
"Saya terima nikah dan kawinnya Sandra Milea binti Bramantyo Mahendra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Sah!"
"Saahh!" Semua yang berada dalam ruangan itu berucap bersamaan. Mereka mengucapkan syukur, merasa lega karena ijab kabul berjalan dengan lancar.
Bagas tersenyum haru sambil mengucap syukur. Ia sendiri masih belum mempercayai kalau saat ini dirinya benar-benar sudah menikah dengan Sandra.
Netra cokelatnya menatap wanita yang berada di hadapannya. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan baju pengantin dadakan yang ia beli di butik langganan sang mama.
Kedua mata Sandra berkaca-kaca. Perempuan sungguh tidak menyangka kalau saat ini dirinya sudah sah menjadi istri Bagas. Pria itu sungguh konyol. Bagaimana bisa dia merencanakan pernikahan dadakan seperti ini?
Sandra menjabat tangan Bagas kemudian mencium punggung tangannya. Bagas mencium kening Sandra dengan penuh haru.
"Selamat datang di kehidupanku istriku," ucap Bagas pelan. Laki-laki itu sungguh sangat bahagia karena akhirnya, ia berhasil memiliki Sandra.
Tidak sia-sia pria itu mempersiapkan pernikahan dadakan. Hanya dalam waktu semalam, Bagas akhirnya bisa menjadikan Sandra sebagai istrinya.
Bagas menatap Sandra dengan kedua mata berkaca-kaca. Apalagi, saat ia teringat kalau dirinya hampir saja kehilangan wanita itu saat ingatannya hilang.
"Aku mencintaimu."
__ADS_1
Bimantara dan Liana menatap penuh haru. Mereka berdua bersyukur karena Bagas akhirnya mendapatkan kebahagiaannya. Mereka sangat tahu bagaimana Bagas begitu mencintai Sandra sedari dulu.
Mereka sangat berterima kasih karena Sandra, Bagas kemudian mau kembali ke keluarga Bimantara dan menunjukkan kemampuannya memimpin perusahaan Bimantara.
Bagas bahkan menunjukkan pada kedua orang tuanya dan juga semua orang kalau masa lalunya yang buruk sudah ia kubur dalam-dalam.
Sandra membuat Bagas yang awalnya tidak memiliki tujuan hidup menjadi bersemangat.
Bukan hanya Bimantara dan Liana saja yang begitu bahagia. Bramantyo dan Veronika juga sangat senang karena putri mereka mengakhiri status jandanya.
Mereka bahkan sangat bahagia karena Sandra mendapatkan suami yang luar biasa. Sama hebatnya dengan Sean.
"Selamat ya, San. Akhirnya, kalian berdua bisa bersatu." Anisa memeluk Sandra dengan erat. Ikut merasakan bahagia saat melihat Sandra akhirnya menikah dengan Bagas.
Bosnya itu akhirnya menikah dengan wanita yang sangat digilainya.
"Terima kasih. Berkat bantuan darimu, akhirnya aku bisa menikahi Sandra." Bagas menatap sahabat sekaligus orang kepercayaannya itu. Berterima kasih pada Bimo yang sudah membantunya selama ini.
"Jaga dia. Jangan sampai kamu menyakitinya. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari karena kamu menyakitinya."
"Kalau aku sampai menyakitinya, istrimu pasti akan membunuhku, Bim," ucap Bagas sambil melirik Anisa.
__ADS_1
Anisa yang mendengar namanya disebut menoleh ke arah pengantin baru itu.
"Jika kamu berani mengkhianati sahabatku, aku bukan hanya akan membunuhmu, aku juga akan memotong burungmu!"
***
Semua orang sudah kembali ke rumah masing-masing. Begitupun dengan Sandra dan Bagas. Mereka menuju hotel yang sudah dipersiapkan Bimo dari semalam atas perintah Bagas.
Sandra sendiri masih tidak percaya dengan statusnya sekarang. Dua hari yang lalu, ia masih menangisi Bagas karena lelaki itu tidak mengingatnya dan sangat keras kepala ingin menikahi Shena.
Kini, lelakinya berada di sampingnya. Bukan lagi sebagai pengagum rahasia maupun teman. Tetapi, sebagai seorang suami.
Suami? Sandra bermonolog. Netranya bertabrakan dengan kedua netra cokelat Bagas yang kini sedang menatapnya sambil tersenyum.
Kedua tangan mereka saling bertautan. Saat ini, mereka berdua berada di dalam mobil yang dikemudikan oleh Bimo menuju hotel.
"Aku mencintaimu. Aku sungguh sangat bahagia karena akhirnya aku bisa menikah denganmu." Bagas mencium kening Sandra yang merebahkan kepalanya pada bahu Bagas.
Sandra memejamkan matanya saat Bagas mendekatkan wajahnya. Belum sampai bibir itu menyentuh bibir Sandra, Anisa berteriak mengangetkan mereka berdua.
"Bisakah kalian menunggu sebentar lagi? Ini mobil woy, bukan kamar hotel!"
__ADS_1
BERSAMBUNG ....