Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
KAMU LAGI?


__ADS_3

Bagas sampai di apartemennya dengan wajah lelah. Laki-laki itu kemudian melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Rasa lelahnya menguap seketika saat dirinya mengingat kejadian di pesawat bersama Sandra tadi.


Sebuah senyuman terbit pada wajah tampannya. Rasanya, sudah lama sekali Bagas tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. Semenjak Bagas menyadari kalau dirinya telah jatuh cinta pada Sandra, setiap hari, pria itu hanya bisa bersedih karena menahan rindu dan penyesalan yang menyiksanya.


Rasa bersalah pada Sandra membuat Bagas merasa tersiksa setiap hari. Tidak pernah ada yang namanya kebahagiaan saat dirinya di dalam penjara. Yang ada hanya rasa penyesalan dan rindu yang semakin membuat Bagas merasa putus asa.


Seandainya saja Bimo tidak datang untuk menyadarkannya, mungkin, Bagas sampai sekarang masih terjebak dalam lembah putus asa. Apalagi, saat itu tidak ada lagi yang mau membantunya.


Keluarga besarnya sangat marah saat mengetahui kasus yang menimpa Bagas hingga laki-laki itu harus menjalani proses hukum dan berakhir mendekam di balik jeruji.


Beruntung, saat itu tidak ada yang mengenali Bagas sebagai putra pewaris keluarga Bimantara, kalau tidak, keluarga besar Bimantara pasti akan merasa malu karena ulah sang putra terlibat kasus pemerkosaan.


Mengingat itu semua, rasa bersalah Bagas pada kedua orang tuanya semakin besar. Kini, ia berjanji pada dirinya sendiri kalau mulai saat ini, ia ingin berubah menjadi seorang anak yang patut di banggakan oleh kedua orang tuanya.


Sudah cukup lama Bagas bermain-main. Kini, dirinya benar-benar akan fokus untuk mengurus perusahaan milik papanya. Keputusan yang diambil oleh Bagas untuk kembali pada keluarganya sudah bulat.


Bagas sudah berjanji pada ayah dan ibunya kalau kali ini dirinya benar-benar serius ingin mengabdikan hidupnya untuk keluarganya. Bagas tidak ingin lagi mengecewakan kedua orang tuanya yang selama ini begitu menyayanginya.


Namun, Bagas tidak lupa meminta restu kepada orang tuanya agar kelak, dia bisa membawa Sandra ke hadapan kedua orang tuanya untuk dijadikan menantu.


Awalnya kedua orang tua Bagas merasa ragu. Namun, setelah Bagas menceritakan tentang Sandra, mereka akhirnya setuju.


Keluarga Bagas bahkan kini sangat mendukung agar Bagas bisa segera menaklukkan Sandra sebagai menantunya.

__ADS_1


Bagas menyelesaikan ritual mandinya. Laki-laki itu kemudian keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pada pinggangnya.


"Semoga dalam waktu dekat ini, aku bisa mendekatimu," ucap Bagas sambil tersenyum di depan cermin yang memperlihatkan tubuhnya.


Bagas meraih ponselnya. Pria itu ingin menghubungi Anisa.


"Jangan lupa, lakukan rencana kita mulai besok!" ucap Bagas tanpa basa-basi.


"Bisakah kau tidak menggangguku sebentar saja? Aku dan suamiku sangat lelah. Kita bahkan belum sampai ke rumah karena jalanan macet setelah mengantarkanmu!" Terdengar suara ocehan Anisa di seberang sana, kemudian tanpa basa-basi wanita itu menutup panggilan teleponnya secara sepihak sebelum Bagas berbicara dengannya.


Bagas menatap layar ponselnya yang memperlihatkan panggilan telah berakhir.


"Sial!" Laki-laki itu mengumpat kesal.


Bagas terus mengomel. Laki-laki itu kemudian memutuskan memesan makanan secara online saat rasa lapar mulai menyerang.


***


Sandra sedang berkeliling di dalam pusat perbelanjaan terbesar di ibukota. Model cantik itu ingin bersenang-senang setelah dua hari kedatangannya dari Paris dihabiskannya dengan bermalas-malasan di rumah barunya.


Wanita itu sangat antusias. Bertahun-tahun menetap di negara orang membuat Sandra merindukan semua kebiasaannya di masa lalu. Termasuk berbelanja. Padahal di Paris pun dia tidak pernah ketinggalan untuk berbelanja bersama Anisa.


Namun, sesampainya di Jakarta, Sandra terlihat seperti orang yang tidak pernah belanja. Begitu antusias! Apalagi, saat melewati beberapa tempat yang menyediakan makanan.

__ADS_1


Rasanya Sandra ingin makan apapun yang diinginkannya saat ini. Meskipun dalam hatinya sedikit berperang antara makan sepuasnya tanpa memperhatikan berat badannya atau makan dengan porsi seperti biasa karena ia adalah seorang model yang harus memperhatikan makanan yang dikonsumsinya.


Sandra berjalan dengan langkah percaya diri. Wajahnya yang terlihat sangat cantik dan juga bentuk tubuhnya yang sangat bagus membuatnya menjadi pusat perhatian.


Namun, saat Sandra sedang asyik memperhatikan restoran mana yang akan ia masuki, tiba-tiba saja ada serombongan anak muda yang sedang berjalan sambil bercanda tanpa sengaja menabraknya hingga tubuh perempuan cantik itu hampir saja terjatuh ke lantai.


Beruntung, saat tubuh Sandra hampir terjungkal dengan beberapa paper bag di tangannya, seseorang dengan sigap menarik Sandra ke dalam pelukannya. Sementara barang belanjaan Sandra berserakan di lantai.


"Kamu lagi?" Kedua mata Sandra melotot. Kedua tangannya dengan berontak melepaskan pelukan seseorang yang menolongnya tadi.


"Aku tidak sengaja lewat, tiba-tiba aku lihat ada orang hampir saja terjatuh. Aku mengikuti naluriku saja tadi," jawab Bagas dengan tenang, sambil melepaskan pelukannya.


"Modus!"


"Siapa yang modus? Aku–" Ucapan Bagas terhenti saat beberapa pemuda yang tadi tidak sengaja menabrak Sandra memberikan beberapa paper bag belanjaan Sandra yang tadi berserakan di lantai.


"Aku minta maaf, Mbak. Tidak sengaja menabrak tadi. Maaf!"


Sandra mengangguk sambil tersenyum tipis. Perempuan itu menerima barang belanjaannya kemudian masuk ke dalam restoran tanpa memedulikan seseorang yang membuat moodnya langsung terjun bebas.


BERSAMBUNG ....


Mampir lagi di karya punya temen Author yang tak kalah seru yuk!

__ADS_1



__ADS_2