Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
MALAM PERTAMA


__ADS_3

Sandra memandangi wajah tampan Bagas saat pria itu menatapnya dengan dalam.


"Kamu siap, Sayang?" bisik Bagas di telinga Sandra. Bibirnya lembut mencium daun telinga Sandra. Indera perasanya bergerak menyusuri area telinga Sandra kemudian turun hingga ke lehernya.


Sandra memejamkan mata. Pasrah dengan perlakuan lelaki yang sudah berstatus sebagai suaminya itu. Darah Sandra berdesir saat perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan kembali muncul.


Jantungnya berdetak dengan cepat, tubuhnya menggeliat merasakan sensasi nikmat yang menjalar saat Bagas menjamah setiap jengkal kulitnya.


Bagas menatap wajah cantik Sandra. Wanita yang menjadi impiannya selama bertahun-tahun.


"Hari ini aku akan mewujudkan mimpiku selama bertahun-tahun," ucap Bagas sambil menghentakkan tubuhnya dengan kuat. Sandra mendongak menatap ke arah Bagas yang langsung mengunci bibirnya dengan ciuman lembut yang semakin menambah gairah panas yang sedang menguasai tubuh mereka.


Malam itu, mereka melakukannya dengan penuh cinta. Saling berlomba mengejar hasrat yang semakin membara.


Bagas merebahkan tubuhnya di sebelah Sandra dengan napas memburu. Lelaki itu mengusap kening Sandra yang berkeringat kemudian menciumnya cukup lama.


"Terima kasih, Sayang ...." Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan napas saling berkejaran.


"Aku mencintaimu."


"Aku juga," jawab Sandra.

__ADS_1


"Juga apa?" tanya Bagas dengan napas terengah.


"Sama seperti kamu." Sandra masih menatap Bagas. Memindai wajah sempurna pria yang baru saja menikmati tubuhnya itu.


"Bisakah kamu mengatakannya dengan lebih jelas?" kesal Bagas saat mendengar ucapan Sandra yang seolah malu mengakui perasaan cintanya.


Laki-laki itu menarik tubuh Sandra. Mendekap erat tubuh wanita yang baru saja memberinya kepuasan luar biasa. Setelah bertahun-tahun pensiun menyentuh wanita, hari ini, untuk pertama kalinya Bagas kembali melakukannya.


Rasanya sangat nikmat dan sangat berbeda dengan apa yang pernah dirasakannya dulu dengan banyak wanita.


"Mungkin karena sekarang aku melakukannya dengan wanita yang halal aku sentuh," ucap Bagas dalam hati. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis saat menyadari pemikirannya sendiri.


"Apa aku harus mengatakan sesuatu yang bahkan sudah kamu ketahui?" Sandra menatap netra cokelat Bagas yang menatapnya dengan kesal.


Pria itu merajuk dengan bibir mengerucut.


"Aku hanya ingin memastikan kalau kamu juga punya perasaan yang sama denganku." Bagas menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.


"Setelah apa yang aku lakukan hari ini, kamu masih saja meragukanku?" Kini gantian Sandra yang kesal.


Wanita itu berusaha melepaskan pelukan Bagas, tetapi, sang suami mengunci pergerakan tubuhnya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin mendengar langsung dari mulutmu. Apa aku salah?" Bagas mengecup bibir Sandra yang mengerucut.


"Kamu benar-benar tidak mau mengungkapkannya?" Bagas kembali berucap saat melihat Sandra yang masih terdiam.


"Aku hanya perlu membuktikannya padamu, bukan hanya sekedar ungkapan." Sandra membelai wajah tampan di depannya sambil mengulum senyum.


"Apakah apa yang aku lakukan tidak cukup membuktikan kalau aku juga punya perasaan yang sama terhadapmu?" Manik mata Sandra menatap wajah Bagas yang hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya.


"Maafkan aku, Sayang. Aku hanya ingin mendengarnya langsung dari mulutmu bukannya meragukanmu." Bagas mempersempit jarak mereka. Tubuhnya semakin menempel pada tubuh istrinya.


Tangan lelaki itu kembali merayu tubuh Sandra. Membangkitkan gairah yang baru saja padam beberapa menit lalu.


"Kamu benar-benar tidak ingin mengatakannya padaku?"


"Bagas." Sandra tersentak saat pria yang baru berstatus sebagai suaminya itu tiba-tiba langsung menyerangnya.


"Ronde kedua, Sayang ...."


TAMAT


Nantikan ekstra partnya ya. Lope-lope buat kalian yang sudah baca cerita Bagas dan Sandra ini sampai akhir ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2