Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 7:Ibu Kandung


__ADS_3

"Sebenarnya, tidak ada ma. Hahahah, mama kena prank." Ucap Kayra Tertawa.


Mencubit pipi kayra." Kayra, jangan prank mama gitu dong. Mama tadi sampe penasaran jadinya." Ucap Ayana.


"Iya ma, sakit tau ma. Tapi memang ada yang mau ku katakan pada mama tau." Jawab Kayra.


"Apa lagi. Jangan prank lagi ya?." Ucap Ayana.


"Iya ma. Sebenarnya tadi aku di datangi papa tau ma. Terus papa meluk aku dan berkata kalau papa sayang menyayangi ku." Jawab Kayra bahagia.


"Wah, apa papa memang berkata seperti itu sayang?." Tanya Ayana memastikannya.


Kayra mengangguk." Ya ma, keren kan kayra." Jawab Kayra tersenyum lebar.


"Sudah, sudah, mari kita sarapan dulu. Kan ini hari libur. Kayra mau melakukan apa?." Tanya Ayana.


"Aku hanya mau pergi ke les saja deh ma. Biar ga bosen di rumah." Jawab Kayra.


"Baik sayang, kalau begitu mari kita makan dulu. Agar lebih kuat. "Ucap Ayana menggandeng tangan Kayra dan mereka menuju dapur untuk sarapan bersama.


Sesampai dapur ternyata sudah ada ibu mertuanya yang sudah makan duluan tanpa menunggu mereka.


"Pagi nenek." Sapa Kayra.


Ibu mertuanya hanya terdiam dan melanjutkan makanannya." Mungkin nenek tidak mau di ganggu makannya. Jadi kita makan dulu ya sayang." Ucap Ayana menenangkannya.


"Baik ma." Tersenyum Kayra dan tidak mempermasalahkannya.


Setelah berselang beberapa menit. Merekapun akhirnya siap makan juga dan ibu mertuanya sudah siap dari tadi dan langsung masuk ke kamarnya tanpa sepatah katapun.


Ayana terheran biasanya ibu mertuanya sudah marah marah pagi pagi. Tapi hari ini hanya terdiam saja.


"Ma, kenapa mama bengong?." Tanya Kayra menatapnya.


Menoleh."Eh, gapapa kok sayang. Bagaimana kalau Kayra mandi dulu dan pakai pakaian yang bagus. Setelah itu akan mama antarkan ke tempat les Kayra." Jawab Ayana tersenyum.


"Baik ma." Mengangguk Kayra, lalu pergi ke kamarnya untuk mandi.


Setelah Kayra pergi. Ayana kembali mengerjakan pekerjaan rumahnya. Dan tiba tiba ibu mertuanya keluar dari kamarnya dan menatapnya dengan tatapan tajam. Lalu Ayana membalikkan badannya dan menatap wajah ibu mertuanya.

__ADS_1


"Ada apa bu. Apa ibu butuh sesuatu?." Tanya Ayana dengan polosnya.


"Besok ada arisan dirumah ini dan buat sesuatu yang enak dan jangan mengecewakan ku."


Dan besok teman arisan saya akan datang semuanya jadi jangan mengatakan bahwa kau adalah menantuku. Mengerti!." Jawab ibu mertuanya dengan tegas.


Ayana mengangguk." Baik bu.


"Kalau begitu aku pergi dulu dan siapkan semua pekerjaan ini secepatnya. Kau mengerti sekali lagi." Ucap ibu mertuanya mencengkram pipi ayana.


Mata berkaca kaca." Baik bu."Jawab Ayana.


Melepaskan cengkraman tersebut." Baiklah kalau kau mengerti. Aku pergi dulu." Ucap ibu mertuanya lalu pergi setelah berpakaian rapi untuk bertemu dengan teman arisannya.


Setelah ibu mertuanya pergi Ayana menekuk lututnya dan duduk di bawah." Kenapa lagi lagi aku tidak di anggap di keluarga ini. Kenapa." Mulai meneteskan air matanya.


"Apa aku sejelek itu. Hingga ibu mertuaku tidak mau menganggap ku sebagai menantunya. Aku tidak boleh memberitahukan ini semua kepada Evano. Bisa bisa aku di bunuh lagi oleh mertuaku. Karena ibu mertuaku orang yang sangat nekad. Sudahlah, apa gunanya juga aku menangis. Jangan menangis." Ucap batin Ayana mengusap air matanya yang mau terjatuh.


Ayana kembali berdiri dan duduk di kursi dapur. Ayana termenung memikirkan nasib ya. Tiba tiba Kayra datang dengan bahagia dan sudah berpakaian rapi.


"Ma, mama kenapa sedih begitu?." Tanya Kayra tiba tiba bingung dan menghampiri Ayana.


Mengusap air matanya." Tidak apa apa kok sayang, apa Kayra sudah siap?." Jawab Ayana sekaligus bertanya.


Mengelus rambutnya." Benar sayang, jangan jadi mata mata dong. Nanti mama takut. Heheheh." Jawab Ayana mendinginkan suasana.


"Hahahah, mama ada ada saja deh. Kalau begitu mari kita pergi ma." Ucap Kayra bahagia.


"Mari sayang." Ucapnya.


Didalam perjalanan menuju sekolah kayra." Ma, tadi kok nenek tidak nampak ya ma. Kira kira kemana. Tadi aku sempat dengar mama berbicara dengan nenek. Ada apa ma?." Tanya Kayra menatapnya.


"Aku harus menjawab apa ya. Kayra mendengarkan ucapan yang di katakan ibu tidak ya. Jangan sampai deh." Ucap batin Ayana bingung.


"Ma, kenapa mama diam." Ucap Kayra memegang paha Ayana.


"Ehh, iya sayang. Ada apa?." Tanya Ayana pura pura tidak mendengarnya.


"Tadi aku dengar kalau nenek berbicara dengan mama. Itu bicara apa ma. Padahal saat aku datang ke dapur, tidak ada nenek. Ada apa ma?." Tanya Kayra mengulang kembali perkataannya.

__ADS_1


"Ohhh, itu tadi nenek sedang berterima kasih kepada mama karena masakan pagi ini sangat enak. Abis itu nenek pergi deh untuk menemui teman arisannya." Jawab Ayana membohonginya agar Kayra tidak tahu yang sebenarnya.


"Ohhh, mama tidak berbohong kan ma?." Tanya Kayra kembali untuk memastikannya.


"Tidak sayang, mama sayang padamu." Jawab Ayana mengelus rambut Kayra dan kembali fokus menyetir mobilnya.


"Aku juga sayang mama." Jawab Kayra tersenyum lebar.


Sesampai sekolahnya." Kita sudah sampai sayang." Ucap Ayana.


"Terima kasih banyak ma, sudah mengantarkan kayra ke sekolah untuk les bimbel. Aku bisa turun sendiri. Mama tidak perlu keluar lagi. Kan aku sudah besar." Jawabnya turun dari mobil perlahan lahan.


"Anak mama memang sudah besar ya. Kalau begitu mama pergi duluan ya sayang. Belajar dengan bagus agar menjadi orang yang sukses." Ucapnya tersenyum.


"Baik mama." Hormat kepada Ayana.


"Kalau begitu mama pergi dulu. Dah sayang." Ucap Ayana melambaikan tangannya lalu pergi.


"Dah juga ma." Ucap Kayra ikut melambaikan tangannya dengan wajah sangat bahagia untuk hari yang bahagia.


Ayana pun pergi dengan mobilnya dan dalam perjalanan. Ayana kembali merenung dan tiba tiba ponselnya berdering." Eh, siapa yang menghubungi ku." Mengambil ponselnya lalu mengangkatnya.


"Halo, siapa ya." Panggil Ayana.


"Apa kabarmu nak." Ucap yang tidak lain lagi ialah ibu kandungnya yang sudah lama tidak pernah bertemu.


"Ini siapa ya?." Tanya Ayana.


"Apa kau tidak mengenali ibu nak. Ini bu sayang." Ucap ibunya.


"Apa, apa ini benar benar ibu. Kenapa suara ibu berbeda?." Tanya Ayana sangat bingung dan mata berkaca kaca.


"Karena kita sudah tidak pernah berjumpa sayang. Ibu sangat rindu padamu. Pulanglah nak." Jawab ibunya mulai menangis.


"Ibu jangan menangis bu. Aku belum bisa pulang,karena aku masih punya salah pada ibu. Maafkan aku bu." Ucap Ayana tidak bisa lagi membendung air matanya.


"Ibu tidak akan memarahi mu lagi sayang. Pulanglah sayang. Bagaimana kabar mu disana. Apa baik baik saja dengan keluarga mu yang baru." Tanya ibunya.


"Aku tidak boleh memberitahukan pada ibu. Kalau aku tidak baik baik saja di sini. Aku harus memberi jawaban yang lain." Ucap batin Ayana.

__ADS_1


"Halo nak, apa kau baik baik saja di sana?." Tanya ibunya kembali.


"Aku...


__ADS_2