Lihat Aku Seorang

Lihat Aku Seorang
MENYERAH


__ADS_3

Sandra meringkuk di atas ranjang dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Setelah menangis seharian, kini, tubuh Sandra terserang demam.


Beruntung, asisten rumah tangganya menyadari jika majikannya sedang tidak baik-baik saja. Sari menyuruh dokter pribadi Sandra untuk segera datang ke rumah, memeriksa Sandra yang saat itu sedang menggigil kedinginan.


Setelah dokter pergi, Sari memaksa majikannya itu untuk makan dan meminum obat. Sandra awalnya berontak dan tidak mau menuruti keinginan Sari. Namun, kepalanya yang terasa sakit dan tubuhnya yang lemah tak bertenaga membuat Sandra akhirnya mengalah.


Wanita itu menuruti Sari, makan dan meminum obat. Sandra kembali tertidur. Sandra baru terbangun saat hari berganti malam. Namun, ia tetap berbaring di tempat tidur dengan selimut tebal karena merasa kedinginan.


Demamnya sudah turun. Tetapi, rasa dingin masih menyelimuti tubuhnya.


Kepalanya masih berdenyut sakit. Sandra ingin sekali melupakan bayangan dan kilasan-kilasan kebersamaannya dengan Bagas yang terus saja berputar di kepalanya. Namun, rasanya sangat susah. Semakin ingin melupakan, rasa sakit di hatinya semakin terasa hingga kepalanya ikut berdenyut sakit.

__ADS_1


Ini adalah patah hati terparah yang Sandra alami. Saat dirinya memutuskan untuk meninggalkan Sean, ia tidak pernah sampai jatuh sakit karena menangisi pria itu. Tetapi, kenapa saat berpisah dengan Bagas rasanya begitu menyakitkan. Padahal Sandra sangat sadar kalau dirinya dengan Bagas belum terikat sama sekali. Mereka bahkan bukan sepasang kekasih. Sandra hanya tahu, kalau Bagas mencintainya. Begitupun dengan dirinya.


Setelah menangis seharian, Sandra memutuskan untuk tidak lagi mengejar Bagas. Wanita itu sudah pasrah dengan nasib percintaannya. Percuma saja ia terus membujuk Bagas karena itu tidak akan ada artinya lagi.


Sudah cukup ia mempermalukan diri di hadapan Bagas. Mengingatkan pria itu tentang Shena yang tidak sebaik yang pria itu bayangkan. Kini, Sandra sudah tidak mau lagi.


Sandra hanya ingin beristirahat dan menenangkan diri. Apalagi, besok adalah hari pernikahan Bagas dan Shena. Sandra bahkan masih tidak percaya jika Bagas ingin melangsungkan pernikahan dengan buru-buru tanpa mempersiapkan apapun.


Jika benar itu yang terjadi, berarti selama ini Sandra adalah wanita bodoh yang mau saja dibodohi oleh pria seperti Bagas. Sandra bahkan masih ingat saat pria itu mengatakan kalau dia adalah mantan cassanova. Pria yang hidupnya tidak jauh dari dunia malam dan wanita.


Sandra meraih ponselnya yang sengaja ia matikan karena tidak ingin ketenangannya diganggu oleh sesuatu.

__ADS_1


Saat Sandra menyalakan ponselnya. Beberapa pesan dan panggilan tak terjawab terlihat dari nomor Sean, Kanaya, Anisa juga Liana.


Sandra kembali meletakkan ponselnya. Malas berurusan dengan mereka yang nantinya hanya akan mengingatkannya pada Bagas.


Saat ini dirinya ingin tenang sambil menikmati patah hati yang ia rasakan. Sandra ingin tidur. Berharap setelah dirinya bangun, sakit yang ia rasakan saat ini menghilang.


Hatinya terasa sakit hingga membuatnya kesulitan untuk bernapas. Sandra sendiri masih tidak menyangka, kehilangan Bagas ternyata rasanya bisa sesakit ini. Namun, lagi-lagi, penyesalan memang selalu datang terlambat.


Keegoisannya membuat Sandra kehilangan pria yang nyatanya sedari awal telah membuatnya jatuh cinta.


"Aku menyerah, Bagas. Bukan karena aku tidak mencintaimu. Aku hanya tidak kuat menahan rasa sakit yang lebih dari ini. Kini, aku pasrah. Terserah kamu kalau kamu memang akan menikah dengannya."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2