Love You, Encik Shin!!

Love You, Encik Shin!!
94. Berjumpa Petang Nanti


__ADS_3

Di pinggiran kampung Chew Jetty, Georgetown Herritage, Pulau Penang,,,


Gadis jelita yang sedang memangku bayi mungil namun gendut di teras itu,,nampak meringis-ringis sambil sedikit tertawa. Dengan kedua kaki digerak-gerakkannya seperti sedang gemetaran.


"Maaa...! Maaaa....! Mamaaa...!" teriaknya memanggil setengah histeris.


"Yaaa,,, bentar,,,!!" jawaban yang terdengar cepat dari dalam rumah.


Seorang wanita berumur yang masih nampak cantik, berjalan tergesa menuju teras depan rumah. Langkahnya tertatih dan tegang, wajahnya meringis juga,,sebab menahan rasa sakit yang sangat.


"Kenapa, Ra,,? Ada apa,,,?" tanya sang mama sambil tetap sedikit meringis.


"Pipis, maaa...Aku dipipisi... Bajuku bawah basah, tembus hingga ke dalam-dalam.. Banyak banget pipis dia, maaa...Rish banget rasanya,,," gadis histeria itu semakin meringis dan lebih menggerak-gerakkan kakinya.


"Hi..hi.,, kamu pipis di pangkuan kakakmu? Jangan sering- sering yaaa,, tidak baik,,,nanti kakakmu bisa kapok gendong kamu,," sang mama mengambil bayi lelaki yang terbungkus handuk kecil dari pangkuan Dhiarra.


Nampak jelas bagian tubuh bawah Dhiarra yang basah kuyub hingga tembus ke dalam.


"Terus aku gimana ini, maa,,?" Dhiarra panik memandang mama Ira yang santai.


"Bentar, mama ambilkan lap," mama Ira berjalan pelan sambil menggendong bayi gendutnya ke dalam rumah.


Dhiarra berdiri di tempat sambil berjinjit-jinjit merasa geli dan risih.


Mama Ira telah kembali sambil membawa lap kain yang jumbo dan diletaknya di lantai.


"Dah, lap saja telapak kakimu hingga kering. Habis tuh, mandilah. Kerja kan, Ra,,?" tanya sang mama lembut pada Dhiarra.


"Iya ma, kerja kok. Kasihan, Azlan,,sangat kurang pekerja dia tuu,," jawab Dhiarra sambil mengusapkan kaki-kakinya di kain lap.


"Ma, udah...Eh, mama bisa sendiri nggak?" Dhiarra memergoki sang mama tengah meringis.


"Bisaaa,,,ini latihan. Mama harus ada gerakan dan aktivitas, biar cepat pulih. Dah sana, mandilah,," mama Ira sedikit mendorong punggung putrinya agar segera pergi mandi.


Sebab merasa terdorong, Dhiarra pun segera meninggalkan teras dan sempat menoleh mama Ira. Ibunya itu sedang mbersihkan genangan air pipis babynya di lantai teras sembari memagang air di gayung. Wajah sang mama sambil berkerut merut menahan sakit di perutnya.


Hampir seminggu yang telah berlalu, Dhiarra datang ke pulau Penang tepat sesaat sang ibu berhasil melahirkan dengan selamat. Namun, persalinan dengan proses luar biasa itu tidak dilakukan normal oleh sang mama. Ibunya terpaksa menerima arahan dokter agar persalinan diambil tindakan operasi sesar.

__ADS_1


Dan ini sudah diplan jauh-jauh hari sebelumnya oleh dokter obgyn. Sebab umur sang mama yang sudah melampaui batas, dan juga sebab tekanan darahnya selalu tinggi selama kehamilannya.


Dan sang mama sangat tegar dan kuat. Tidak mau dimanja berlebihan oleh ayah Hazrul. Beberapa hari setelah operasi, sudah beraktivitas hampir seperti biasa. Kecuali pekerjaan berat serta mengangkat beban berat.


Mengabaikan perut yang katanya masih kaku dan terasa nyeri yang sangat. Kata sang mama untuk berlatih agar cepat pulih dan segera hilang nyeri itu. Dan itu memang sangat dianjurkan oleh dokter obgyn yang mengetuai persalinan sesar sang mama.


Sebenarnya Dhiarra merasa sedih dan kasihan. Tapi bagaimana, itu memang dah kemauan sang mama.


Sedang ayah sambungnya, Hazrul, tengah sangat sibuk. Pagi-pagi sekali dah berangkat kerja. Kerja sebagai penanggung jawab rumah makan dan penginapan milik Azlan yang berubah operasionalnya menjadi dua puluh empat jam full sehari semalaman.


Azlan baru kembali dari Melaka semalam. Sebab menunggu sang ayah di hospital hingga kondisinya benar-benar disahkan stabil oleh jajaran medisnya.


Jadi semenjak Dhiarra bekerja di rumah makan Azlan beberapa hari ini, mereka belum saling jumpa sekalipun. Mungkin baru pagi inilah Dhiarra dan Azlan akan saling bersembang.


Sebenarnya Dhiarra hanya ingin membantu ayah Hazrul sementara. Sebab Hazrul beberapa kali mengeluh kewalahan dengan tidak adanya Azlan. Ditambah lagi, posisi kasir sedang kosong. Kasir pekerja Azlan itu mendadak resign sebab tengah mabuk di awal kehamilan pertamanya.


🍒🍒🍓🍒🍒


Diantara seluruh pekerja resto dan penginapan milik Azlan, hanya Dhiarra seorang yang tak mengenakan seragam pegawai. Semua mengenakan seragam yang sama, bahkan Azlan sendiri dan juga ayah Hazrul.


Tapi tentu saja itu bukan masalah. Dhiarra begitu paham kenapa seperti itu. Azlan terlalu busy,, serta dirinya adalah pegawai yang sangat junior dan tidak pasti akan kelanjutan kerjanya. Mungkin Dhiarra hanya sebagai pelengkap yang serabutan dan secara tidak langsung tertuntut untuk multi fungsi di sana. Namun rasanya menyenangkan. Dhiarra masih merasa enjoy saja mengerjakannya.


"Iya, Azlan. Kurasa ini seru. Tanpa berolah raga pun, mestinya badan ini akan sihat-sihat selalu,," jawab Dhiarra memperhatikan wajah Azlan yang tirus.


"Azlan, kau jadi kurus sangat. Selama menunggu papamu di hospital, kurang tidur kah?" tanya Dhiarra beraimpati.


"Iyalah, Dhiarra. Aku sangat risau. Selain tuu, aku juga kena terima dan temani bincang-bincang pada semua kerabat yang datang jenguk papa,," jelas Azlan pada Dhiarra.


Mendengar jawaban Azlan, Dhiarra sangat ingin tahu akan sesuatu yang tak bisa ditahannya.


"Apa keluarga datuk Fazani juga datang, Azlan,?" tanya Dhiarra menggebu namun dengan nada yang terdengar biasa.


Berharap Azlan juga akan menyebut nama seseorang itu, tanpa Dhiarra menanyakan dan menyebutkan namanya.


"Iya, Dhiarra. Keluarga mereka datang juga,, bahkan kena datang. Tapi tak menginap pun.." sahut Azlan sedikit mengeluh.


"Mungkin sebab kesihatan datuk Fazani yang tengah tak baik, Azlan,," sahut Dhiarra agar Azlan sedikit rasa terhibur.

__ADS_1


"Mungkin jugalah, Dhiarra. Eh,, apa hal pulak, engkau banyak tanya pasal mereka nii? Engkau rindu kee? Rindu kat abang Shin Adnan kah Dhiarra,,?!"


Dhiarra terdiam mengabaikan. Memandang Azlan, sambil tangannya meraih serbet bersih dan mengelap alat-alat makan yang baru diantar oleh pekerja penyedia alat makan atau juga minuman.


"Eh, Dhiarra...Bos engkau tuu, bang Shin adnan, asal tanya padaku kat mana dirimu? Hubungan kerja antara kalian sedang tak bagus-bagus kee?" tanya Azlan tiba-tiba.


"Kau tak ada cakap kat bang Shin pasal pergimu kat sini, kee,,,?" sambung Azlan menyelidik Dhiarra.


Ah, telinga Dhiarra serasa panass dan dadanya berdebar. Azlan menyebutkan nama lelaki yang sedari tadi ingin didengar di telinganya.


"Aku kena cepat, Azlan. Aku tengah buru-buru. Ibuku sedang bersalin. Jadi terluput nak cakap kat dia, Lan,," sahut Dhiarra cepat, guna melempar jawaban yang tepat untuk Azlan.


"Eh, Dhiarra. Jika tak ada aral, bang Shin nak susul datang Penang petang nanti. Semalam nak pergi sama denganku. Namun Faiz, asisten dia bagi tahu tiba-tiba. Klien dia dari Brunei Darussalam nak buat lawatan ulang pagi ini. Mungkin habis lawatan nantilah, dia akan terbang," terang Azlan sambil meraih kain lap.


Lap untuk membantu Dhiarra yang sedang mengelap piring dan gelas.


Dhiarra terperanjat bukan kepalang. Lelaki itu akan datang? Datang menyusul ke pulau Penang. Eh, siapa yang Shin Adnan tengah ingin susul? Dirinyakah,,,,?


Tapi,,, dengan siapa pria super menawan itu datang? Apa dengan Sazlina,,?


Hati Dhiarra serasa tergores mengingat betapa dekatnya gadis itu dengan Shin Adnan..


Siapa sebenarnya Sazlina bagi Shin? Mereka selalu terlihat mesra dan serasi,,,


Dhiarra yang terus merasa malu telah meninggalkan sang suami, Shin Adnan,, demi memilih pergi dengan tunangan yang ternyata lelaki penipu berkedok cinta dan kemanusiaan, semakin tidak sanggup menampakkan diri saat melihat sendiri kedekatan Shin dan Sazlina. Mereka selalu saja nampak mesra. Terlebih saat tidak adanya Dhiarra di dekat Shin...


📚📚📚📚📚📚


🕯🕯🕯🕯🕯🕯


📰📰📰📰📰📰


Trims supportnya yaaa..


Thanks yang udah ngasih hadiah..vote..dan like buat kami....aku dan tulisanku..


Tinggalin jejakmu yaaa..

__ADS_1


***Harap klik bintang 5 yaa.. Percayalah,, klik 5 bintang ini sangat-sangat seru di saat para reader sedang dalam zona tanpa modal... Ini sangat berguning untukku tanpa mengeluarkan modal sepeserpun...


😍😍😍😂😂😂😘😘😘***


__ADS_2