Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 40: Janjian


__ADS_3

Saat Ayana mau masuk kembali ke mobilnya.Tiba tiba ada seseorang yang memanggilnya dan ia adalah Jae hwa.


"Halo Ayana...."Panggil Jae hwa langsung menghampirinya.


"Eh..., kamu.Baru datang?."Tanyanya.


"Iya..., baru ngantar Cuky juga tadi.Apa kamu mau langsung pulang?."Jawab Jae hwa sekaligus bertanya.


"Iya nih..., ada apa emangnya?."Tanya Ayana.


"Apa kau lupa dengan janji yang sudah kita janjikan?."Tanya Jae hwa sambil menaikkan alisnya.


"Aku ingat kok...., bisakah kita bertemu nanti sore.Soalnya kalau sekarang masih sibuk banget."Jawabnya tersenyum.


"Untunglah kalau kamu tidak lupa...., kalau begitu saya duluan ya."Ucap Jae hwa langsung pulang dan tak lupa untuk melambaikan tangannya.


Ayana pun ikut melambaikan tangannya."Pak Jae hwa lebih baik daripada Evano kalau dilihat lihat."Ucap batin Ayana langsung masuk kedalam mobilnya.


Sesampai rumah.Ayana langsung masuk kedalam dan langsung meletakkan jaketnya.Dan Ayana kembali mengerjakan pekerjaan rumahnya.


Sore pun tiba.Dimana Ayana sudah bersiap siap dan Kayra juga sudah rapi rapi untuk pergi.Kebetulan ibu mertuanya sedang pergi bersama teman arisannya.


"Ma...., kita akan bertemu Cuky kan ma?."Tanya Kayra sambil merapikan pakaiannya.


"Iya sayang...., kita akan bertemu Cuky dan ayahnya.Dan kamu akan bermain bersama dengannya."Jawab Ayana mengelus rambut Kayra dengan lembut.


"Okey ma..., mari kita pergi sekarang ma, sebelum terlambat."Ucapnya langsung masuk ke mobil.


Merekapun langsung pergi ke lokasi Cafe yang sudah di janjikan pak Jae hwa.Sesampai lokasi tersebut, Ayana dan Kayra langsung masuk kedalam Cafe tersebut.


Didalam, Jae hwa dan Cuky sudah menunggu mereka berdua.Dan Ayana bersama Kayra langsung menghampiri mereka."Apa kalian sudah lama menunggu?."Tanya Ayana langsung duduk bersama Kayra.


"Kami baru datang juga kok...., silahkan diminum minumannya.Sudah aku pesan tadi, biar kalian tidak menunggu lama."Jawab Jae hwa tersenyum sambil memberikan minuman kepada Ayana dan Kayra.


"Terima kasih paman...., paman baik banget deh."Ucap Kayra tersenyum lebar.


"Sama sama sayang...., disini ada taman bermain, didekat cafe.Apa nanti kita bisa kesana sebentar."Ucap Jae hwa ikut tersenyum.


"Wah..., mau banget ayah...., aku mau bermain dengan Kayra pa."Bahagia Cuky.

__ADS_1


"Iya ma..., paman.Aku mau bermain dengan Cuky juga."Ucap Kayra ikut meminta.


"Iya sayang...., tapi nanti ya.Kita kan baru sampai..., selepas dari sini, kita akan ke taman bermain bersama Cuky dan ayahnya."Jawab Ayana menenangkan Kayra.


"Yeah...."Bahagia Cuky dan Kayra bersamaan.


"Apa Cuky dan Kayra bisa duduk didekat sana."Menunjuk meja kecil khusus anak anak.


"Boleh ma..., yakan Cuky?."Tanya Kayra kepada Cuky juga.


"Mau banget...., yuk."Langsung turun dari kursi besar dan langsung duduk di kursi kecil khusus anak anak, agar Jae hwa dan Ayana bisa mengobrol dengan tenang.


Setelah Cuky dan Kayra duduk di kursi kecil dan cukup jauh dari tempat duduk Ayana dan Jae hwa."Bagaimana dengan hari mu?."Tanya Jae hwa.


"Baik...., hanya saja ada permasalahan antara aku dan ibu mertuaku."Jawab Ayana sambil menundukkan kepalanya.


"Sepertinya hidup mu sangat susah ya...., cerita saja denganku.Aku siap mendengarkan curhatan mu."Ucap Jae hwa menyemangatinya.


"Aku tak sanggup menceritakannya kepada mu.Karena begitu banyak luka yang ada didalam benakku..., dan aku tidak sanggup mengeluarkan semua itu."Jawab Ayana terus menundukkan kepalanya.


"Jangan menundukkan kepala mu.Aku tidak akan memarahi mu atau memberi mu saran yang buruk.Karena aku sudah mengalami penderitaan yang sama dengan mu."Ucap Jae hwa terus menyemangatinya.


"Kan sudah pernah kubilang.Kalau istriku sudah meninggal dengan waktu yang cukup lama.Dan aku sudah tidak punya siapa siapa lagi...., yang aku punya hanyalah anakku dan diriku sendiri.Setiap aku bersedih...., aku selalu memandangi wajah anakku dan datang ke makam istriku.Aku tidak punya sandaran selain anakku dan hanya anakku lah yang bisa menyemangati diriku, yang lemah ini."Jujur Jae hwa terus menatap wajah Ayana.


Sontak Ayana kaget dengan jawaban jelas dari Jae hwa."Kau sungguh pria yang tangguh dan pantang menyerah.Aku sampai salut, mendengar cerita mu itu."Salut Ayana kepada Jae hwa.


"Ya...., begitulah kehidupanku, yang akan ku jalani selamanya.Aku belum siap, saat anakku dewasa nanti dan dia akan pergi meninggalkanku, bersama keluarga barunya.Itu akan sangat membuat hatiku sedih dan aku akan hidup sendirian, sampai maut menjemputku."Jawab Jae hwa sambil menyangga dagunya dengan kedua tangannya.


"Aku juga berfikir seperti itu...., kadang aku belum siap, jika anakku menikah dan aku sudah menua.Aku berharap, agar anakku bahagia dan tidak merasakan penderitaan yang pernah dialami ibunya."Curhat Ayana dan mereka saling membuka satu sama lain.


"Aku jadi membuka isi hatiku begini."Tersenyum Ayana.


"Tidak apa apa...., jangan sungkan sungkan kepadaku.Aku bukan pria jabir.Hahahah."Membuat candaan.


"Hahahah..."Tertawa tipis Ayana karena candaan dari Jae hwa.


Setelah beberapa jam, dihabiskan untuk saling curhat.Dan mereka langsung menuju taman bermain."Kenapa kau tidak membawa mobil?."Tanya Ayana mengendarai mobil dan mereka langsung menuju taman.


"Cuky lebih suka jalan kaki dan aku tidak bisa membantahnya."Jawab Jae hwa tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Ouhhh...."Mengangguk pelan Ayana dan kembali fokus menyetir ke lokasi Yaman tersebut.


Sesampai taman hiburan.Mereka langsung turun dari mobil bersamaan."Wah...., cantik banget bunganya ma."Kagum Kayra langsung menghampiri bunga bunga yang bermekaran tersebut.


Cuky ikut menghampiri Kayra yang sedang memandangi bunga tersebut."Wah...., cantik bunga ya.Seperti dirimu."Ucap Cuky.


Jae hwa dan Ayana pun ikut menghampiri."Cuky...., kamu masih kecil sudah pandai menggoda.Siapa yang mengajari mu itu?."Tanya Ayana tersenyum.


"Ayah tante...."Jawab Cuky dengan ringan.


"Hahahah...., aku hanya memberinya sedikit gombalan saja.Agar dia menjadi pria yang gagah dan tampan seperti ku."Sombong dengan dirinya sendiri.


"Hahahah...., pak Jae hwa ada ada saja deh."Tertawa Ayana sambil menutupi mulutnya.


"Kalian bermainlah disana dan hati hati.Okey."Ucap Ayana mengelus rambut Kayra dan rambut Cuky.


"Baik ma....


"Baik tante...."Jawab mereka.


Kayra dan Cuky langsung bermain di taman bermain, sedangkan Jae hwa dan Ayana kembali duduk di bangku taman bermain dan duduk sampingan.


"Kenapa kau tidak mau menceraikan suami mu itu?."Tanya Jae hwa karena sudah mendengar curhatan Ayana.


"Aku sangat susah memutuskan keputusannya.Karena disatu sisi, aku tidak mau memisahkan anakku dengan papanya dan disisi satu lagi, aku yang harus menerima semua penderitaannya."Jawab Ayana kembali menundukkan kepalanya.


"Kau tidak perlu takut..., ikuti kata hati mu saja dan jangan memaksakan dirimu."Menyemangati Ayana sambil menepuk nepuk pundak Ayana.


"Terima kasih banyak Jae hwa..., karena kau sudah mau mendengarkan semua curhatan ku."Ucap Ayana kembali menatap wajah Jae hwa.


Saat mereka sedang berbincang.Tiba tiba Kayra dan Cuky berlarian di depan mereka dan kebetulan taman bermain ya, didekat jalan raya."Hati hati Kayra dan Cuky...., jangan berlarian begitu."Teriak Ayana dari kejauhan.


"Coba kejar kami ma...., wleee."Ejek Kayra sambil memberikan ejekan lidah.


"Kalian...., akan mama kejar kalian.Monster datang."Ucap Ayana langsung berdiri dan mengejar mereka berdua.


Saat Ayana sedang mengejar Kayra dan Cuky yang mengejeknya dan mereka jadi bermain kejar kejaran.Tidak disengaja, Kayra mau lewat dijalan raya dan karena Kayra tidak tahu kalau itu jalan raya besar.Sontak dari sebelah kiri, ada sebuah truk besar yang melaju dihadapannya.Ayana langsung melihat truk tersebut langsung berteriak.


"Kayra...., awas....."Teriak Ayana langsung menghampirinya.

__ADS_1


Saat Ayana menghampirinya.Sontak Ayana....


__ADS_2