
"Ini apa bu..., semua sudah jelas."Tegas Evano.
"Salahkan dia itu...., istrimu yang selalu kau bela itu.Ibu muak dengannya, karena dia tidak pernah merubah penampilannya sendiri dan selalu saja memakai pakaian itu seharian.Ibu muak melihatnya.Yang ibu ingin itu, punya menantu yang selalu cantik dan tidak bikin malu, untuk dibawa kemana mana.Ini..., lihatnya saja aku sudah muak dan mau muntah.Jawab ibunya menjelekkan Ayana didepan orangnya.
"Ibu yang selalu melarang ku untuk tidak berdandan...., karena kalau aku berdandan, ibu selalu mengatakan aku ini wanita simpanan orang.Kenapa malah menyalahkan ku bu, kenapa.Hiksss...., Hiksss."Ucap Ayana sambil memukuli dadanya.
"Kau lihat itu istrimu..., sudah berani melawanku dan membentak ibu seperti ini.Kau lihat itu!!."Tegas ibunya sambil menunjuk nunjuk Ayana dengan tangannya.
Memegang keningnya."Diammm!!!!!.....
Seketika ibunya terdiam."Diamlah bu..., aku sudah pusing memikirkan masalah perusahan dan sekarang aku malah mendapatkan masalah lagi."Ucap tegas Evano.
Evano membantu mendirikan Ayana yang terduduk dilantai."Mari ku bantu berdirikan."Ucap Evano mendirikan Ayana dengan perlahan.
"Kau pergilah dulu kekamar dan aku akan mengurus ibu."Ucap Evano kepada Ayana.
Ayana mengangguk dan langsung masuk kekamarnya.Setelah Ayana masuk ke kamarnya.Evano langsung berhadapan dengan ibunya dan menatap mata ibunya.
"Kenapa ibu menjelekkan menantu ibu sendiri bu..., gitu gitu dia itu istriku bu."Ucap Evano.
"Salah suruh tidak cantik setelah menikah...., aku mau menjodohkan mu dengan anak teman arisan ibu dan kau tidak boleh menolaknya."Jawab ibunya sambil melipat tangannya.
Kan sudah kubilang bu..., aku tidak mau mencari wanita lain selain Ayana bu!!!...."Jawabnya.
Menampar Evano."Plakkk.....
Menatap wajah ibunya sambil memegang pipi bekas tamparan dari ibunya."Kenapa ibu seperti ini kepadaku...., aku ini anakmu bu, anakmu!!!....
"Kan sudah ibu bilang..., jangan membangkang perkataan ibu dan turutin kemauan ibu.Kau lupa dengan kata terakhir ayahmu...., kau lupa!!!....
"Aku masih mengingatnya dan aku masih mengingatnya sampai detik ini bu..."Jawab Evano menatapnya.
"Kalau begitu jangan coba membangkang ibu dan turuti perkataan ibu.Kalau tidak, kau sama saja melanggar perkataan terakhir ayahmu itu."Ucap ibunya membalikkan bola matanya.
"Baik..., baik..., aku akan turuti semua kemauan ibu dan aku akan mengikuti perjodohan ibu itu.Puas ibu!!!!.....
__ADS_1
"Sangat puas...., kalau begitu ibu masuk kekamar dulu.Dah sayang..."Jawabnya langsung masuk kekamarnya.
Setelah ibunya masuk kekamarnya.Evano langsung duduk disofa dan menutupi wajahnya."Aishhh..., aku harus bagaimana ini.Masa aku harus menyakiti hati istriku dan aku juga tidak ingin melihatnya menderita.Aku harus bagaimana ya tuhan."Ucap batin Evano kesal dengan dirinya sendiri.
"Aku tidak ingin membuat Ayana menderita kedepannya tapi aku juga tidak ingin melepaskannya.Aku harus bagaimana.Arghhh.
"Kenapa tidak ada suara dari kamar Ayana.Aku mau mengecek kondisinya, apa dia baik baik saja."Ucap Evano berdiri dan langsung masuk kekamar Ayana.
Masuk kedalam kamarnya."Fyuhh..., ternyata dia sudah tidur.Untung saja dia tidak mendengar pembicaraan ku dan ibu tadi."Dalam hati Evano duduk disamping Ayana yang tertidur.
Merapikan rambut Ayana yang menutupi matanya."Maafkan ibunya..., gara-gara ibuku, kau jadi seperti ini.Maafkan aku."Ucap batin Evano.
"Eh..., kenapa dibagian bahunya merah ya.Aku harus mengeceknya."Ucap Evano melihat punggung Ayana.
Betapa terkejutnya Evano..., melihat punggung Ayana yang dipenuhi dengan bekas luka pukulan."Astaga..., kenapa bisa ada bekas luka ini.Apa semua ini ulah ibu."Ucap batin Evano.
"Kasihan banget istriku ya tuhan..., selama ini aku tidak melihat masalah apa yang telah terjadi padanya dan dia harus tersiksa disaat saat dia membutuhkan bahu untuk bersandar.Maafka aku."Meneteskan air matanya karena sangat kasihan dengan Ayana.
"Ehmm..."Ngigo Ayana.
"Jangan..., jangan pukuli aku..., maafkan aku bu, maafkan aku."Mengigo Ayana sambil meneteskan air matanya.
"Jangan!!!!...."Terbangun Ayana hingga terduduk.
"Eh.., Evano.Kenapa kau ada disini?."Tanya Ayana sambil mengusap air matanya.
"Tidak ada..., aku cuma mau melihat kondisimu saja.Apa kau baik baik saja?."Tanya Evano menatapnya.
"Aku baik baik saja kok..., omong omong kenapa matamu itu?."Jawab Ayana sekaligus bertanya.
"Eh..., tidak apa apa kok.Tadi kemasukan hewan kecil, jadi begini deh."Jawabnya.
"Ini sudah jam berapa..., aku harus menjemput Kayra?."Tanya Ayana.
"Biar aku saja yang menjemputnya..., kau istirahat lah disini dan jangan kemana mana."Ucap Evano langsung berdiri.
__ADS_1
"Baiklah..., kau hati hati lah."Jawab Ayana tersenyum.
"Aku duluan."Ucapnya langsung keluar dari kamar Ayana dan langsung menjemput Kayra.
Didalam perjalanan menuju sekolah Kayra."Aku harus apa..., aku tidak tegas melihat istriku seperti itu yatuhan."Ucap Evano sambil mengerutkan keningnya.
"Apa aku harus membuatnya membenci ku, agar dia menceraikanku dan dia bisa hidup bahagia bersama Kayra.Aku tidak mau membebaninya, aku sudah sangat kasihan melihat bekas luka yang begitu banyak diseluruh badannya."Ucapnya kembali.
Sesampai sekolah Kayra.Evano langsung turun dari mobil dan menunggu Kayra.
Bel pulang pun berbunyi dan Kayra langsung keluar dari kelasnya.Kayra yang melihat ayahnya, langsung menghampirinya."Papa...."Panggil Kayra langsung memeluk Evano.
"Sayang..."Jawab Evano memeluknya dengan erat.
"Kenapa papa yang menjemputku dan bukannya ibu?."Tanya Kayra menatapnya keatas.
Menatap wajah Kayra dari atas."Mama sedang sakit dan butuh istirahat sayang..., jadi papa deh yang menjemputmu."Jawab Evano ikut tersenyum sekaligus menenangkan suasana.
"Eh..., kenapa tiba tiba mama sakit pa.Aneh sekali."Bingung Kayra.
"Padahal tadi mama baik baik aja..., kenapa tiba tiba mama langsung sakit.Aku bingung pa."Bingung Kayra.
"Mungkin mama kelelahan sayang..., jadinya mama sakit deh.Kalau begitu kita pulang dulu dan jangan banyak bertanya.Okey sayang."Jawab Evano mengelus rambut Kayra.
"Seperti ada yang disembunyikan papa..., apa ini ada sangkutannya dengan ibu papa."Ucap batin Kayra tidak percaya dengan perkataan Evano.
"Kenapa kau melamun sayang..., mari kita masuk kedalam mobil."Ucap Evano menyadarkan Kayra yang melamun.
"Eh..., iya pa.Mari kita pulang secepatnya dan bisa melihat kondisi mama."Ucap Kayra tersenyum dan langsung masuk kemobil.
Sesampai rumah.Kayra langsung bergegas masuk kekamar Ayana, untuk mengecek kondisinya."Mama...."Panggil Kayra langsung masuk dan memeluk Ayana.
"Eh..., sayang.Kenapa tiba tiba memeluk mama begini?."Bingung Ayana.
Evano masuk juga."Katanya dia mau melihat kondisimu.Aku mengatakan kalau kau sakit karena kelelahan.Jadinya Kayra cemas padamu."Jawab Evano sambil melipat tangannya.
__ADS_1
"Apa itu benar ma..., padahal tadi mama baik baik saja.Kenapa mama tiba tiba sakit?."Tanya Kayra khawatir dengan kondisi Ayana.
"Sebenarnya mama....