Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
JADI INI YANG KAMU BILANG SANGAT MENCINTAIKU?


__ADS_3

Sean menatap tajam ke arah Bagas. Lelaki itu merasa kesal mendengar ucapan Bagas yang terakhir.


"Aku melakukan semuanya bukan karena aku masih memiliki perasaan cinta terhadap Sandra. Aku hanya ingin yang terbaik buat dia. Bukan hanya aku, tapi juga istriku." Sean menjelaskan dengan raut wajah kesal.


"Dulu, aku akui aku sangat mencintai Sandra. Aku bahkan rela melakukan apapun demi dia. Termasuk menikahi sahabat Sandra yang saat ini menjadi istriku secara sah." Ucapan Sean membuat Bagas terkejut.


"Apa maksudmu?" Bagas merasa penasaran dengan ucapan Sean.


"Sandra menyuruhmu menikahi sahabatnya? Apa dia sudah gila menyuruh suaminya menikah lagi?" lanjut Sean. Ia sungguh tidak percaya dengan ucapan Sean.


"Tapi itulah kenyataannya. Sandra lebih memilih karirnya dibandingkan keluarga. Saat itu, kedua orang tuaku ingin sekali memiliki cucu. Aku sudah bicara dengan Sandra agar melepaskan alat kontrasepsi yang dia pakai agar dia bisa hamil, tapi, Sandra menolak. Wanita itu lebih memilih mengorbankan aku dan sahabatnya demi mewujudkan ambisinya menjadi seorang model terkenal." Sean menceritakan semua kisah masa lalunya bersama dengan Sandra tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Sean ingin melihat, apakah laki-laki yang mengatakan sangat mencintai Sandra itu terus mencintainya seandainya dia tahu orang seperti apa Sandra yang selama ini dia kenal.


Sean ingin menguji seberapa besar cinta Bagas pada mantan istrinya. seandainya setelah ini laki-laki itu tetap bersikeras ingin bersama dengan Sandra maka dengan sangat terpaksa Sean akan merestuinya. Meskipun sebenarnya, laki-laki itu lebih memilih seseorang yang lebih segalanya dari Bagas.


"Jadi, Sandra sengaja menikahkan kamu dengan sahabatnya agar kamu bisa mempunyai anak dari sahabatnya yang kemudian akan diakui sebagai anak kalian berdua?" Bagas benar-benar kaget mendengar cerita tentang Sandra di masa lalu.


Bagaimana mungkin wanita seperti Sandra bisa melakukan hal di luar batas seperti itu? Sandra adalah tipe perempuan yang sangat susah didekati. Bagaimana mungkin tebersit pemikiran untuk menikahkan suaminya dengan sahabatnya?

__ADS_1


Apa wanita itu sudah gila? Hanya karena tidak mau bentuk tubuhnya berubah jelek, lalu dia meminta sahabatnya untuk menikah denganmu? Sandra bahkan membayar sahabatnya dengan satu miliar agar sang sahabat mau menikah dengan suaminya.


Bagas menatap Sean tajam. "Apa kamu sengaja mengatakan semua ini padaku agar aku mundur untuk mengejar Sandra?" Suara Bagas terdengar mencemooh.


Sementara itu, Sean hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Bagas.


"Aku hanya ingin mengatakan kebenaran agar kamu tidak kaget. Selama ini kamu hanya melihat Sandra dari sisi positifnya saja bukan?"


"Aku ingin yang terbaik untuk Sandra. Aku ingin wanita itu bisa bersama dengan seseorang yang akan mencintainya dengan tulus."


***


Sandra menatap ponsel di tangannya. Jarinya berulang kali memeriksa apakah ada pesan atau telepon yang masuk dari nomor yang ia beri nama pria brengsek. Namun, berkali-kali Sandra memeriksanya, hasilnya tetap nihil. Tak ada satupun pesan yang masuk ke nomornya.


Sandra bahkan tidak pernah melihat lagi pria itu di manapun. Bagas benar-benar menuruti keinginannya untuk tidak menemuinya.


Seharusnya Sandra merasa senang bukan? Tetapi, kenapa dia justru merasa resah sekarang?


Jelas-jelas dirinya yang meminta pria itu menjauhinya, tetapi, kenapa sekarang justru dirinya yang merasa resah karena tidak melihat pria itu di manapun?

__ADS_1


"Apa dia sibuk dengan bisnisnya? Atau, apa dia marah karena aku menolaknya saat itu?" batin Sandra.


"Dia bilang dia mencintaiku. Jadi, cuma segini sajakah rasa cintanya yang katanya begitu besar padaku?" Wajah Sandra berubah cemberut. Saat ini, dirinya sedang berada di restoran yang terletak di sebuah pusat perbelanjaan.


Sandra baru saja berkeliling Mall, setelah mendapatkan apa yang diinginkan, wanita itu kemudian mampir di restoran.


Sandra baru saja menghabiskan makanannya saat netranya tak sengaja mengarah pada seseorang yang kini berdiri tak jauh di hadapannya.


Kedua matanya membola saat melihat perempuan yang bergelayut manja pada lengan pria yang selama hampir sebulan ini tidak pernah dilihatnya.


Entah perasaan apa yang Sandra rasakan saat ini, yang jelas, ada rasa sesak yang tiba-tiba menghimpit dadanya.


Pria itu, pria yang membuatnya setiap hari memandangi ponselnya. Menunggu pesan juga telepon darinya. Ah! Betapa bodohnya Sandra karena mengira jika apa yang dikatakan oleh pria itu adalah benar adanya.


"Jadi ini, yang kamu bilang sangat mencintaiku?" lirih Sandra. Kedua matanya terus mengawasi kedua orang yang tampak mesra itu.


Sandra menundukkan kepala saat netranya tak sengaja bertabrakan dengan pria itu.


Sementara itu, Bagas sungguh terkejut sekaligus senang saat melihat wanita pujaannya yang hampir sebulan tidak dilihatnya itu duduk tidak jauh di hadapannya.

__ADS_1


"Sandra, kamu di sini?"


BERSAMBUNG ....


__ADS_2