
Dikamar ayana."Halo..., ada apa ya?."Tanya Ayana.
"Apakah anda ibu ya Kayra?."Tanya balik ternyata guru Kayra.
"Iya buk..., ada yang bisa dibantu?."Jawab Ayana sekaligus bertanya.
"Selamat ya buk..., anak ibuk mendapatkan peringkat pertama dalam kelas nya.Anak ibuk memang hebat didalam bidang apapun.Saya sampai salut melihatnya."Jawab guru tersebut bahagia.
"Wah....,terima kasih banyak ya buk.
"Kalau begitu saya tutup dulu teleponnya buk...., saya cuma mau mengatakan hal ini saja dan ibuk bisa datang ke sekolah untuk mengambil sertifikat ya buk."Ucap guru tersebut kepadanya.
"Baik buk terima kasih banyak, atas informasinya."Bahagia Ayana lalu mematikan ponselnya.
"Anakku memang hebat...., aku sampai salut kepadanya.Tidak sia sia aku mengajari nya selama ini."Ucap batin Ayana bahagia dengan berita tersebut.
Tapi kebahagian itu hanya sebentar.Ibu mertuanya yang sudah selesai mandi dan langsung masuk ke kamarnya.Malah di perlihatkan pakaian nya yang sudah gosong.Seketika itu ibu mertuanya marah besar.
"Ayana!!!!!."Panggil ibu mertuanya dengan kuat dan nada marah besar.
"Eh...., iya bu.Apa terjadi sesuatu?."Tanya Ayana langsung bergegas ke kamar ibu mertuanya.
Sesampainya."Iya bu..., ada apa?."Tanya ayana yang belum mengetahui tentang kejadian tersebut.
"Apa yang kau lakukan dengan pakaian ku ini..., kau lihat ini.Pakaian ku bolong begini akibat terbakar karena setrika.Apa yang kau lakukan sampai tidak mematikannya....,dasar anak bodoh."Jawab ibu mertuanya sambil menunjukkan baju nya yang bolong akibat setrika tersebut.
"Tadi sepertinya sudah saya matikan deh bu."Ucap Ayana mulai takut.
"Halah...., banyak mulut kau.Sini kau ku beri pelajaran..., kau tidak tahu, ini adalah pakaian yang paling saya suka.Dasar anak bodoh, sini kau!!."Ucap ibu mertuanya marah besar dan langsung menjambak rambut Ayana.
"Sakit bu...., aku minta maaf bu.Maaf bu.."Kesakitan Ayana memohon ampun.
"Diam kau..., ini adalah hukuman yang setimpal untukmu.Beraninya kau merusakkan pakaian kesayangan ku.Kau harus mendapatkan hukuman nya."Ucap ibu mertuanya tidak merasa kasihan kepadanya.
__ADS_1
Lagi lagi ayana di bawa ke gudang tempat biasanya di siksa.Sesampai gudang tersebut, Ayana langsung di lempar di dalam gudang tersebut.
"Ampun bu...., ampun..."Tangis Ayana memohon ampun.
"Diam kau..., aku sudah menyiapkan hukuman yang cocok untukmu.Kau diamlah, atau aku akan menambah hukuman nya."Jawab ibu mertuanya mengambil tali pinggang.
"Hikss....Hikss...., am...ampun bu..."Gemetaran Ayana dan terus memohon ampun.
"Kenapa ibu melakukan semua ini kepada ku...., kenapa ibu memilihku sebagai menantu ibu.Kalau ujung ujung ya aku akan di siksa di keluarga ibu.Hiksss......, Hikss...."Tanya Ayana menatap nya dengan tatapan ketakutan.
"Aku menyesal memilih mu karena setelah menikah kau jadi jelek dan tak mau berdandan.Kau lihat dirimu, kau sudah tidak cantik dan bahkan aku sudah jijik melihatmu begini."Jawab ibu mertuanya memasang ekspresi jijik kepadanya.
"Ibu yang selalu melarang ku saat aku mau berdandan.Ibu bilang nanti aku menggoda pria jika berdandan, tapi kenapa ibu malah menyalahkan ku.Aku tidak salah bu....Hikss...., Hikss..."Ucap ayana menangis deras di hadapannya dan terduduk di bawah.
"Diam kau...., beraninya kau menyalahkan ku.Aku selalu benar dan tak pernah salah.Jangan coba coba menyalahkan ku menantu sampah."Ucapnya langsung mencabuk punggung Ayana.
"Arghh...., sakit bu...am..ampun bu."Ketakutan dan di tambah dengan kesakitan yang menyatu di dalam dirinya.
Tiba tiba ibu mertuanya berhenti dan langsung jongkok untuk menaikkan kepala Ayana.
"Apakah ini menyenangkan?."Tanya ibu mertuanya tersenyum jahat.
Ayana menangis histeris dan hanya bisa terdiam."Dasar...., malah diam kepada ku.Ulurkan tangan mu itu."Perintah ibu mertuanya.
Ayana tidak mau mengulurkan nya karena sudah sangat ketakutan."Am...ampun bu..., ampun."Ucap Ayana mengatakannya dengan ketakutan.
"Berikan!!!.
Ayana tetap tidak mau memberikan nya dan ibu mertuanya langsung menarik tangan nya dan langsung memukul telapak tangan Ayana dengan tali pinggang tersebut."Bagaimana sudah enakan?."Tanya ibu mertuanya tersenyum kembali.
"Auh....,sakit bu..., sakit.Hiksss....,Hikss...."Jawab Ayana sudah tidak tahan lagi dengan perih yang ada di tubuhnya.
"Sudahlah...., aku sudah puas.Ini hukuman yang setimpal untuk mu.Lain kali jangan lakukan hal seperti ini lagi.Mengerti, menantu tidak berguna."Ucap ibu mertuanya langsung berdiri dan kembali ke kamarnya dan tali pinggang yang dipegang nya langsung di lemparkan ya di samping badan Ayana.
__ADS_1
Saat ibu mertuanya sudah pergi dan meninggalkan nya sendirian di gudang kotor tersebut.Ayana membagikan badannya yang sudah lemah itu.
"Ya tuhan...., bunuh saja aku, bunuh.Aku sudah tidak tahan dengan semua ini tuhan."Ucap Ayana sambil memegang dadanya karena rasanya sesak.
"Aku sudah tidak tahan lagi...., aku sudah tidak tahan lagi."Ucapnya menangis deras.
Badannya yang begitu lemah dan seluruh badannya dipenuhi dengan bekas cambukan dan tangan nya yang berdarah akibat efek cambukan tersebut.
Melihat tangannya."Kenapa aku sampai disiksa begini tuhan...., kenapa...., Hiksss....Hikss..."Marah Ayana kepada dirinya sendiri.
"Bodoh kau bodoh.Aku harusnya mendengarkan apa kata ibu, bahwa ibu mertuaku bukan orang yang baik.Ibu benar, maafkan aku bu."Kesal kembali pada dirinya sendiri dan menghina dirinya sendiri.
"Aku tidak bisa menceraikannya karena aku masih memikirkan nasib anak ku nanti.Aku tidak mau anak ku nanti, diejek oleh temannya karena memiliki keluarga yang tidak utuh.Aku tidak mau anakku merasakan penderitaan yang sama seperti ku.Jadi, demi anakku, aku rela di pukuli dan di cambuki.Asalkan anakku yang tidak merasakan penderitaan ini."Ucap batin Ayana hanya bisa pasrah kepada kehidupan yang akan terjadi selanjutnya.
"Aku harus cepat cepat kembali ke kamar, untuk mengobati luka luka ku ini."Ucapnya langsung berdiri dan berjalan pincang menuju kamarnya.
Sesampai kamarnya dan Ayana langsung mengambil obat luka, untuk mengobati seluruh badannya.Ayana pun langsung mengobati lukanya dengan hati hati karena begitu perih.
"Auh...., sakitnya ya tuhan.., argh...."Kesakitan Ayana sambil mengobati luka punggung ya yang begitu sulit di obati karena dia sendirian yang mengobatinya.
"Aku tutupi dengan pembalut saja deh, agar lebih mudah.Nanti juga sembuh sendiri,yang terpenting aku harus mengobati luka di tangan ku ini.Agar anakku dan suamiku tidak curiga kepadaku."Ucapnya langsung mengobati luka tangannya itu.
Setelah Ayana mengobati luka lukanya yang begitu menyakitkan.Ayana melamun dan tiba tiba kembali menangis.
"Bodoh..., kenapa kau menangis.Lagian kau juga sudah sering di ginikan, jadi anggaplah sebagai hal yang biasa bagimu."Ucapnya mengatakan dirinya sendiri bodoh.
Disisi lain.Mata mata yang di perintahkan Evano langsung menghubungi Evano.
"Halo pak..."Panggil mata mata tersebut lewat ponselnya.
"Ada apa..., apa terjadi sesuatu?."Tanya Evano.
"Sebenarnya pak....
__ADS_1