
Pesawat perlahan meluncur meninggalkan landasan. Mengudara sangat rendah, yang kemudian sedikit meninggi dan kian laju membumbung menembusi awan putih di langit yang biru. Terbang di antara lautan awan kota Kuala Lumpur menuju hamparan awan langit pulau Langkawi di kerajaan negeri Kedah.
Pria tampan dan wanita jelita di sampingnya sedang melepas tegang bersama. Mereka terlihat saling menggenggam tangan sangat erat. Menghayati penerbangan dengan sensasi rasa saat pesawat mengudara menuju angkasa memang cukup menegangkan dan sedikit membuat jantungan.
"Apa pramugari itu sangat cantik?" tegur Dhiarra saat tak sengaja menangkap basah Shin Adnan sedang mengamati seorang pramugari cantik yang berdiri di dekatnya.
Pramugari yang sedari awal memang begitu sering berdiri di dekat kursi mereka. Entah itu sengaja atau kebetulan, Dhiarra sangatlah tidak paham. Sedang kursi dalam ruang eksekutif itu cukup banyak, bahkan di antaranya juga terbiar terus kosong.
"Iya, Raa. Sangat cantik," sahut jujur Shin Adnan.
Kejujuran Shin cukup mengejutkan Dhiarra. Meresa kecewa dan tentu saja tidak suka. Berusaha menarik tangan dari genggam erat Shin Adnan. Dan tidak berhasil menarik tangannya sedikit pun dari telapak kekar sang suami.
"Senang sekali membuatmu cemburu, Raa,?" tanya Shin Adnan tersenyum. Menoleh sang istri sambil melekatkan hidung dan bibir di pelipis sang istri. Dhiarra berusaha menghindar menjauh, namun Shin menahan kepala cantik itu agar tidak bergeser seinchi pun.
"Raa, mereka memang cantik. Tapi aku tak dapat tengok muka mereka. Sebab yang nampak di mataku, hanya wajahmu yang cantik di mana-mana. Semua wajah cantik itu milikmu, Raa,," bisik mesra Shin pada Dhiarra.
Pramugari yang sedang menyandar di bahu kursi Shin Adnan mungkin saja mendengar. Melirik sekilas pasangan yang duduk bersebelahan di sampingnya berdiri.
Mereka sedang saling erat menggenggam dan bertatapan penuh hasrat. Paham situasi di kelas privacy khusus dalam pesawat, sang pramugari segara pergi menyingkir buru-buru. Terpaksa meninggalkan penumpang pria yang tampan menawan itu dan enggan untuk mendekatinya kembali.
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
Menikmati indahnya pulau Langkawi dari atas balkon apartemen yang disewa oleh Shin Adnan bersama Dhiarra adalah hal yang tidak membosankan sedikit pun. Hamparan keindahan alam yang mempesona dan cantik, tersaji terpampang sejauh mata memandang.
"Sehabis istirahat, petang nanti kita pergi ke pantai ya, Raa,," ucap Shin pada Dhiarra. Mereka tengah berdiri berhimpitan di balkon belakang apartemen yang menghadap langsung ke pantai lepas di Pulau Langkawi. Makan siang tengah hari baru saja selesai dan mereka tengah bersantai melepas lelah perjalanan yang baru habis ditempuh.
"Iya, hon Shin. Apa nanti aku akan digendong lagi?" Dhiarra berbalik terdenyum dan berkedip sebelah mata pada sang suami. Shin tak bisa menahan tawa dengan gaya genit Dhiarra padanya.
"Siapa yang mengajarimu miang begitu, heem,,? ha,,ha,,ha,," Shin benar-benar tak mampu menahan tawanya.
"Apa ini lucu,,,? Aku kan sedang merayumu,,," Dhiarra bergelayut di lengan bahu Shin Adnan.
"Terlepas lucu atau tidak,,, tapi aku suka dirayu olehmu. Sering-seringlah merayuku,Raa..Terutama,," Shin terlihat menahan senyum sambil menggantung ucapannya.
"Terutama apa,,?" kejar Dhiarra dan berubah posisi menggayuti leher sang suami.
Meski tak dinampakkan, diam-diam Shin merasa megap dengan kelakuan Dhiarra yang bermanja begitu padanya. Sangat susah bernafas dengan lancar dan terasa seperti sangat kaku di perutnya.
"Terutama merayuku saat berada di sana,,," terang Shin sambil menujuk ke dalam kamar apartemen dengan lirik sudut mata dan gerak sodor dagunya.
"Sebetulnya yang miang siapa, hon Shin?" Dhiarra semakin menggayuti leher Shin Adnan.
Ah, tentu kian tak tahan lagi rasanya. Shin mengambil tangan Dhiarra dari gayut di lehernya. Menggendong bopong tubuh Dhiarra begitu cepat dan di bawa sangat mudah melewati pintu balkon kamarnya. Menghempas tubuh indah itu di atas busa ranjang yang empuk dan lembut.
"Hon, Shin,,! Kita baru sampai,,?!" terkejut Dhiarra dengan maksud Shin Adnan.
"Apa masalahnya,Raa..? Kita sudah makan,,, kita barusan mandi,,, dzuhur pun sudah. Lalu apa tujuan kita hanimun, heem,,?" cecar Shin dengan wajah yang telah begitu gelap berkabut. Shin telah bersiap menginput Dhiarra kembali. Menyamarkan tubuh sang istri dengan tindihan tubuhnya yang besar siang itu..
__ADS_1
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
Drama lebay berebutan sabun, berebutan sampoo, betebutan shower, dan berebutan air, baru saja usai sore itu. Mereka baru saja mengenakan baju masing-masing setelah keluar dari kamar mandi, selepas dari adegan seru mandi bersama, berebutan, dan berakhir dengan mufakat saling memandikan.
"Aku ngantuk sangat. Harusnya tadi kita tidur siang. Kamu ini melakukannya selalu lama-lama laah, hon Shin,," Dhiarra terdengar mengeluh.
"Jadi, diam-diam tidak ikhlas?" tanya Shin tersenyum sambil mengenakan tshirtnya. Lalu melapisi dengan kemeja lengen pendek warna hitam. Shin Adnan sangat cool dengan rambut berantakan yang basah dan kemeja hitamnya itu.
"Aku akan rugi sendiri jika merasa tidak ikhlas. Hanya memberi sedikit usulan, agar antara target dan istirahat,, boleh berimbang dan terpenuhi keduanya,," terang Dhiarra dengan mata jernih yang berkedip sangat cantik.
"Baiklah,, nanti malam setelah pulang jalan-jalan, kita akan tidur saja sepuasnya," ulas Shin Adnan sambil memyambar tangan Dhiarra.
Membawanya menuju pintu dan mengajak Dhiarra meninggalkan apartemen sewa mereka. Ingin mencari makan di luaran. Rasa kenyang yang baru dirasa beberapa jam lalu, telah berubah menjadi keringat dan tenaga yang telah dicurahkan tanpa sisa pada sang istri tercintanya barusan.
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
Pagi-pagi di hari ke-empat dalam rangka fast rilis embrio baru dari pasangan pengantin yang berbulan madu di pulau Langkawi, mereka habiskan di sebuah kolam renang. Kolam dari sungai air tawar yang airnya terus mengalir dan bermuara ke pantai begitu dekat di sebelahnya.
"Kau sudah pandai berenang, Raa,,!!" Shin berseru saat Dhiarra melepas pegangan tanganya dan berenang meluncur laju menjauh.
Selama di Langkawi, tiap pagi mereka pergi ke sini. Berenang sepuasnya dengan Shin sebagai instruktur renang bagi Dhiarra.
Shin tersenyum, berenang meluncur mengejar mendekati Dhiarra.
"Aauuuwh,??!!!" terkejut Dhiarra. Saat menepi dan baru menyentuh pegangan tangga kolam, seseorang menyambar memeluk dan dia adalah Shin Adnan.
Memang selalu berakhir begitu. Ditutup dengan pelukan kaget dari sang instruktur renang, Shin Adnan. Dan Dhiarra membelas pelukan dengan gembira dan sangat bahagia. Sang suami telah mengajarinya berenang dengan sangat sabar dan cukup mudah dimengertinya. Dan Dhiarra telah berhasil berenang sangat lihai hanya dalam empat hari saja.
"Aku sangat bangga denganmu, Raa. Istriku,,sayangkuuu,,,cintaku,,honeyku,,!!" seru Shin dengan wajah bangganya sambil menarik tangan Dhiarra.
Membawa sang istri berenang mengelilingi kolam dalam satu putaran kembali. Dan mereka telah sampai lagi di pegangan tangga kolam. Menyempatkan berpelukan dan saling berciuman penuh hasrat. Melepas setelah nafas terengah dan lalu saling tersenyum bersamaan.
"Hon Shin,,," lembut panggil Dhiarra. Kembali melingkar tangan di leher Shin Adnan. Kakinya berpijak di anak tangga paling dasar.
"Hemm,," sahut Shin sambil memegangi pinggang Dhiarra yang terendam dalam air.
"Apa tidak berminat panggil sayang padaku?" tanya Dhiarra bermanja. Membelai lembut leher belakang Shin Adnan.
"Ingin kusebut apa, heemm,,?" tanya Shin tersenyum memandang hangat Dhiarra.
"Yang hon Shin suka... Apa?" mereka saling lempar senyum berpandangan.
"Honey...Hani...Han Raaa,,,? macam mana?" tanya Shin dengan ekspresi yang mesra.
__ADS_1
"Aku suka itu.. Hon Shin dan Han Raa,,ha,,ha,, kurasa ini terdengar sangat manis,," sahut Dhiarra menanggapi dan nampak sangat gembira. Memeluk Shin Adnan tiba-tiba. Shin yang tak siap nampak oleng dan hampir terjengkang ke dalam air. Namun Dhiarra segera sadar dan berbalik menarik sang suami kembali merapat di tangga. Mereka kini sedang saling tertawa.
Shin telah terlebih dulu naik keluar dari kolam, meninggalkan Dhiarra sebentar. Kembali lagi dengan membawakan handuk untuk sang istri.
Dan Dhiarra akan mengeluarkan penampilan seksinya sebentar, lalu segera ditutupi dengan baju handuk yang telah disambarnya dari Shin Adnan. Mereka berjalan bergandengan menuju ke apartemen sewa yang berjarak hanya ratusan meter dari kolam mengalir itu. Dan Dhiarra akan digendong oleh sang suami saat dirinya mengadu kelelahan sehabis latihan berenang itu..
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
Hari ke lima,,, mereka tidak pergi ke kolam renang..
Pagi sudah menjelang ke siang. Dua orang berbeda genre dan negara namun terhubung oleh ikatan yang sama, yakni pernikahan, sedang bergelung berhimpitan di sofa. Sofa yang besar dan lebar itu terasa sempit untuk ditempati mereka berdua bersamaan.
"Hon Shin, bangun,, pakai celanamu. Sudah siang,," Dhiarra telah duduk memandang sang suami yang sedang membuka mata perlahan. Shin selalu saja nampak meresahkan saat hanya dengan boxer mini seperti itu.
"Jam berapa, han Ra,,?" mata itu berkerjap-kerjap mencari jam dinding. Dhiarra juga ikut menyapukan matanya mencari.
"Hampir jam sembilan pagi, hon,," mata bintang itu adalah penemu posisi jam dinding yang pertama.
"Dua jam lagi kita meninggalkan pulau indah ini, Raa..Kita pulang. Apa sudah puas, lima malam di sini?" tanya Shin sambil menerima celana tidur panjang yang diulurkan Dhiarra. Selepas subuh dari mushola appartemen, mereka singgah di sofa panas itu untuk menyambung product release terakhir mereka di pulau indah Langkawi. Namun justru tertidur kelelahan setelahnya.
"Han Raa,,, Hon Shin,,, panggil han Raa,," protes Dhiarra.
"Sorry, han Raa,, aku sedang lupa,," kata Shin sambil mengenakan celananya. Mengelus kepala Dhiarra sekilas.
"Han Raa,,, mandilah dulu di kamar. Habis itu kita pergi makan pagi di luar. Aku akan memesan taksi dulu untuk mengantar kita nanti ke bandara." Shin mengarahkan sang istri agar bergerak cepat untuk lebih menghemat waktu.
Sementara Dhiarra menuju kamar untuk pergi mandi, Shin juga berjalan ke kamar namun pergi ke balkon. Menghubungi seorang pegawai apartemen agar mencarikan sebuah taksi, yang akan menjemputnya bersama sang istri untuk mengantar ke bandar udara internasional Langkawi.
Shin dan Dhiarra akan terbang ke bandar udara Kuala Lumpur pagi ini. Dan dari Kuala Lumpur akan langsung kembali ke Melaka Bandaraya.
Yang akhirnya waktu honeymoon lima hari telah berakhir pagi ini. Mereka telah puas memadu kasih di pulau indah Langkawi di kerajaan negeri Kedah.
Dan kini sudah saatnya untuk mereka kembali. Menyambung nikmat bulan madu di kediaman rumah mereka sendiri tanpa limit dan batasan. Tempat paling tepat dan paling aman menjalin cinta sebenar-benarnya di sepanjang hayat berdua...
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
🍒🍒🍓🍓🍒🍒
Beloved readers... terimakasih adamu yaaa..
Jangan lupa tinggalkan dukunganmu.. Berikan votemu di sini.. Sebab ini hari Senin, Ntoon akan memberimu free vote tiap Isnin.. Gunakan saja untuk ngevote aku di sini ya..
Jazakillah...😘😘😘
__ADS_1