Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

Sandra benar-benar masih tidak mempercayai jika lelaki yang sedang mendekapnya saat ini adalah Bagas. Lelaki yang membuatnya menangis seharian karena patah hati.


Lelaki yang membuatnya sakit hati sekaligus sakit raga karena lelah menangis dan memikirkannya. Rasanya seperti mimpi bisa kembali memeluk lelaki yang sangat dirindukannya itu.


"Bagas, kenapa kamu tiba-tiba mengingat aku lagi? Kapan ingatanmu pulih?"


"Saat kamu pulang kemarin, aku memikirkan semua ucapanmu. Ditambah lagi, semalam wanita ular itu juga dengan sengaja mengatakan keburukan tentangmu." Bagas menurunkan kepala Sandra yang berbaring pada lengannya.


"Lenganku sakit." Bagas merintih. Lukanya yang belum pulih terasa nyeri.


"Maaf!" Sandra yang terkejut langsung bangun. Tetapi, Bagas dengan cepat menarik wanita kembali ke pelukannya.


"Kamu sedang sakit, tidak usah macam-macam." Sandra bangkit dari atas tubuh Bagas.


"Sayang, mau kemana?"


"Kamu lagi sakit, nggak usah sok-sokan. Lihat, kakimu bahkan masih menggunakan perban." Sandra mengomel. Ia sangat kesal karena dalam kondisi seperti itu, Bagas malah menyusahkan diri sendiri.


"Tapi aku pengen peluk. Aku kangen, Yang." Wajah Bagas terlihat memelas sekaligus menggemaskan.


"Sekarang aja bilang kangen. Giliran kemarin bentak-bentak aku nggak boleh sentuh–"


"Sayang, maaf!" Bagas menyeka ucapan Sandra sambil memegang tangannya. Menyuruh wanita itu kembali berbaring di sampingnya.

__ADS_1


"Maafkan aku. Aku memang bodoh. Bagaimana bisa aku melupakan kamu padahal kamu adalah wanita satu-satunya yang sangat aku cintai?"


"Maafkan aku, Sayang." Bagas menatap Sandra yang kini sudah menangis menatapnya.


"Rasanya sangat sakit sampai aku kesulitan bernapas."


"Sayang ...." Bagas tidak tahan melihat raut wajah Sandra yang terlihat sedih. Wanita itu menangis membuat Bagas merasakan sakit di hatinya.


Pria itu kemudian membawa Sandra ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku, Sayang, maaf!" Bagas ikut menangis. Apalagi, sangat mengingat dirinya yang begitu kasar memperlakukan Sandra saat ingatannya belum pulih seperti sekarang.


"Kamu belum jawab pertanyaanku. Kapan ingatanmu pulih? Kapan kamu mulai mengingat aku?"


"Saat terbangun di pagi hari. Ingatanku satu persatu mulai kembali." Bagas mencium wanita di depannya itu dengan penuh cinta.


"Memangnya apa yang dikatakan oleh wanita yang kamu cintai itu sampai-sampai kamu jatuh pingsan?" Sandra mencibir dengan kesal saat mengingat bagaimana Bagas bersikeras untuk bersama dengan Shena. Bagas bahkan ingin menikahi wanita itu.


Mengingat tentang menikah, kedua bola mata Sandra melotot. Ia baru ingat kalau Bagas seharusnya menikah hari ini. Kalau Bagas ada di sini, lalu bagaimana dengan pesta pernikahan yang digelar cukup mewah itu?


"Bagas, bukankah hari ini adalah hari pernikahan kamu dengan dia? Kalau kamu ada di sini, bagaimana dengan pesta pernikahan kalian?"


"Sudah ada orang yang menggantikan aku untuk menikah dengan dia. Kamu tenang saja."

__ADS_1


"A–apa maksudmu ada yang menggantikan kamu menikah dengan dia?" Sandra sungguh terkejut mendengar jawaban Bagas.


"Sepupuku yang menjadi pengantin pengganti."


"Hah? Bagaimana bisa?" Sandra kembali terkejut mendengar kenyataan yang diungkapkan oleh Bagas.


"Sayang, Shena dan sepupuku itu pacaran sudah lama. Saat ini wanita itu bahkan sedang hamil anaknya Dirga, sepupuku," jelas Bagas membuat wanita di depannya itu kembali terkejut.


"Apa maksudmu?" Sandra masih terkejut dengan ucapan Bagas.


"Shena tidak tahu kalau Dirga itu sepupuku. Dia ingin menjebakku agar aku yang bertanggung jawab atas kehamilannya. Dia bersikeras ingin menikah denganku karena dia ingin mendapatkan kemewahan di keluarga Bimantara. Shena itu jahat, Sayang ...." Bagas menatap Sandra dengan penuh cinta. Tatapan yang kemarin tidak bisa Sandra lihat hingga membuatnya sakit hati.


"Jahat, ya?"


"Iya, Sayang. Dia jahat. Dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan aku. Termasuk mengancam akan mencelakakan dirimu." Bagas mengepalkan tangannya saat dirinya kembali mengingat apa yang dikatakan Shena sebelum kecelakaan.


"Perasaan kemarin ada yang bilang kalau Shena itu perempuan baik-baik. Dia juga mengatakan kalau dia sangat mencintai Shena dan akan menikahinya secepatnya."


"Sayang ...."


BERSAMBUNG ....


Mau ngerjain Bagas, Sandra takut pria itu meninggalkannya lagi. Tapi Sandra 'kan juga kesel saat mengingat Bagas yang seenaknya saat amnesia.

__ADS_1


__ADS_2