Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
PART 46 KAMU HANYA PERLU BILANG IYA ATAU TIDAK


__ADS_3

"Mama memintaku untuk melamarnya minggu depan."


Suara Bagas membuat Sandra menghentikan kegiatannya yang sedang menuangkan jus ke dalam gelas. Wanita itu langsung melepaskan pelukan Bagas. Entah apa yang ia rasakan saat ini, yang jelas, ucapan Bagas seketika membuat hatinya sesak.


"Sandra–"


"Duduklah dulu, aku akan menyiapkan minuman kamu." Sandra melanjutkan menuang minuman itu ke dalam gelas. Sementara itu, Bagas terpaksa memenuhi permintaan Sandra saat perempuan itu menatapnya dengan tatapan tajam.


Sandra mengembuskan napas panjang. Mencoba menetralkan perasaannya. Detak jantungnya memompa cepat saat ucapan lelaki itu kembali terngiang.


Melamar dia? Apa yang dimaksud Bagas adalah melamar perempuan yang bernama Shena? Gadis cantik yang katanya telah dijodohkan dengan Bagas?


Sudut hati Sandra terasa nyeri. Ada perasaan tidak rela saat Bagas mengatakan akan melamar seseorang minggu depan.


Sandra kembali menghela napas panjang.


"Aku selalu menyangkal perasaanku, tapi, saat aku mendengar dia ingin melamar wanita lain, aku seolah tidak terima. Sebenarnya, apa yang terjadi padaku?" batin Sandra.


Sandra melangkah mendekati Bagas yang kembali ke ruang tamu saat Sandra mengusirnya tadi.


"Minum dulu." Sandra memperhatikan wajah Bagas yang tidak seperti biasanya. Lelaki itu tidak seceria dan semenyebalkan seperti yang Sandra lihat selama ini.


"Ada apa?" Sandra memperhatikan Bagas yang saat sedang meminum jus buatannya.


"Aku sudah mengatakannya tadi padamu. Apa kamu tidak dengar?" Bagas yang memang suasana hatinya sedang tidak bagus terlihat kesal mendengar ucapan pujaan hatinya.


"Kamu mengatakan sesuatu di saat aku sedang bekerja, aku tidak fokus," ucap Sandra berpura-pura. Padahal, yang sebenarnya adalah wanita itu sangat penasaran hingga dia ingin kembali mendengar cerita Bagas. Bila perlu, secara detail agar dirinya tidak merasa penasaran.

__ADS_1


Perasaannya campur aduk semenjak Bagas mengatakan tentang lamaran. Hatinya yang paling dalam jelas tidak menerima Bagas melamar perempuan lain. Namun, sisi hatinya menertawakan karena sekesal apapun perasaannya saat ini terhadap Bagas, bukankah dirinya dan Bagas tidak ada hubungan apa-apa?


"Sayang, tidak bisakah kamu mendengarkan aku sedikit saja? Aku tahu kamu tidak–"


"Jangan bertele-tele. Langsung ke intinya saja," potong Sandra tidak sabar.


Bagas menghela napas panjang. Menatap wanita yang sangat dicintainya itu dengan tatapan entah. Melihat Sandra yang berada dekat dengannya, tetapi, terasa jauh dari jangkauannya membuat rasa percaya diri Bagas turun sedikit demi sedikit.


Apa wanita itu benar-benar tidak mencintainya sama sekali? Atau, paling tidak, tidak adakah wanita itu menyimpan sedikit perasaan untuknya?


Bagas bukan lelah. Dirinya hanya ingin kepastian. Rasa cintanya yang begitu besar pada Sandra membuat dirinya tersiksa. Bagas setiap hari mengejar Sandra berharap perempuan itu sedikit saja memberikan rasa kepadanya. Namun, berapa waktu berlalu wanita itu tidak sedikitpun memberinya harapan.


Sandra tetap diam tidak menolak dan tidak mengiyakan tentang semua perasaan yang hampir setiap hari ia ungkapkan pada wanita itu


Pada satu sisi Bagas merasa kalau Sandra juga mempunyai perasaan yang sama terhadapnya. Namun, pada sisi hatinya yang lain, ia merasa kalau Sandra tidak mempedulikannya sama sekali.


Bagas hanya ingin kepastian. Pria itu ingin hubungannya dengan Sandra bisa diperjelas. Sandra menolak cintanya. Akan tetapi, wanita itu tidak menolak saat Bagas mendekatinya.


Sandra seolah sengaja menarik ulur hatinya, hingga membuat Bagas serba salah. Ingin meninggalkan, tetapi dirinya sangat mencintai Sandra. Namun, tetap bertahan dengan status tidak jelas juga membuat hati Bagas tidak tenang.


Di masa lalu, Bagas memang pemain wanita. Sikapnya pada wanita-wanitanya saat itu hampir sama persis dengan apa yang dilakukan oleh Sandra saat ini.


Bedanya, Bagas dengan begitu mudah mengajak wanitanya ke atas tempat tidur meskipun hubungannya tidak jelas. Saat itu, tujuan Bagas hanya satu, bagaimana caranya agar wanita yang menjadi incarannya luluh dan berakhir dengan tidur bersama.


Mengingat itu, Bagas tersenyum miris. Betapa bejatnya dirinya di masa lalu. Bahkan apa yang ia lakukan pada Sandra kala itu juga bukanlah perbuatan yang bisa dimaafkan oleh Sandra. Namun, rasa cintanya pada perempuan itu membuat Bagas membuang rasa malunya.


Bukankah setiap manusia memiliki masa lalu? Jadi, tidak salah bukan, jika dirinya mengharapkan cinta dari perempuan yang dulu pernah hampir dilecehkannya?

__ADS_1


"Mama meminta aku untuk melamar Shena minggu depan."


Sandra meremas kedua tangannya saat ada rasa yang berdenyut di ujung hatinya.


"Lalu?" Suara Sandra terdengar lirih, tetapi, masih terdengar di telinga Bagas.


"Aku tidak mungkin melamarnya, Sayang, aku tidak mencintainya." Bagas meraih tangan Sandra dan meletakkannya pada dadanya.


"Kamu sangat tahu kalau aku sangat mencintaimu bukan?"


"Aku tidak mungkin menikah dengan orang yang tidak aku cintai," lanjut Bagas.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Sandra sangat kesal mendengar ucapan Bagas. Bukan kesal dengan ungkapan cinta pria itu. Tetapi kesal karena pria itu ingin melamar perempuan yang bernama Shena itu.


Menurutnya, orang seperti Shena jelas tidak cocok dengan pria seperti Bagas. Lalu, perempuan seperti apa yang menurutnya pantas untuk Bagas?


"Kamu hanya perlu bilang iya atau tidak."


"Apa maksudmu?"


"Bilang padaku kalau kamu juga mencintaiku. Bilang juga padaku jika kamu memang tidak mau bersamaku, Sandra. Aku sangat mencintaimu. Aku hanya perlu jawaban dari kamu agar aku bisa tenang." Bagas menatap wanita pujaannya itu dengan penuh cinta dan harapan.


"Jika kamu memang benar-benar tidak mempunyai perasaan apapun padaku, saat ini juga aku akan pergi darimu. Minggu depan, aku akan memenuhi permintaan mama untuk melamar perempuan itu meskipun aku tidak mencintainya."


BERSAMBUNG ....


__ADS_1


__ADS_2