Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
AKU TIDAK INGIN MEMBERIMU KESEMPATAN


__ADS_3

"Semenjak aku bertemu denganmu untuk pertama kalinya, semenjak itu pula aku mengakhiri petualanganku dengan semua wanita."


Sandra menatap tak percaya mendengar ucapan Bagas. Apa pria itu bersungguh-sungguh dengan ucapannya?


"Kamu boleh percaya boleh nggak. Tapi, memang itulah kebenarannya. Aku jatuh cinta padamu saat pertama kali aku membawamu ke rumah sakit." Bagas merebahkan kepalanya pada bahu Sandra.


Suaranya bergetar saat pria itu mengucapkan rumah sakit. Saat Bagas mengucapkan rumah sakit, peristiwa yang dulu pernah dialaminya kembali terlintas.


Perbuatan bejatnya pada perempuan yang saat ini berada dalam pelukannya itu kembali terlintas di kepalanya.


"Maafkan aku karena dulu aku pernah bersalah padamu. Maafkan aku. Kamu benar, aku memang brengsek, bajingan tidak tahu diri. Seharusnya aku tidak mendekatimu karena dulu aku pernah menjadi seseorang yang telah menyakitimu begitu dalam. Tapi, aku benar-benar tidak bisa menghindari dan menahan perasaan yang kini aku rasakan padamu." Bagas mempererat pelukannya.


"Maafkan aku, Sandra, maaf!"


Sandra terdiam. Entah apa yang harus dia katakan pada Bagas. Dulu, Sandra memang sangat membencinya. Sandra bahkan sangat ketakutan saat melihat pria itu.


Namun, sekarang lihatlah! Sandra bahkan tidak menolak saat lelaki itu memeluknya.


"Aku mencintaimu, Sandra. Sungguh! Aku benar-benar mencintaimu." Bagas kembali berucap meskipun Sandra hanya terdiam, tidak menanggapinya sama sekali.

__ADS_1


"Aku harap, kamu mau memberikan kesempatan padaku untuk membuktikan kalau aku benar-benar mencintaimu."


Sandra masih terdiam. Perempuan itu tidak memberikan respon apapun. Namun, Sandra tidak menolak perlakuan Bagas yang masih memeluknya. Sandra bahkan menyandarkan tubuhnya pada lelaki itu.


Semilir angin pantai membuat rambut keduanya menari-nari. Di depan mereka, terlihat deburan ombak bergulung-gulung saling berkejaran.


Kedua insan itu saling terdiam. Tidak ada lagi kata-kata yang terucap dari bibir mereka. Hanya suara hembusan napas mereka yang terdengar.


Melihat Sandra terdiam, Bagas pun ikut terdiam. Lelaki itu tidak ingin memaksa Sandra untuk menjawab ataupun menanggapi semua ucapannya. Bisa berdekatan dengan wanita yang sangat dicintainya saja, Bagas merasa sangat bahagia.


Pria berwajah tampan itu akhirnya bisa melepaskan semua rindunya pada Sandra. Perempuan yang sudah sebulan ini tidak dilihatnya, kecuali saat mereka melakukan panggilan video.


Rasa rindunya terbayar sudah melihat Sandra yang begitu penurut hari ini.


"Apa dia tidur?" Bagas melambaikan tangannya di depan mata Sandra.


"Diam!"


Bagas terkekeh mendengar teriakan Sandra.

__ADS_1


"Aku pikir kamu tidur." Bagas kembali melingkarkan kedua tangannya pada perut Sandra.


Sandra menghela napas panjang. Mencoba menetralkan detak jantungnya yang sedari tadi menggila. Sandra sedari tadi terdiam karena ia tidak ingin Bagas mengetahui kalau dirinya saat ini sedang gugup.


Sebenarnya, Sandra ingin sekali melepaskan pelukan Bagas. Akan tetapi, entah mengapa dirinya begitu berat melepaskan pelukan Bagas yang membuatnya merasa nyaman.


Sudah lama Sandra tidak pernah merasa senyaman ini dengan seorang pria. Semenjak perpisahannya dengan Sean, Sandra tidak pernah dekat dengan pria manapun.


Saat dirinya tinggal di Paris pun, Sandra tidak pernah dekat dan berhubungan dengan lelaki manapun. Hidup Sandra hanya fokus pada pekerjaan karena hanya dengan bekerja, wanita itu bisa menghilangkan rasa cinta dan rindunya pada Sean.


Saat itu, rasa cintanya pada Sean masih begitu besar. Sandra terpaksa melepaskan suami yang dicintainya itu untuk sahabatnya.


Sahabat yang telah rela berkorban untuknya. Sahabat yang ia paksa untuk menikah dengan Sean. Sebenarnya bukan hanya untuk sang sahabat, tetapi, Sandra memang sengaja meninggalkan Sean saat dirinya menyadari kalau Sean sudah mulai mencintai istri sirinya.


Istri yang Sandra pilih untuk menjadi istri siri suaminya itu ternyata adalah cinta pertama suaminya dari semenjak SMA.


"Aku tidak ingin memberimu kesempatan. Apa kamu tahu, Semenjak aku berpisah dengan suamiku, aku tidak pernah dekat dengan pria manapun."


"Sayang, apa itu benar?" Bagas kehilangan kata-katanya.

__ADS_1


Bagaimana mungkin seorang Sandra yang begitu mempesona tidak dekat dengan pria manapun?


BERSAMBUNG ....


__ADS_2