Love You, Encik Shin!!

Love You, Encik Shin!!
71. Stamp Merah


__ADS_3

Hampir maghrib, perjalanan berjarak tanggung antara pendek dan panjang itu akhirnya berakhir. Waktu tempuh yang umum sekitar dua jam, telah memanjang hampir empat jam lamanya. Shin benar-benar memberi waktu istirahat cukup-cukup pada Idris. Sang sopir telah lelap sejenak di mushola belakang kafe yang lengang.


Mobil telah terparkir di rumah megah orang tua Shin Adnan. Mereka bertiga turun yang didahului oleh Idris menyusul Shin dan terakhir adalah Dhiarra.


Keadaan itu tetap sama. Shin kembali abai akan adanya Dhiarra. Rasanya seperti asing, datang ke rumah ini dengan siapa dirinya?


Diam mengikuti punggung Shin memasuki teras. Telah duduk beberapa orang di sofa teras, yang hampir semua telah dikenali Dhiarra. Kecuali tiga orang di antaranya. Sepasang pasutri tengah baya dan seorang perempuan sangat cantik.


Datuk Fazani, datin Azizah, mak cik Zubaidah, Sahila, Fara, Hisyam, Nimra beserta suami telah disalam sapa semuanya. Juga tiga orang yang masih belum dikenalinya.


Dhiarra hanya mencoba menyimak. Acara makan bersama demi merayakan acara kecil-kecilan dari birthday datuk Fazani, akan dilakukan selepas waktu isya. Jadi berkumpul di teras ini adalah bagian sembang santai bersama sebelum acara dinner keluarga.


"Apa kabar om Fauzan? Semua sihat?" adalah Shin yang bertanya. Rupanya mereka adalah keluarga datuk Fauzan, kawan rapat datuk Fazani, ayah Shin.


"Alhamdulillah, Shin. Kami semua sihat. Macam mana denganmu?" tanya datuk Fauzan dengan hangat pada Shin.


"Alhamdulillah juga, om,," sahut Shin cepat sembari senyum mengangguk.


"Shin!" ini adalah seruan sang ayah pada Shin.


"Iya, pa,," Shin menyahut panggilan ayahnya dan menyimak.


"Seperti yang telah kubincang kat selular kemarin denganmu, papa dengan om Fauzan bersepakat mengenal rapatkan kamu dengan putri beliau, Ladisa. Ini tidak memaksa Shin, hanya besar harapan papa dan mama juga om Fauzan beserta istri mudah-mudahan kalian saling cocok dan berjodoh. Seperti itu, Shin," datuk Fazani berkata pelan namun tegas pada Shin.


"Iya, pa. Akan kucoba," Shin menyahut sambil tersenyum pada datuk Fauzan, kawan papanya.


Melempar pandang pada gadis cantik yang juga tengah memandangnya. Ladisa duduk di samping Hisyam di ujung teras. Dara cantik putri datuk Fauzan itu tersenyum manis pada Shin. Yang disambut senyum hangat juga oleh Shin Adnan. Dan hal respon keduanya itu tidak ditutupi. Semua orang di teras bisa melihatnya dan merasa ikut penasaran. Ikut berharap dan menebak bagaimana kelanjutan perjodohan mereka berdua.


Termasuk Dhiarra...Tak luput dari matanya bagaimana ekspresi Shin memandang hangat pada Ladisa. Gadis cantik berkulit putih dan tinggi semampai. Bahkan lebih menarik dari Velinda. Mantan sekretaris Shin yang sempat dekat dengan lelaki itu.


Dhiarra juga penasaran...Juga menebak dan merasa berdebar. Tapi bukan debar harap agar mereka berjodoh. Debar risau dan galau jika Shin semakin mengacuhkan dirinya. Sangat tidak nyaman diacuhkan Shin Adnan..


Sudah menjelang adzan Maghrib. Datuk Fazani menghimbau agar semua bersiap menyambut maghrib di dalam rumah atau di kamar masing-masing. Semua bebas memilih kamar sendiri di lantai dua. Kecuali untuk kawan rapat, datuk Fauzan bersama istri akan menginap di kamar tamu lantai bawah.


"Kak Dhiarra! Akak tidur di kamarku saja denganku!" seru Fara pada Dhiarra yang nampak bingung pada kamarnya.

__ADS_1


"Betul, Fara. Bawalah dia ke kamarmu. Ladisa, pakailah kamar itu. Kamarku di sebelahmu. Dan di sebelahmu lagi adalah kamar Fara," Shin menimpali dengan cepat ucapan sang adik. Kamar yang ditunjuk untuk Ladisa adalah kamar yang pernah ditempati Dhiarra hari itu.


Sedikit kena mental Dhiarra. Gadis Indonesia itu tidak lagi diberi kamar. Hisyam menempati kamar di samping Shin sedang Sahila dan Zubaidah di dua kamar paling ujung. Untuk Nimra dan suami berada di seberang kamar mereka. Kamar di samping kanan dan kiri yang ditempati Nimra tidak juga diberikan pada Dhiarra. Dan Shin Adnanlah yang mengatur semua itu.


Sebelum Fara menariknya masuk kamar, mata Dhiarra sempat menangkap Shin membuka pintu kamar yang dulu ditempatinya itu untuk Ladisa. Shin memperlakukan dara cantik dan tinggi semampai itu sangatlah hangat dan baik. Ah, sesaknya dada Dhiarra..


Kali ini Fara juga sedang berhalangan tidak shalat. Dan baru datang siang tadi. Tapi tidak dengan Dhiarra, mungkin setelah melewati Maghrib ini, waktu isya akan kembali disambutnya.


Mereka nampak kompak mengobrol di sofa. Fara merebah dan Dhiarra menggelosor. Fara sangat bersemangat membincangkan perjodohan sang abang.


"Kak, kita dukung abang Shin agar berjodoh dengan kak Disa ya. Mereka nampak serasi dan sepadan. Abangku tampan tak tertolong, sedang kak Disa juga cantik kelewatan. Mama dan papa pasti berharap lebih, tak sabar nak timang cucu,," ucap Fara senyum-senyum.


Mendongak memandang Dhiarra yang tak segera menyahuti.


"Kak, akak sependapat denganku, tak?" Fara mendongak menegur Dhiarra yang terdiam.


"Eh, iya Fara,,, sangat serasi mereka," sahut Dhiarra cepat-cepat.


"Eh, kak. Dah nak isya pulak. Cepatnya,,, Akak mandi setelahku, tak pe kan? Dah rasa banjir aku,,!" Fara begitu kelabakan sendiri. Menyambar handuk sambil setengah berlari menuju kamar mandi.


Dhiarra lama-lama mengantuk setelah lelah berfikir tentang perlakuan Shin yang jadi kurang baik terhadapnya. Sikap Shin yang tanpa respon dan dingin padanya. Namun begitu hangat jika berhadapan dengan Ladisa.


Ceklerk..!"


"Kak, lekaslah mandi. Sebentar lagi time dinner untuk acara papa,!" serun Fara yang baru keluar dari pintu.


"Iya, Fara,," Dhiarra mengambil handuk dan baju ganti dari paper bag yang dibawa.


Meluncur cepat juga ke dalam kamar mandi. Dhiarra telah tenggelam ke dalam.


Kamar mandi Fara sangat polos. Tidak ada tertempel satu kaca pun di dalam. Pantas, Fara mandi cukup cepat. Ternyata tidak ada jin penggoda di dalamnya..


Dhiarra pun berhasil mandi dengan cepat. Memakai baju super kilat. Agak tergesa membungkus rambut panjang basahnya dengan handuk hingga menyatu terbungkus handuk ke atas di kepala. Dhiarra begitu cantik dan terlihat cerah berlipat dipandang.


Ceklerk...!!

__ADS_1


Keluar kamar mandi dengan rasa lega dan segar tiada tara. Merasa diri sedang bersih, mencipta rasa nyaman dan aman.


Deg, eh... Ada Shin tengah berbincang dengan Fara di sofa. Ada apa lelaki itu datang? Tak biasanya mengobrol seru dengan Fara.


Dhiarra berjalan mendekat, meraih paper bag di sofa. Ingin mengambil sisir rambutnya di dalam.


"Kak Dhiarra,,!!" tiba-tiba Fara berseru memanggilnya.


Belum sempat menyahut, Fara telah berdiri di dekatnya. Wajah Fara begitu terheran. Dhiarra juga heran, ada apa dengan Fara?


"Kak, calon suami akak dah datang kee?" tanya Fara penasaran.


Dhiarra memandang Fara tak paham. Kenapa Fara bertanya hal itu.


"Belum Fara, apa hal?" Dhiarra memandang Fara menunggu.


Melirik Shin yang juga memandangnya dengan kaku. Ada runsing dan pias di wajah tampan Shin Adnan.


"Akak ada boyfriend baru kee? Leher akak banyak stamp,,, stamp merah. Siapa yang bagi akak stamp kat leher? Dengan siapa akak dah berasyik masyuk?!" Fara menanya bertubi dan menyeru. Ini sungguh mengherankan bagi Fara. Fara sudah berusia 22 tahun dan berwawasan milenial. Tentu saja sangat mengerti pada hal-hal semacam itu.


"Fara, kubawa Dhiarra sebentar. Akan kuurus sendiri masalahnya. Tolong jangan sebar pasal ini pada siapapun. Tetap hargailah Dhiarra. Kau paham, Fara?" Shin berkata tegas pada adiknya.


Meski lebih terheran lagi, tapi Fara hanya mengangguk juga akhirnya. Dan Fara seperti juga Shin Adnan, bukan seorang pembohong.


🐾🐦🐾🐾🐾🐾🐾🐦🐾🐦🐦🐾🐾🐾🐦🐾🐦🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍 πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚πŸ¦‚


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“š Dearest readers... Pembaca tersayangku meski jumlahnya tak seberapa..mudah2n ceritaku ini mampu menghiburmu yaaa.... Sedikit membuatmu tersenyum,,,dan itu akan membawa berkah tersendiri untukku..


Tapi juga tolong bantu aku sediiikiiit saja... Agar otor kelas bilis ini bisa naik sedikiiit lagii, agar karya2ku bisa terbaca lebih banyak readers lagiii,,


Terimakasih banget datangmuuu... singgahmu...


Mohon kasih bintang 5 yaaaaa............... Mohon kasih vote yaaaaaaaaaa............ Mohon kasih apapun hadiah yaaaaaa.... Dan paling penting, paling kuharap, paling kutunggu, sangat menyemangatiku adalah komentarmuuuu... Tinggalkan banyak2 tulisan jejakmu di sini yaaaa...


Aku padamu !!!! πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“š

__ADS_1


🐝🐝🌺🌺🌺🌼🌼🌷🌷⚘⚘


__ADS_2