
"Oh ya ma. Sepertinya tadi Kayra mendengar suara nenek. Apa nenek sudah pulang?." Tanyanya kembali, sambil meminum air putih.
"Nenek memang sudah kembali sayang, dan mungkin saja nenek sedang di kamarnya." Jawab Ayana kembali tersenyum.
"Apa mama baik baik saja?." Tanya Kayra kembali.
"Kenapa tiba tiba menanyakan hal itu sayang. Tentu saja mama baik baik saja, dan lihat mama ini, sudah bisa berjalan tanpa tongkat." Jawab Ayana sambil menundukkan seluruh tubuhnya.
Sontak Kayra langsung melihat Ayana tanpa tongkat." Wah, mama sudah bisa berjalan tanpa tongkat. Keren mah. Pasti papa akan bahagia melihatnya." Bahagia Kayra langsung memeluk Ayana dengan erat.
"Apa kamu lapar. Apa kamu mau makan sayang?." Tanya Ayana langsung menatapnya kembali.
"Nanti aja deh ma. Tunggu papa pulang, dan kita akan makan bersama ma." Jawab Kayra kembali tersenyum dengan Ayana.
"Kalau begitu, mending kamu mandi dulu saya. Mama juga mau mandi nih, karena keringatan habis memasak. Yuk sayang." Ucap Ayana langsung menggendong Kayra.
__ADS_1
"Wah, mama kuat ternyata. Yuk mama, kita mandi." Bahagia Kayra, dan mandi bersama dengan Ayana.
Malam pun tiba. Dimana Ayana dan Kayra sudah bersiap siap untuk makan malam, dan sudah mandi dengan harum dan berpakaian tidur.
Mereka berdua sedang menunggu Evano, di meja makan." Kenapa papa tidak pulang juga ya ma?." Tanya Kayra mulai bosan, karena sudah menunggu sejak tadi.
"Nanti papa kamu juga akan pulang sebentar lagi sayang. Kamu harus sabar, karena orang sabar di sayang tuhan." Ucap Ayana mengelus rambut Kayra.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka." Nah, mungkin itu papa. Mending kamu bukain pintu ya sana sayang." Ucap Ayana kepadanya.
"Pasti itu papa ma. Kayra akan mengeceknya." Kembali bahagia, dan langsung membuka pintu depan.
"Eh, kamu sudah sangat merindukan papa ya sayang?." Tanyanya langsung menggendong Kayra.
"Tentu saja aku kangen dengan papa. Papa lama banget bekerja soalnya. Aku dan mama sudah membuat makan malam yang enak, untuk kita pa." Jawab Kayra mencium pipi Evano.
__ADS_1
"Maafkan papa sayang. Karena banyak pekerjaan di Perusahaan papa. Jadi papa harus pulang sedikit terlambat."
"Tapi, karena papa sudah pulang. Mari kita makan malam bersama." Ikut bahagia dan langsung masuk ke dalam rumah, dan menuju meja makan.
Di meja makan. Ayana yang melihatnya, langsung berdiri." Kamu sudah pulang sayang. Sini jas kamu." Ucap Ayana langsung membukakan jas Evano, dan Evano meletakkan Kayra di kursi.
"Maaf lama ya sayang. Karena banyak pekerjaan di Perusahaan. Kamu jadi menungguku." Merasa kepada Ayana.
"Tidak apa apa. Kamu juga kan harus bekerja, untuk menafkahi kami. Itu sudah biasa kok sayang. Kalau begitu, kamu makan dulu." Jawab Ayana tersenyum dan meletakkan jas Evano ke kursi kosong.
"Omong omong, dimana ibu sayang?." Tanya Evano langsung duduk di samping Kayra.
"Mungkin nenek di kamar. Soalnya aku tidak ada melihat nenek dari tadi." Jawabnya sambil meletakkan nasi di piring Evano dan Kayra.
"Kalau begitu, aku cek ibu dulu ya sayang. Kalian tunggulah sebentar." Ucap Ayana langsung mengelus bahu Evano, dan pergi untuk mengecek kamar ibu mertuanya.
__ADS_1
Sesampai kamar ibu mertuanya. Ayana langsung mengetuk pintu tersebut." Bu, mari makan malam bersama bu." Ucap Ayana dengan lembut, dan tidak mau mengganggunya.
Tiba tiba saja,