Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
BERJUANG SEKALI LAGI


__ADS_3

"Aku akan mengirim undangan untukmu secepatnya," lanjut Shena di seberang sana.


"Brengsek! Kamu pikir aku akan diam saja saat kamu berhasil merebut dia dariku? Aku bersumpah akan membuat ingatan Bagas kembali lagi!" Sandra berteriak dengan marah saat mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut wanita itu.


Sandra merasa sangat marah saat mendengar kalau Bagas benar-benar akan menikahi Shena.


Shena tertawa keras mendengar kemarahan Sandra. Ia merasa sangat puas mendengar Sandra berteriak padanya.


"Kamu sudah kalah, Sandra. kamu sudah kehilangan Bagas. Sebentar lagi, kekasihmu itu akan menjadi suamiku. Aku dan Bagas akan menikah hanya dalam hitungan hari. Aku yakin, kamu pasti tidak akan percaya jika laki-laki yang kamu cintai itu akan menikahiku dua hari lagi."


"A–apa?" Kedua mata Sandra membola. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Shena.


Tidak mungkin!


"Bagas tidak mungkin benar-benar menikahi Shena bukan? Kalau pun benar, aku tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi. Aku tidak ingin Bagas menyesali keputusannya setelah ingatannya pulih nanti," batin Sandra berkecamuk.


"Selamat menikmati patah hati. Kalau kamu butuh teman, aku akan mengenalkanmu pada teman-temanku. Kau tenang saja, wajah teman-temanku itu tidak kalah tampan dengan Bagas. Mereka bukan hanya tampan, tetapi, mereka juga bisa memuaskanmu di atas ranjang." Shena tertawa terbahak sebelum menutup panggilan teleponnya secara sepihak.


"Brengsek! Dasar wanita ular! Sialan kau, Shena!" Sandra hampir saja membanting ponselnya ke lantai saking marahnya. Namun, saat pikirannya tertuju pada Bagas, Sandra mengurungkan niatnya.


Sehingga ponsel berharga puluhan juta itu bisa diselamatkan.


"Sialan kamu, Bagas. Bisa-bisanya kamu menikah dengannya!"


***

__ADS_1


Sandra melajukan mobilnya menuju kediaman kedua orang tua Bagas. Wanita itu benar-benar ingin memastikan jika lelaki yang baru keluar dari rumah sakit seminggu yang lalu itu benar-benar akan menikah dua hari lagi seperti yang diucapkan oleh Shena.


Sandra memarkirkan mobilnya di depan rumah Liana setelah penjaga pintu membukakan pagar. Sandra baru saja keluar dari mobilnya saat kedua netranya tak sengaja bertatapan dengan pria yang membuatnya benar-benar marah dan patah hati sekaligus.


"Mau apa kamu datang ke sini?" Suara dingin Bagas menyapa pendengaran Sandra. Lelaki yang masih menggunakan kursi roda itu menatap tajam ke arah Sandra.


"Apa kamu benar-benar akan menikah dengannya?"


Bagas tersenyum mengejek. "Jadi kamu sengaja datang ke sini hanya untuk mencari tahu tentang pernikahanku?"


Sandra menelan saliva saat melihat tatapan dingin pria di hadapannya itu. Kembali, hatinya diserang rasa sakit saat menyadari tidak ada lagi cinta yang terpancar dalam manik mata cokelat lelaki itu.


"Jadi, kau benar-benar akan menikah dengannya?" Sandra kembali mengucapkan pertanyaan yang sama.


"Menurutmu, apa aku terlihat seperti sedang berbohong?"


"Aku akan menikahinya dua hari lagi," lanjut Bagas tanpa rasa bersalah sama sekali.


Sandra memejamkan matanya. Ternyata, apa yang dikatakan oleh Shena adalah benar. Wanita ular itu tidak membohonginya.


"Bagas, apa kamu benar-benar sudah melupakan aku? Apa kamu tidak sedikitpun mengingat aku dalam hatimu?" Suara Sandra melunak. Kedua matanya terasa panas. Mendesak cairan bening itu untuk segera tumpah. Namun, sekuat tenaga Sandra menahannya. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan lelaki itu.


"Sudah aku bilang berkali-kali padamu, aku benar-benar tidak mengingatmu. Aku hanya mengingat kekasihku!"


"Kekasihmu?" ucap Sandra dengan bibir bergetar menahan tangis.

__ADS_1


"Ya. Shena adalah kekasihku dan sebentar lagi aku akan menikah dengannya. Jadi, sebaiknya kamu sadar diri. Jangan lagi mengatakan omong kosong padaku dan mengaku-ngaku kalau kamu adalah orang yang aku cintai!" Bagas berucap dengan dingin.


Sandra membeku menatap pria itu dengan tatapan tak percaya.


Benarkah dia Bagas? Lelaki yang selama ini begitu mencintainya?


"Kamu akan menikah dengan dia dalam keadaan ingatanmu yang belum pulih? Bukankah itu sangat keterlaluan?" Sandra mengepalkan tangannya. Dalam hati ia sudah berjanji, akan berjuang sekali lagi.


Kebahagiaan Bagas sedang dipertaruhkan. Begitupun juga kebahagiaannya. Kedua orang tua Bagas bahkan menaruh harapan padanya. Mereka berdua sungguh tidak rela kalau Bagas akan menikah dengan Shena.


Liana yang awalnya mati-matian ingin menjodohkan Bagas dan Shena saja kali ini berbalik dan begitu tidak rela melepaskan putra satu-satunya untuk Shena.


"Ingatanku pulih atau tidak, aku akan tetap menikah dengan Shena. Memangnya siapa dirimu sampai-sampai kau berani melarangku menikah dengan wanita yang kucintai?"


"Wanita yang kamu cintai itu adalah aku, Bagas, bukan dia!"


Bagas tertawa mendengar teriakan Sandra.


"Melihat kemarahanmu, membuatku semakin yakin, kalau kamu benar-benar bukanlah wanita yang kucintai."


"Bagas kamu–"


"Apa?" Bagas menantang tatapan Sandra yang penuh amarah.


"Kamu akan menyesali semua ucapanmu hari ini, Bagas."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2