Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
MENANTU DADAKAN


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan itu berlangsung dengan meriah. Meskipun mempelai pria berganti, tetapi, tidak mempengaruhi jalannya acara. Bimantara dan Liana sungguh bersyukur karena Bagas menghilang dalam waktu yang tepat.


Sebenarnya sampai saat ini Liana dan Bimantara masih belum tahu alasan apa yang membuat Bagas tiba-tiba pergi dari hotel dan tidak ditemukan di manapun. Putranya itu bahkan masih menggunakan kursi roda karena kedua kakinya masih terbalut perban. Lukanya belum pulih, tetapi, laki-laki itu sudah berani kabur.


Liana dan Bimantara terlihat lega, tetapi, tidak buat pasangan Robby dan Lusi. Mereka sungguh tidak menyangka akan mendapat menantu dadakan seperti sekarang. Menantu yang bahkan tidak diinginkan oleh Liana, kakaknya.


Namun mereka tidak bisa menolak karena Dirga, putra mereka bersikeras untuk menikah dengan Shena. Putranya itu mengatakan kalau Shena adalah kekasihnya. Wanita itu bahkan saat ini sedang mengandung darah dagingnya.


Pengakuan Dirga tentu saja membuat Robby dan Lusi terkejut. Bagaimana bisa Dirga berhubungan dengan wanita yang juga mempunyai hubungan spesial dengan Bagas?


Berbagai pertanyaan berputar dalam benak sepasang suami istri itu. Namun, mereka tidak mungkin menginterogasi Dirga saat ini. Setelah acara resepsi pernikahan itu selesai, Mereka berdua akan memaksa Dirga untuk menjelaskan semuanya.


Bimo tersenyum saat melihat pesta pernikahan itu berjalan lancar. Berbeda dengan Anisa yang berwajah muram. Wanita itu kesal karena bukan Sandra dan Bagas yang berada di kursi pelaminan itu.


"Apa bajingan itu belum ketemu?" Anisa menyuapkan buah anggur ke dalam mulutnya tanpa melihat ke arah Bimo yang mengerutkan keningnya bingung.


"Bajingan? Bajingan siapa?"

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan bosmu itu." Anisa berucap kesal. Apalagi, saat mengingat perlakuan Bagas pada Sandra beberapa hari ini.


"Awas saja kalau dia beneran ke rumah Sandra. Aku akan menyuruh Sandra mengusirnya biar tahu rasa!" Anisa mengerucutkan bibirnya. Merasa kesal dengan Bagas yang sudah membuat hati Sandra terluka.


Sebelum amnesia, lelaki itu begitu semangat mengejar Sandra, giliran amnesia dia tidak mengingat Sandra sedikitpun.


"Jangan begitu. Aku yakin seandainya Bagas datang ke rumah dia sekarang, Sandra pasti sangat bahagia. Kamu tidak lihat bagaimana terlukanya dia kemarin karena perlakuan Bagas?" Bimo mengusap kepala istrinya dengan penuh cinta. Kehamilan Anisa membuat emosi wanita itu naik turun.


"Justru karena itu, seharusnya Sandra marah dan membalas perlakuan Bagas biar lelaki itu tahu rasa dan tidak mengulanginya lagi." Anisa masih merasa kesal dengan Bagas.


"Sayang, kamu lupa jika dia amnesia? Kamu bahkan tahu sendiri bagaimana gilanya Bagas saat mengejar Sandra bukan?"


"Kamu benar. Dia bahkan rela melakukan apapun demi Sandra." Anisa mengerucutkan bibirnya saat mengingat kegilaan Bagas mengejar Sandra. Sementara Bimo tersenyum kemudian mendaratkan ciumannya pada kening istrinya.


"Sayang, kenapa kamu bisa menemukan pengantin pengganti dengan begitu cepat?" Anisa menatap ke arah suaminya. Merasa penasaran saat sang suami berhasil menemukan seorang pria yang bersedia menikah dengan Shena.


"Ingatan tuan muda sudah pulih. Saat dia bangun akibat kejadian semalam yang membuatnya tidak sadarkan diri, ingatannya kembali. Sebelum meninggalkan hotel, Bagas menelepon Dirga untuk segera pulang dan menggantikannya menikah dengan Shena."

__ADS_1


"Jadi mereka berdua benar-benar saudara sepupu?"


Bimo menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Iya. Selama ini Shena tidak tahu kalau Bagas mengetahui hubungannya dengan Dirga yang merupakan sepupunya. Shena juga tidak tahu kalau Dirga adalah sepupu Bagas."


"Shena bahkan saat ini sedang mengandung anaknya Dirga," lanjut Bimo membuat Anisa menutup mulutnya karena terkejut.


"Dia ingin memanfaatkan Bagas untuk bertanggung jawab pada kehamilannya. Dia terlalu terobsesi menjadi nyonya besar di keluarga Bimantara."


"Gila! Benar-benar wanita licik!" Anisa berteriak kesal.


"Jangan teriak-teriak, Sayang. Banyak orang." Bimo merengkuh pundak isterinya. Menyembunyikan kepala istrinya pada dada bidangnya.


Kalau semua yang diceritakan oleh Bimo benar, kasihan sekali dengan Ibu Lusi. Dia pasti sangat tertekan sekarang. Wanita itu pasti kaget karena anak lelakinya memilih perempuan seperti Shena.


"Tuan Dirga pria yang tegas. Aku yakin dia bisa membimbing istrinya. Apalagi, dia jelas-jelas menunjukkan rasa cintanya pada wanita itu. Jadi, sepertinya Ibu Lusi tidak perlu mengkhawatirkan putranya."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2