Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 95: Diterima Kerja


__ADS_3

"Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan. Semoga, dari pekerjaan ini, ibu tidak merendahkanku lagi." Bahagia Ayana dan menunggu Jae mengambil mobilnya.


Jae pun datang, dengan mobilnya. "Naik Ayana." Ucap Jae.


Ayana pun langsung naik kedalam mobil Jae, dan duduk dibangku depan, disamping Jae.


Di perjalanan. "Dimana Kayra?." Tanya Jae.


"Kayra tidur. Tadi dia kekenyangan, karena diajak makan oleh Evano. Jadinya dia tertidur deh." Jawab Ayana sambil tersenyum tipis.


Sesampai restoran. Mereka berdua langsung keluar dari mobil bersama. "Mari kita masuk bersama." Ucap Jae, dan mereka langsung masuk ke dalam cafe bersama.


"Halo bos Alex." Sapa Jae langsung memeluk Alex, si pemilik restoran tersebut.


"Halo pak Jae. Bagaimana kabarmu?." Tanya bos Alex langsung tersenyum, dan langsung melepaskan pelukannya.


"Aku bak baik saja. Ini bos, aku mau memperkenalkan temanku, untuk melamar kerja disini. Apa disini masih membuka lowongan pekerjaan?." Tanya Jae.

__ADS_1


"Tentu saja. Kami masih menerima pelayan disini." Jawab bos Alex kembali tersenyum.


"Siapa orangnya?." Tanya bos Alex kembali.


"Saya, nama saya Ayana. Saya ibu rumah tangga, jadi sudah mengetahui semuanya, tentang dapur." Memperkenalkan dirinya.


"Wah, itu sangat cocok. Kalau begitu, kamu sudah bisa bekerja besok." Kembali tersenyum bos Alex.


"Terima kasih banyak bos. Saya sangat bahagia, bisa bekerja di cafe yang baru buka ini. Semoga kedepannya saya bisa bertahan disini." Bahagia Ayana, sampai menundukkan badannya.


"Sama sama. Kalau begitu, karena kalian sudah ada disini. Bagaimana kalau kita mengobrol dulu. Yuk." Ajak bos Alex.


"Berikan saja lah Alex. Lagian dia kan belum bekerja juga, jadi berikan saja. Kalau besok, baru." Ucap Jae membantu Ayana.


"Baiklah. Lain waktu, kita mengobrol." Jawab bos Alex memberikannya.


"Terima kasih banyak bos Alex. Kalau begitu, saya permisi dulu bos. Sampai jumpa besok." Bahagia Ayana langsung keluar dari cafe tersebut.

__ADS_1


"Aku juga keluar deh Alex. Dia sendirian nanti, sampai jumpa besok." Ucap Jae juga, langsung menyusul Ayana.


"Ada ada saja mereka memang. Tapi kalau dilihat lihat, mereka cocok juga. Hahahah." Ucap bos Alex, kembali ke ruang pribadinya.


Di luar restoran. "Ayana, Ayana." Panggil Jae, langsung menghampiri Ayana, yang sedang menunggu taxi lewat.


Sontak Ayana langsung membalikkan badannya. "Eh, Jae. Kenapa kamu ada disini, dan kenapa tidak mengobrol dengan teman kamu?." Tanya Ayana.


"Aku sudah bosan mengobrol dengannya. Lagian kami juga sering bertemu. Dan mana mungkin aku membiarkanmu sendirian disini. Yuk, aku antarkan kamu pulang." Jawab Jae.


"Tidak perlu deh. Ngerepotin kamu terus aku." Ucap Ayana tidak enakan.


"Sudahlah, naik aja. Daripada kamu menunggu berjam-jam disini. Naik." Ucap Jae langsung masuk ke mobilnya, dan Ayana pun pasrah, daripada tidak ada taxi yang lewat sama sekali.


Jae pun langsung menjalankan mobilnya. "Maaf merepotkanmu ya Jae." Ucap Ayana masih tidak enakan.


"Tidak apa apa kok. Kita ini kan teman, jadi tidak boleh membiarkan teman kesusahan." Jawab Jae kembali tersenyum dengan bahagia.

__ADS_1


Sesampai rumah Ayana, setelah beberapa menit. "Kita sudah sampai di rumah mu." Ucap Jae.


"Terima kasih banyak Jae. Ini semua berkat kamu juga, jadinya aku bisa mendapatkan pekerjaan. Kalau tidak ada kau, mungkin aku


__ADS_2