
Saat Evano sudah pergi dan Ayana mau masuk ke kamarnya. Tiba tiba dia menoleh ke belakang dan sudah ada ibu mertuanya, yang menatapnya dengan sinis.
"Eh ibu, apa ibu sudah lama disitu bu. Ada apa bu?." Tanya Ayana memulai pembicaraan karena ibu mertuanya terdiam sambil menatapnya tajam.
Tanpa sepatah katapun. Ibu mertuanya menarik tas belanja baju Ayana dan Ayana tidak mau bajunya kali ini di ambil dan di sobek oleh ibu mertuanya seperti tahun kemarin.
"Jangan bu,jangan!." Ucap Ayana menarik tasnya dan mereka saling tarik menarik.
"Berikan tas belanjaan ini. Enak saja kau berbelanja begini. Dasar wanita bodoh." Ucap ibu mertuanya menendang perutnya.
Ayana pun terjatuh dalam keadaan perut kesakitan. Akibat dari tendangan ibu mertuanya dan tas belanja tersebut berada di tangan ibu mertuanya.
Ibu mertuanya langsung membawa tas belanja tersebut ke kamarnya. Entah apa yang akan di lakukannya dengan tas tersebut sudah di ikhlaskan ayana.
"Aw, sakit banget." Ucapnya kesakitan sambil memegang perutnya.
Ayana perlahan lahan berdiri dalam keadaan sangat kesakitan akibat tendangan keras dari kaki ibu mertuanya. Ayana masuk ke kamarnya untuk menenangkan dirinya.
Menutupi wajah nya." Apa yang ku lakukan selama ini kurang untuk ibu mertuaku. Kenapa dia selalu jahat kepada ya tuhan!." Ucap batin Ayana menahan amarahnya dengan memegang dadanya.
"Kenapa, kenapa aku tidak bisa bahagia sehari saja, sehari saja. Aku ingin bahagia tapi kenapa setelah itu selalu kembali di siksa oleh ibu mertuaku. Apa yang salah denganku. Kenapa ibu mertuaku sangat berubah saat kami belum menikah dengan sudah menikah."
"Apa jangan jangan wajah nya yang baik sebelum menikah itu hanyalah wajah permainan nya saja, karena dia belum mendapatkan target untuk penyiksaan nya setelah menikah. Astaga ya tuhan. Hiksss, Hikss." Ucap tekan batin Ayana sambil berbaring dan masih merasakan kesakitan dari perut nya itu juga meneteskan air matanya karena sudah tidak tahan menahan nya.
Disisi lain." Enak saja dia foya foya bersama anakku. Setelah menikah bukannya tambah cantik, malah tambah jelek. Tapi gapapa lah, kan memang dari awal aku memang mencari babu untuk rumah ini dan ternyata akting ku selama ini, cukup bagus juga ya."
"Tidak sia sia aku belajar licik waktu remaja." Ucap yang tidak lain lagi ialah ibu mertuanya yang sedang melihat pakaian yang di beli ayana tadi bersama Evano dan Kayra.
__ADS_1
"Pilihan nya bagus juga. Ku kira pilihan nya akan jelek seperti orang nya. Sudahlah, ku simpan saja sebagai hiasan. Lain kali aku akan memakainya dan aku harus menyiapkan pakaian besok, untuk arisan."
"Apa aku memakai nya saat besok saja ya, biar di bilang teman arisan ku, kalau aku baju baru dan sekalian mau pamer juga. Ok deh." Ucap batin Christina tersenyum licik.
Disisi lain. Kembali ke Ayana. Ayana yang terbaring dan memegang perutnya yang masih kesakitan dan Ayana melamun.
"Apa aku kembali aja ya ke rumah ibu. Aku rindu dengan suasana hangat ibu ku. Aku akan kesana dan meminta maaf kepada ibu. Tapi besok adalah arisan ibu mertua, aku tidak punya banyak waktu. Aku akan menentukan nya dan membawa kayra untuk menemui nenek baik nya." Ucap Ayana mengusap air matanya.
Perlahan lahan Ayana tertidur. Keesokan paginya, dimana ayana langsung terbangun dan teringat soal arisan ibu mertuanya dan dia buru buru ke dapur dalam kondisi masih sedikit merasa nyeri di perut nya.
"Aduh, yatuhan. Kuatkan lah aku sebagai seorang wanita yang kuat di dalam batin mu." Ucap batin Ayana berdiri lalu langsung menuju ke dapur nya.
Saat di dapur,ternyata di dapur sudah ada Evano dan Kayra yang bercanda pulas. Ayana memandang mereka dari kejauhan.
"Apa itu benar pa, hahahahah. Sangat lucu pa." Ucap Kayra tertawa dengan candaan Evano.
"Benar sayang." Jawab Evano sambil memasak sarapan mereka.
"Hahahaha, aduh geli ma. Aku dan papa sedang bercanda, masa di bilang papa ada gajah terbang. Apa itu benar ma?." Tanya Kayra kepada Ayana untuk memastikan nya.
"Mama tidak tahu sayang. Yang terpenting itu pasti ada di dunia dongeng dan mungkin saja ada di dunia nyata tapi sangat jauh." Jawab Ayana tersenyum kepadanya.
"Wah, itu sangat keren ma.
"Tentu dong sayang, sana ambil tas nya dulu, baru makan bareng." Suruh Ayana kepada nya.
"Baik ma." Jawab Kayra menurut dan langsung menuju ke kamar nya.
__ADS_1
Saat Kayra sudah pergi." Kau sedang apa. Kenapa repot repot memasak, biar aku saja yang memasak?." Tanya Ayana kepada Evano yang masih sibuk memasak.
"Kau pasti lelah karena memasak kan. Biar aku saja yang membantu mu, jika ada ibu ku. Baru aku akan langsung menukarnya kepada mu. Jadi duduklah dulu, selagi ibu ku belum datang." Jawab Evano menatap nya.
Ayana hanya terdiam dan duduk di meja makan. Setelah beberapa menit, akhirnya sarapan yang di buat oleh Evano pun jadi dan bersamaan dengan ibu mertuanya juga datang untuk sarapan.
"Pagi bu." Sapa Evano kepada nya.
"Pagi sayang, kau masak apa hari ini Ayana?." Tanya ibu nya memulai kembali drama ya yang sok baik.
Ibu mertuanya melihat makanan yang ada di atas meja." Kenapa begitu banyak, tapi gapapa deh kan ini sekalian buat arisan juga. Terima kasih banyak menantu ku, kau jadi repot repot begini." Ucap ibu mertuanya duduk dan langsung makan.
"Tidak apa apa kok bu, saya tidak keberatan asal kan untuk ibu mertua." Jawab Ayana tersenyum untuk menenangkan suasana.
Kayra pun datang dan mereka memulai makan bersama dan Evano melirik Ayana dan tersenyum untuk kode bahwa rencana mereka berhasil." Aku ingin selalu seperti ini bersama Evano tapi entah bagaimana kedepan nya yang akan terjadi."
"Aku hanya bisa menunggu dan sabar dalam keadaan ini."Ucap batin Ayana sambil memakan makanan nya.
Selepas mereka siap makan. Ayana pun langsung menyuci piring nya seperti biasa dan dia sudah terbiasa dengan pekerjaannya. Dan Ayana hanya bisa tabah dan sabar dalam menjalani semua cobaan ini.
Setelah sarapan tadi, Evano sudah pergi untuk bekerja dan sudah berpamitan kepada mereka. Selesai Ayana mengantarkan kayra. Ayana langsung menyuci piring nya dan tiba tiba ibu mertuanya memanggil nya.
"Ayana!." Tegas ibu mertuanya.
Berbalik badan." Eh, iya bu. Ada apa?." Tanya Ayana.
"Saya mau kalau kamu menyiapkan sesuatu." Jawab ibu mertuanya.
__ADS_1
"Sesuatu apa bu?." Tanyanya.
"Buatkan,