Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
AKU INGIN MENIKAH DENGANMU


__ADS_3

Sandra mengusir Bagas setelah makan malam. Sebenarnya pria itu tidak mau pulang. Ia memaksa untuk menginap di rumah Sandra. Namun, wanita yang dicintainya itu jelas menolaknya mentah-mentah.


"Sayang, aku ingin tidur sama kamu. Kamu tahu 'kan, aku lagi sakit. Aku mau tidur dipeluk sama kamu." Suara Bagas seperti anak kecil yang sedang merajuk. Wajah tampannya terlihat menggemaskan. Namun, kata-kata yang keluar dari mulut pria itu membuat wajah Sandra memerah.


Apalagi, di ruangan itu bukan hanya ada dirinya saja. Di sana ada Sari dan suaminya. Ada Bimo juga dan seorang dokter yang Bimo suruh untuk memeriksa Bagas.


Saat kabur, lelaki dalam keadaan tidak baik-baik saja hingga membuat Bimo khawatir. Apalagi, saat Bimo mengingat kalau ingatan Bagas baru saja pulih.


Sandra melihat beberapa orang itu tersenyum melihat tingkah Bagas yang mirip dengan ABG yang baru jatuh cinta.


Sandra melototi Bagas yang masih merajuk. Benar-benar memalukan.


"Sayang, aku mohon, izinkan aku menginap di sini. Aku janji, aku tidak akan melakukan apapun kecuali aku khilaf–"


"Bagas! Sekali lagi kau bicara, aku benar-benar akan memukulmu!"


"Sayang–"

__ADS_1


"Diam!"


Sandra menatap Bagas dengan kesal. Ia menyuruh Bagas untuk berhenti omong kosong. Apalagi, ucapan Bagas itu membuat orang-orang yang sedang memperhatikannya menahan tawa. Namun, Bagas seolah tidak peduli. Dia hanya ingin berada di samping Sandra. Tidur bersama sambil memeluk wanita itu.


Setelah kejadian kemarin di saat dirinya amnesia, Bagas ketakutan Sandra akan meninggalkannya karena perlakuan buruknya saat ingatannya masih hilang.


Apa yang dia lakukan beberapa hari yang lalu terus berputar di kepalanya. Bagas bahkan masih ingat saat dirinya begitu tega memarahi Sandra dan mengusirnya.


"Sayang, aku mohon, aku hanya ingin tinggal denganmu."


"Bagas! Kau benar-benar keterlaluan! Kamu bilang ingin menginap dan tidur bersamaku? Apa kau lupa, kita belum menikah, Bagas!" Sandra mendekati Bagas. Rasanya, kedua tangannya ingin sekali mencekik leher lelaki itu karena sedari tadi mempermalukannya di depan orang lain.


"Bagaasss!"


***


Sandra menghela napas panjang. Setelah banyak drama, akhirnya Bagas bersedia pulang. Itu pun karena Liana dan Bimantara ikut turun tangan membujuk pria itu. Benar-benar memalukan!

__ADS_1


Sandra tidak menyangka kalau Bagas ternyata bisa bersikap kekanak-kanakan seperti itu. Namun, setelah mendengar alasan Bagas, Sandra akhirnya mengerti.


Pria itu ketakutan dirinya akan meninggalkannya karena perlakuan Bagas beberapa hari terakhir karena amnesianya. Lelaki itu menyadari kalau dia sudah melakukan kesalahan yang membuat Sandra sakit hati.


"Sayang, berjanjilah kalau kamu tidak akan pergi meninggalkan aku. Aku tidak sanggup jika harus kehilangan kamu," ucap Bagas sebelum dia pergi dari rumah Sandra.


"Aku tahu, kesalahanku kemarin sangat fatal, tapi aku benar-benar tidak sengaja. Aku amnesia. Seandainya aku tidak kehilangan ingatanku, aku tidak mungkin bersikap keterlaluan sama kamu. Aku mohon, jangan tinggalkan aku karena sikapku padamu kemarin. Aku mencintaimu, Sandra. Sangat!" Mendengar ucapan Bagas, Sandra berlari ke arah pria itu kemudian memeluknya dengan erat.


"Aku hampir saja tidak bisa bernapas saat kamu tidak mengingatku dan berniat meninggalkanku. Bagaimana mungkin aku akan meninggalkanmu setelah ingatanmu pulih?"


"Maafkan aku, Sayang, maaf!"


Sandra kembali mengembuskan napas panjang. Entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini. Lega karena akhirnya Bagas kembali mengingatnya. Kesal karena dia tidak bisa membalas sakit hatinya pada Bagas karena kelakuannya kemarin.


Padahal saat Bagas menolaknya kemarin, dirinya sudah mengatakan pada Bagas kalau pria itu akan menyesal dan harus berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkannya kembali. Namun, sepertinya rencana itu tidak akan Sandra lakukan.


Sudah cukup dirinya selama ini bersikap egois hingga membuat Bagas menunggu lama. Kini, Sandra hanya ingin tenang. Dia ingin menjalin hubungan dengan Bagas secara normal seperti pasangan-pasangan lain di luar sana.

__ADS_1


"Sudah lama aku tidak merasakan bahagia. Setelah berpisah dengan Sean, aku tidak pernah merasakan bahagia bersama siapapun. Bahkan setelah menjadi model terkenal yang dulu menjadi ambisiku pun tidak lagi membuatku bahagia."


BERSAMBUNG ....


__ADS_2