Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
KENAPA AKU HARUS BERTEMU DIA LAGI?


__ADS_3

Sandra dan Anisa sampai di apartemen. Anisa membantu merebahkan tubuh Sandra di atas ranjang kemudian menyelimutinya.


Perempuan itu butuh istirahat sebentar untuk menenangkan pikirannya setelah bertemu dengan seseorang yang amat sangat dibencinya.


"Kenapa dia ada di sini? Kenapa aku harus bertemu dengannya di sini. Kenapa? Harusnya dia tidak datang lagi. Kehidupanku sudah bahagia, kenapa aku harus melihatnya lagi?" Sandra berucap lirih sambil berlinang air mata.


Sungguh! Pertemuannya dengan Bagas adalah hal yang terburuk dalam hidupnya. Bagaimana seseorang yang telah berperan menghancurkan kehidupannya tiba-tiba kembali berada di hadapannya dengan keadaan baik-baik saja?


Seharusnya dia dihukum berat dan bila perlu dihukum seumur hidup agar dia jera, dengan begitu, Sandra juga tidak akan pernah bertemu dengan laki-laki brengsek itu lagi.


"Istirahatlah, jangan terlalu banyak berpikir. Sebentar lagi kamu ada pemotretan." Anisa mengusap rambut Sandra dengan penuh kasih sayang.


Sandra menatap Anisa dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Aku takut bertemu dengan dia lagi. Aku takut, Nis," lirih Sandra kembali terisak.


"Tenang, Sandra, semuanya akan baik-baik saja. Aku akan selalu menjagamu. Aku tidak akan pernah membiarkan laki-laki itu mendekatimu. Kalau benar laki-laki itu ingin meminta maaf padamu, aku akan memastikan yang terlebih dahulu."


"Aku tidak akan memaafkannya." Sandra terisak kembali. Bagaimana mungkin aku bisa memaafkan orang yang telah mencoba menghancurkan aku?"


"Rasanya sangat sulit, Nis, apa kamu tahu, gara-gara dia, aku hampir saja kehilangan kehormatan dan juga nyawaku." Ingatan Sandra kembali pada saat dirinya begitu ketakutan ketika lelaki itu mencoba menjamah seluruh tubuhnya memaksanya untuk melayani nafsu biadabnya.


Entah keberanian dari mana, Sandra akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di hadapan pria itu. Bayangan Sean yang menari di kepalanya membuat Sandra bersemangat untuk terus melawan pria itu sampai akhirnya dia dengan kalap mengambil senjata tajam untuk menikam dirinya sendiri.


Anisa masih terus menenangkan Sandra. Perempuan itu kemudian menceritakan semua tentang pertemuannya dengan Bagas.


Sepanjang menceritakan tentang Bagas, wanita itu terus saja menangis. Anisa begitu iba mendengarkan penuturan Sandra.

__ADS_1


*Bagas memang brengsek! Bagaimana bisa pria itu bertindak begitu keji? Bukankah dia hanya suka bermain dengan gadis-gadis yang sama-sama menginginkannya?


Kenapa harus Sandra*?


Anisa memeluk wanita di hadapannya. Setelah Sandra merasa tenang, Anisa melepaskan pelukannya. Asisten pribadi sekaligus managernya itu mengusap air mata Sandra dengan lembut.


"Kamu harus istirahat dengan benar. Satu jam lagi kita akan ada pemotretan." Anisa kembali mengingatkan.


"Anisa, bisakah kamu tidak menerima pekerjaan apapun lagi setelah semua kontrakku berakhir?" lirih Sandra sambil menatap wanita di depannya itu.


"Kenapa? Kamu ingin beristirahat sejenak? Atau–"


"Aku ingin pulang ke Indonesia."


"Apa?"


"Jangan mengambil keputusan di saat kamu sedang marah. Aku tidak mau kalau kamu menyesal di kemudian hari." Anisa menatap tajam ke arah Sandra. Ingin mencari kejujuran dalam kedua mata model cantik itu.


"Menjadi model terkenal dan populer adalah impianmu semenjak dulu bukan? Sekarang kamu sedang ada di puncak itu Sandra. Semua orang mengenalmu. Apa kamu yakin, akan meninggalkan semuanya hanya karena hari ini kamu bertemu dengannya?" Anisa menatap tajam pada Sandra. Seolah tidak mempercayai semua ucapan wanita itu.


Sandra adalah orang yang sangat bersemangat dan juga pekerja keras. Dia selalu menjadikan pekerjaannya itu sebagai hidupnya. Tidak mungkin orang seambisius Sandra menyerah begitu saja hanya karena pertemuannya dengan Bagas bukan?"


"Aku tidak peduli. Asal bisa menjauh dari pria itu, aku rela kehilangan semuanya."


"Sandra–"


"Kamu tidak tahu bagaimana rasanya dilecehkan oleh pria yang baru kamu kenal, Nis. Kalau kamu tahu, kamu pasti tidak akan bicara seperti ini." Sandra mengunci tatapan Anisa. Perempuan cantik yang selama ini begitu menjaganya.

__ADS_1


Sandra sungguh beruntung bisa bertemu dengan Anisa.


"Aku akan tetap di sini setelah semua pekerjaanku selesai. Jangan terima pekerjaan apapun yang melebihi waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak terakhirku."


"Jadi, maksud kamu, kamu akan tetap menerima pekerjaan lain selain beberapa kontrak kerja yang sudah kamu tanda tangani?"


Sandra mengangguk mendengar ucapan wanita itu. Sementara Anisa tersenyum lega.


Dunia modelling adalah dunia impian dan kehidupan Sandra. Anisa tidak ingin wanita itu menyesal melepaskan semua hanya karena kedatangan Bagas yang begitu tiba-tiba.


"Istirahatlah! Setelah ini, kamu harus kembali bekerja. Bagaimanapun keadaan kamu sekarang, kamu harus tetap profesional."


Sandra mengangguk paham.


Aku harus mencari cara agar aku bisa pergi dari bajingan itu.


BERSAMBUNG ....


Haloo kesayangan Author. Sambil nunggu update selanjutnya, mampir dulu ke novel keren milik temen Author yuk!



Blurb :


Zara Adelia, gadis cantik dan juga seorang Nona muda yang masih duduk di kelas 12 SMA, terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan seorang pria yang lebih dewasa darinya. Ia dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria dari kalangan sederhana, kedua orang tua Zara sangat yakin jika pria tersebut bisa membuat Zara bahagia. Pria tersebut tak lain adalah guru olahraga sekaligus guru BP nya di sekolah. Sedari dulu Zara sangat tidak menyukai guru olahraga nya itu.


Akankah Zara bisa hidup bahagia bersama pria yang bukan pilihannya? Nyatanya sehari-hari Zara harus berhadapan dengan suami sekaligus guru olahraga nya di sekolah. Mungkinkah cinta mulai bersemi di antara mereka?

__ADS_1


__ADS_2