
Tiba tiba ada yang menghampirinya, dan ia adalah Kayra dan Cuky yang membawa gelembung air tersebut.
"Mama."
"Tante." Panggil mereka berdua langsung berada di pahanya.
"Apa mama mau bermain dengan kita. Karena mama masih sakit, mama yang menghembusnya dan kami yang akan menangkapnya.Bagaimana ma." Ucap Kayra menatapnya dengan tatapan kasih sayang.
"Iya tante. Mau kan tante?." Tanya Cuky.
"Iya, iya. Mama mau deh. Sini gelembung air nya." Jawab Ayana meminta gelembung tersebut.
Cuky pun langsung memberikan gelembung tersebut kepada Ayana." Paman boleh ikut kan?." Tanya Jae langsung berdiri.
"Boleh kok paman. Semakin banyak orang, semakin enak. Yuk ma, cepat hembuskan." Jawab Kayra dan Cuky sudah bersiap siap untuk menangkap gelembung tersebut.
Ayana pun langsung menghembuskan gelembung nya ke atas. Cuky, Kayra dan Jae langsung menangkap gelembung tersebut.
"Siapa yang bisa menangkap gelembungnya, akan diberi buah 1 keranjang. Ayah yang akan mendapatkannya, tapi. Hahahah." Ucap Jae mengejar gelembung tersebut.
"Ayah curang. Ayah kan tinggi, tentu akan bisa menangkap gelembung itu dong. Kalau begitu, kejar ayah Jae Kayra." Ucap Cuky langsung mengejar ayahnya.
"Benar itu, kejar paman Jae." Ucap Kayra langsung mengejar Jae.
"Wle, kejar kalau bisa. Wle. Hahahahah." Mengejek Jae kepada anak anak.
"Awas yah. Hahahahah, kejar dia Kayra." Ucap mereka mengelilingi kursi roda Ayana.
"Hahahahah." Ayana pun ikut bahagia melihat mereka semua bahagia.
Menjelang magrib pun tiba. Dimana mereka Akhirnya sudah selesai dan langsung kembali ke dalam rumah sakit." Kita menang Kayra. Dan aku akan mendapatkan buah sekeranjang." Ucap Cuky berjalan di samping Jae, dan Kayra di samping kanannya.
"Aku yang mendapatkannya. Karena aku duluan yang menangkap paman Jae." Ucap Kayra.
"Aku yang mendapatkannya kok. Wle." Mengejek Cuky dan langsung berlari duluan.
"Kejar aku kalau bisa, Wle." Ucap Cuky kembali mengejeknya.
__ADS_1
"Aku akan mengejar mu dasar anak laki laki jelek." Langsung mengejar Cuky.
"Jangan berlarian, nanti kalian bisa jatuh." Ucap Jae dari kejauhan, sambil mendorong kursi roda Ayana.
"Anak anak begitu bahagia saat ada kau disini Jae." Ucap Ayana ikut bahagia.
"Mau bagaimana lagi. Aku juga membereskan Cuky dengan keringatku sendiri. Dan aku juga sekaligus, menjadi ayah dan ibu bagi Cuky." Jawabnya tersenyum.
"Kenapa kamu tidak mencari istri lagi?." Tanya Ayana.
"Aku lagi tidak mau menikah lagi. Dan tahulah, zaman sekarang banyak wanita yang hanya mau kekayaannya saja dan malah membiarkan anak yang walaupun bukan anak kandungnya."
"Aku hanya takut, kalau nanti Cuky akan disiksa oleh ibu tirinya dan malah akan menjadi beban pikiranku. Sebab itu, akulah yang akan menjadi ayah sekaligus ibu, dalam kehidupannya. Ya walaupun, dia terus meminta ibu baru."
"Tapi, entah kenapa, sudah beberapa bulan sejak bertemu dengan mu. Ia tidak pernah meminta ibu baru. Mungkin, dia sudah nyaman dengan mu. Hahhahah." Jawabnya dengan jujur.
"Jawaban mu itu ada benarnya juga sih. Zaman sekarang, memang berbeda dengan zaman dulu. Tapi, jangan terlalu pikirkan soal itu, dan fokuslah menjaga anak mu itu. Suatu saat nanti, dia akan tahu, betapa susahnya, ayahnya dulu menjaganya." Ucap Ayana mendukungnya.
"Terima kasih banyak banyak atas dukungan anda nona Ayana." Ucapnya kembali tersenyum.
Didalam. Ternyata sudah ada Kayra dan Cuky yang duduk di sofa, karena lelah." Apa kalian sudah kelelahan?." Tanya Jae sambil membantu Ayana ke kasur.
"Iya paman. Tapi hari ini, adalah hari yang paling membahagiakan." Jawab Kayra dengan bahagia.
"Benar banget ayah. Lelah, tapi menyenangkan. Hahahah." Ucap Cuky juga tertawa.
"Baguslah, kalau kalian bahagia." Ucap Jae sudah meletakkan Ayana ke kasurnya.
"Dimana papa mu ya Kayra. Kenapa belum datang juga ya." Ucap Jae langsung duduk di samping mereka berdua.
"Entahlah paman.Mungkin papa sedang sibuk bekerja ayah. Jadi sibuk." Jawab Kayra sambil membalikkan bola matanya.
Saat mereka sedang membahas Evano. Tiba tiba ada yang masuk ke ruang istirahat Ayana, dan dia adalah Evano.
"Maaf membuat kalian menunggu lama." Ucap Evano langsung masuk kedalam.
"Eh, pak Evano. Akhirnya anda datang juga, dari tadi kami menunggu anda." Ucap Jae langsung berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Maafkan saya pak Jae. Saya sangat sibuk, di perusahaan. Jadi tidak sempat datang kemari." Ucap Evano langsung duduk di samping Ayana.
"Maafkan aku ya, karena sudah meninggalkan mu cukup lama ya. Karena banyak pekerjaan di perusahaan tadi." Ucap Evano mengelus tangan Ayana dengan lembut.
"Tidak apa apa, kamu juga sangat sibuk, dan ada yang menemaniku disini. Jadi aku tidak merasa kesepian, dan malahan aku bahagia bersama mereka." Jawab Ayana tersenyum agar Evano tidak cemas dengannya.
"Syukurlah." Ikut tersenyum.
"Papa." Panggil Kayra langsung menghampirinya.
"Sayang papa. Maafkan papa, karena tidak bisa menemani mu ya sayang. Papa sangat sibuk di perusahaan papa. Besok baru papa ada libur, dan besok kita bisa jalan jalan ke taman hiburan. Kamu mau kan." Ucap Evano langsung memangku Kayra.
"Mau banget dong pa. Bagaimana dengan mama. Apa mama mau." Jawabnya sekaligus bertanya kepada Ayana.
"Asal kamu mau. Mama juga akan ikut dengan kalian." Jawabnya tersenyum.
"Pak Evano. Saya mau pulang dulu, dengan Cuky. Karena sudah malam juga. Nanti keburu kemalaman." Ucap Jae berpamitan dengan mereka.
"Oh ya pak Jae. Terima kasih banyak pak Jae, karena sudah menemani istri dan anak saya untuk bermain. Sekali lagi saya berterima kasih kepada anda pak Jae." Ucapnya berterima kasih kepada Jae.
"Sama sama pak, karena Ayana juga teman dekat saya. Dan nona Ayana, saya permisi dulu ya, dan sampai jumpa lain hari Kayra." Mengelus rambut Kayra.
"Iya paman, datang kembali dengan Cuky ya. Dan sampai jumpa Cuky." Melambaikan tangannya.
"Dah juga Kayra. Kami pulang dulu." Ucap Cuky melambaikan tangannya dan Ayana juga ikut melambaikan tangannya, juga tersenyum.
Setelah Jae dan Cuky pergi." Kenapa hatiku ga rela ya, saat Jae pergi. Apa ada dengan perasaanku ini. Padahal suamiku sudah ada disini, tapi kenapa aku tidak merasakan sesuatu ya." Ucap batin Ayana bingung dengan dirinya sendiri.
"Mama, kalau mama mau tidur. Lebih baik mama tidur dulu, atau mama mau makan?." Tanya Kayra kepada Ayana.
"Mama mau makan sayang. Lagi kepengen mie ayam. Apa boleh." Jawabnya.
"Baiklah, kalian tunggu sebentar disini. Aku akan membeli mie ayam dulu, diluar." Ucap Evano langsung menurunkan Kayra dan langsung keluar untuk membeli mie ayam.
Setelah Evano pergi. Kayra pun langsung duduk di kursinya dan menatap wajah Ayana. Ayana pun menatap wajah Kayra juga." Kenapa menatapku seperti itu?." Tanya Ayana kepadanya.
"Sebenarnya, kenapa mama,
__ADS_1