
"Apa?!" Sandra dan kedua orang tuanya merasa terkejut mendengar ucapan Bagas.
"Menikah?" Bagas mengangguk mendengar pertanyaan Sandra.
"Sekarang?" Bagas kembali mengangguk. Wajah tampannya tersenyum saat melihat raut wajah terkejut pada perempuan itu.
Bukan hanya Sandra yang terkejut. Tetapi, Bramantyo dan Veronika yang awalnya tidak percaya kalau putrinya adalah kekasih Bagas Bimantara juga sangat terkejut saat melihat sendiri bagaimana sang pengusaha muda yang cukup mereka segani itu saat ini berada di hadapan mereka.
"Bagas! Apa kau sudah gila?" pekik Sandra dengan kedua mata melotot ke arah Bagas. Kedua orang tua Sandra begitu terkejut mendengar teriakan Sandra. Mereka mendekati putrinya, memperingati Sandra agar bersikap dengan sopan. Apalagi, di belakang mereka ada Bimantara dan Liana.
Sementara itu, Bagas hanya tersenyum melihat kemarahan sang kekasih.
"Aku memang sudah gila. Gila karena kamu, Sayang," ucap Bagas dengan wajah sangat menyebalkan di mata Sandra. Namun, tidak dipungkiri jika pria itu benar-benar terlihat sangat tampan.
Sandra berdecak sebal. Sementara semua orang yang berada di sana tersenyum mendengar ucapan Bagas. Tidak menyangka jika lelaki yang biasanya terlihat dingin di depan orang lain itu ternyata bisa juga bertingkah sangat manis.
"Gimana, Pak Bram, apa Pak Bram dan Ibu Veronika akan merestui pernikahanku dan Sandra?" Bagas menatap Bramantyo yang terlihat terkejut. Pria paruh baya itu sedari tadi menatapnya dengan tatapan tak percaya.
Bramantyo dan Veronika saling berpandangan. Mereka kemudian mengangguk bersamaan.
"Maafkan saya karena saya sempat meragukan perkataan putri saya tentang Pak Bagas," ucap Bramantyo dengan bahasa formal.
__ADS_1
"Panggil saya Bagas saja, Pak. Kita bukan sedang bekerja saat ini." Bagas menatap Bramantyo yang merupakan rekan bisnisnya sekaligus calon mertuanya sekarang.
Sebenarnya Bagas sudah lama mengetahui kalau Bramantyo adalah ayah dari Sandra. Semenjak Bagas jatuh cinta pada Sandra, pria itu telah menyelidiki tentang keluarganya dan juga orang-orang terdekatnya.
Akan tetapi, saat dirinya bekerjasama dengan Bramantyo, tidak pernah sekalipun Bagas bertanya tentang Sandra. Hubungan mereka murni hanya hubungan bisnis.
Bramantyo dan Veronika tersenyum canggung. Bagas yang menyadari hal itu pun ikut tersenyum.
"Sebentar lagi, Pak Bram akan menjadi mertua saya," ucap Bagas kembali, membuat Bramantyo dan Veronika saling berpandangan. Mereka masih mengira kalau semua yang terjadi hanyalah mimpi.
Siapa yang menyangka kalau dirinya akan menjadi mertua dari Bagas Bimantara?
"Saya tidak menyangka kalau kita akan berbesanan, Pak Bram," ucap Bimantara yang juga mengenal Bramantyo.
"Ya, Pak Bima. Saya sungguh tidak menyangka kalau anak saya ternyata berhubungan dengan anak Bapak." Bramantyo tersenyum. Dirinya sungguh merasa bangga karena Sandra ternyata benar-benar mempunyai hubungan dengan Bagas.
Bodohnya dia karena tadi sempat meragukan ucapan Sandra tentang Bagas.
Semenjak Sandra berpisah dh dengan Sean, Bramantyo dan Veronika memang sangat kecewa pada putrinya. Apalagi, saat Sandra lebih memilih karir setelah berpisah dengan Sean.
Putrinya memang seseorang yang sangat ambisius dan egois. Dulu, Bramantyo dan Veronika sampai tidak percaya putrinya sanggup memberikan suaminya pada sang sahabat hanya karena dirinya tidak mau mengandung.
__ADS_1
Selama beberapa tahun ini, mereka hanya berkirim kabar lewat telepon. Mereka tidak pernah bertemu dengan putrinya sejak Sandra memutuskan untuk tinggal di Paris untuk menggapai impiannya.
Tak berbeda dengan Bramantyo dan Bimantara, Liana dan Veronika pun saling berpelukan. Veronika masih tidak percaya jika dirinya akan berbesanan dengan Liana.
Bimantara kemudian mengutarakan maksud kedatangannya dan Bagas serta orang-orang yang ikut bersamanya.
Bramantyo dan Liana juga Sandra sangat terkejut mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Bimantara juga Bagas. Belum hilang keterkejutannya, dua orang wanita yang ternyata adalah MUA membawa Sandra dan meminta perempuan itu untuk membawa mereka ke dalam kamarnya.
Mereka akan merias Sandra. Setelah kepergian Sandra, orang-orang Bagas dengan cepat mendekorasi ruang tamu rumah Sandra.
Bramantyo dan Bimantara beserta istri mereka sedang berbicara dengan Pak Penghulu. Acara pernikahan dadakan yang direncanakan oleh Bagas secara spontan itu membuat mereka sedikit kewalahan. Namun, demi Bagas, Bimantara dan sang istri rela melakukannya.
Bagas berada di kamar tamu untuk berganti pakaian. Semalam, dirinya menelepon semua butik langganan ibunya untuk mencarikan baju pengantin untuk dirinya dan Sandra. Beruntung, Bagas akhirnya menemukan baju yang cocok untuk dirinya dan Sandra.
***
Beberapa saat kemudian, acara akad nikah dadakan itupun dimulai. Semua orang yang hadir di ruang tamu yang sudah disulap menjadi dekorasi pengantin itu ikut tegang saat melihat Bagas sedang mengucapkan ijab kabul di depan penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya ....
BERSAMBUNG ....
__ADS_1