewujudkan impiannya untuk menikah dengan Bagas.


"Anda sungguh sangat cantik, Nona," puji seorang wanita yang sedari tadi membantu Shena merias wajah.


"Seperti biasanya, kau memang tidak pernah mengecewakan, Luna." Shena menatap wanita bernama Luna yang tersenyum padanya.


"Sebentar lagi acaranya segera dimulai. Bersiaplah! Pangeranmu akan segera datang." Luna menggoda Shena yang menyunggingkan senyum. Mereka memang sudah saling mengenal.


Luna adalah pemilik salon kecantikan langganan Shena yang biasa merias wajah wanita itu ketika sedang melakukan perawatan di salon. Waktu yang sangat mepet, membuat Shena kesulitan menyewa jasa MUA. Beruntung, Luna tidak mengecewakannya hari ini.


"Rasanya seperti mimpi bisa menikah dengannya, Luna."

__ADS_1


"Ini bukan mimpi, Sayang. Ini kenyataan. Kamu akan menikah dengan pangeran impianmu hari ini." Luna tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Shena. Menyadarkan wanita cantik itu bahwa hari bahagianya adalah kenyataan bukan mimpi.


Shena kembali tersenyum. Membayangkan sebentar lagi akan menyandang status sebagai istri dari Bagas Bimantara. Dia akan menikah dengan seorang pengusaha muda sukses yang menjadi idaman banyak orang. Sebentar lagi dirinya akan menjadi Nyonya di rumah besar Bagas Bimantara.


Shena tak melunturkan senyum pada wajahnya. Hanya tinggal menunggu jam saja, dirinya akan segera resmi menjadi istri lelaki yang menjadi idamannya. Lelaki yang telah membuat dirinya rela meninggalkan pria yang sangat mencintainya.


Shena masih bersiap sambil menunggu acara akad nikah yang sebentar lagi akan dimulai. Sementara di luar sana, para tamu undangan sudah mulai berdatangan.


Pernikahan dadakan itu diadakan di sebuah hotel bintang lima. Cukup mewah untuk acara yang dilaksanakan tanpa perencanaan. Shena dan Bagas bahkan tidak sempat memilih dekorasi pengantin untuk resepsi pernikahan mereka.


Bagas menyerahkan semuanya pada Shena. Termasuk undangan pernikahan yang mereka bagikan secara online.


"Dia tidak ada di kamar hotel."


"Apa?"


"Saya sudah mencarinya kemana-mana, tapi dia tidak ada di manapun, Nyonya." Seseorang menatap wanita paruh baya itu dengan tatapan menyesal.

__ADS_1


"Cari dia sampai ketemu. Buat dia bertanggung jawab atas kekacauan yang dia perbuat!"


"Baik, Nyonya."


"Bisa-bisanya kamu melarikan diri setelah membuat kekacauan!"


***


Di tempat yang berbeda, seorang lelaki berhasil masuk ke dalam kamar Sandra setelah terlebih dahulu bersusah payah memohon pada Sari dan Doni.


Laki-laki itu menatap Sandra yang sedang tertidur pulas di atas ranjang. Raut wajah penyesalan terlihat jelas pada wajah tampannya.


Lelaki itu kemudian menyingkap selimut yang menutupi tubuh Sandra, kemudian ikut berbaring di samping perempuan itu. Tangannya yang penuh luka memeluk tubuh Sandra yang terasa dingin.


Menyadari suhu tubuh wanita itu sedingin es bahkan terlihat menggigil, pria itu menarik selimut untuk menutupi tubuh Sandra dan tubuhnya, kemudian memeluk wanita yang sangat dicintainya itu dengan erat.


"Maafkan aku, Sayang, maaf!" bisik lelaki itu sambil terisak di ceruk leher Sandra.

__ADS_1


"Maafkan aku karena telah melupakanmu."


BERSAMBUNG ....


__ADS_2