
"Ini bu..., kalau jadi teringat ayah.Aku sangat rindu dengan ayah bu."Jawab Ayana langsung menatap wajah ibunya.
"Ibu juga tahu kok perasaanmu sayang.Apa kita perlu ke makam ayahmu?."Tanya ibunya.
"Kalau ibu tidak sibuk..., kita bisa pergi sekarang kok."Jawab Ayana mengusap air matanya yang hampir jatuh.
"Ibu tidak sibuk kok.Kalau begitu, mari kita pergi sekarang saja."Ucap ibunya langsung berdiri.
"Ibu bersiap siap dulu dan kita akan pergi sekarang."Ucap ibunya langsung masuk ke kamarnya untuk bersiap siap.
Setelah beberapa menit.Ibunya pun sudah rapi."Mari kita pergi sekarang nak."Ucap ibunya.
"Mari bu..."Langsung keluar bersama dari rumah mereka untuk ke makam ayahnya.
Merekapun langsung menuju makam almarhum ayah Ayana dan membutuhkan beberapa waktu, untuk sampai disana.
Sesampai tempat pemakaman.Ayana dan ibunya langsung keluar dari mobil dan membeli bunga beserta air di dekat pemakaman tersebut.
Setelah membelinya.Merekapun langsung mencari pemakaman almarhum ayah Ayana.
Setelah mendapatkan makam ayahnya.Mereka berdua langsung jongkok dan mengelus batu nisan almarhum.
"Maafkan kami karena baru datang ya yah..., kami baru ada waktu untuk menjenguk ayah."Ucap Ayana sambil mengelus batu nisan ayahnya.
"Apa ayah bahagia disana.Ayana harap, ayah baik baik saja dan disana dan jangan lupa untuk doakan Ayana dan ibu bahagia didunia ya ayah.Kan ayah suka mendoakan Ayana dan ibu, waktu ayah masih ada.Ayana harap, sikap ayah tidak berubah."Curhat Ayana sambil menaburkan bunga bunga tersebut bersama ibunya.
"Lihat ini sayang..., anak kita sudah besar dan kita sudah mempunyai cucu tahu.Andai kamu masih ada.Mungkin kita akan bersama sama melihat cucu yang paling imut sedunia."Ucap ibunya mulai menangis.
Ayana melirik ibunya yang sedang menangis.Sontak Ayana langsung memeluknya dari samping."Ibu jangan menangis didepan makam ayah.Nanti ayah jadi sedih dong."Ucap Ayana menenangkan ibunya yang menangis.
"Terima kasih banyak sayang..., ibu hanya teringat dengan masa masa kebahagiaan bersama ayahmu."Jawab ibunya mengusap air matanya.
"Sudahlah bu..., ibu jangan menangis lagi dan ibu harus bahagia."Ucap Ayana tersenyum bahagia untuk menenangkan suasana hati ibunya.
"Kalau begitu..., mari kita kembali ke rumah dan aku akan memasakkan masakan yang enak untuk ibu."Ucap Ayana mendirikan ibunya.
__ADS_1
"Baiklah..., ibu akan mencicipi makanan mu.Ibu jadi lapar."Jawab ibunya ikut tersenyum
"Baik bu..., mari kita pulang."Sorak Ayana sambil menggandeng tangan ibunya dan merekapun langsung kembali ke rumah.
Sesampai rumah.Mereka langsung masuk kedalam dan ibunya langsung duduk disofa dan Ayana langsung ke dapur, untuk menyiapkan makanan.
Didapur."Aku buat apa ya."Bingung Ayana langsung membuka kulkas.
"Eh..., ada kulit pangsit nih dan ada ayam.Lebih baik aku buat pangsit ayam aja deh..., ibu pasti akan menyukainya dan aku akan membawakannya untuk Kayra juga."Ucapnya langsung menyiapkan bahan bahan dan mulai memasak.
"La..., la la."Nyanyi Ayana sambil memasak masakannya.
Diruang tamu."Aku bahagia..., jika Ayana sering kembali ke rumahnya.Aku harap, dia terus mampir kesini dan terus merindukanku."Ucap ibunya sangat bahagia dengan kehadiran Ayana.
Harum pangsit tersebut langsung tercium sampai dihidung ibunya."Kau buat apa sayang..., sampai seharum ini?."Tanya ibunya dari ruang tamu.
"Rahasia bu...., ibu pasti akan menyukainya.Sabarlah bu."Jawab Ayana dari dapur.
"Baiklah..., ibu akan menunggu masakan enakmu itu."Ucapnya menunggu Ayana.
"Makanan sudah selesai bu..., ibu pasti akan menyukainya."Langsung meletakkannya di atas meja.
"Wah..., kelihatannya enak nih.Ibu jadi tidak sabar untuk mencicipinya."Selera ibunya dengan aroma masakan Ayana.
"Apa ibu boleh mencobanya?."Tanya ibunya menatap makanan tersebut.
"Makanlah bu..., ini khusus untuk ibu.Jadi ibu bisa habiskan.Tadi aku sudah sisain sedikit, untuk Kayra nanti.Kebetulan dia juga menyukai pangsit ayam."Jawab Ayana tersenyum.
"Bawalah banyak banyak..., cucu ibu juga pasti akan menyukainya."Ucap ibunya langsung mencoba pangsit buatan Ayana.
"Ehm..., enak banget nak.Apa ini benar benar buatan mu?."Tanya ibunya masih tidak percaya karena sangat enak.
"Tentu saja aku bu..., jadi siapa lagi kalau bukan masakanku."Ucap Ayana ikut bahagia.
"Ini sangat enak..., rasanya seperti berada di surga.Enak banget."Sangat menikmati masakan Ayana yang sangat enak.
__ADS_1
"Habiskan bu..., kalau ibu memang menyukainya."Ucap Ayana.
Ibunya pun menghabisi makanan buatan Ayana dalam kenikmatan.Setelah menghabiskan pangsit tersebut."Enaknya...., yatuhan.Apa kau tidak ada lagi untuk ibu nanti makan?."Tanya ibunya menatapnya.
"Aku sudah membuatkan cadangannya bu.Nanti ibu tidak goreng saja.Dan ibu bisa langsung memakannya deh."Jawab Ayana.
"Terima kasih banyak sayang..., apa kau sudah jemput anakmu?."Tanya ibunya.
"Ini aku mau menjemputnya bu..., apa aku boleh pulang sekarang bu?."Jawab Ayana sekaligus bertanya.
"Pergilah sayang..., lain kali datang lagi dan bawa cucu ibu itu.Agar ibu bis bermain dengannya."Ucap ibunya sangat bahagia.
"Baik bu..., lain kali aku akan mengajak Kayra kemari, untuk bermain dengan ibu.Dan pangsit nya sudah aku taruh di meja ya bu."Ucap Ayana langsung memeluk ibunya.
"Iya sayang..., hati hatilah dijalan dan titipkan salam ibu kepada mertuamu."Ucap ibunya mengelus rambut Ayana dengan lembut.
"Baik bu..., aku pergi dulu dan jaga kesehatan ibu."Langsung pergi dari tempat tersebut dan langsung menjemput Kayra sekolah.
Diperjalanan."Setelah aku mengobrol di rumah ibu.Hatiku lumayan tenang dan damai.Tapi aku masih teringat dengan kejadian tadi pagi..., aku harus melupakannya dan tidak boleh ikut campur urusan mereka berdua."Ucap batin Ayana sambil fokus menyetir mobilnya.
Sesampai sekolah Kayra.Ayana langsung keluar dari mobilnya dan menunggu didepan gerbang seperti biasanya."Kenapa mereka belum pulang ya..., apa aku terlalu kecepatan menjemputnya."Ucap Ayana sambil melihat ponselnya.
Tiba tiba bel sekolah berbunyi."Kan..., aku kira aku yang kecepatan.Ternyata baru berbunyi."Ucap Ayana langsung melihat kearah kelas.
Kayra pun langsung keluar dan langsung memeluk Ayana."Mama..."Panggil Kayra dalam pelukan Ayana.
"Anak mama..., dimana Cuky?."Tanya Ayana.
"Dia sakit ma..., jadi dia tidak sekolah deh ma."Jawab Kayra.
"Sakit..., kasihan banget ya."Kasihan Ayana dengan Cuky.
"Iya ma..., aku mau menjenguk rumahnya deh ma.Apa mama tahu rumahnya Cuky?."Tanya Kayra menatapnya dari bawah.
"Tidak sayang...., mama juga tidak tahu dimana lokasi rumahnya."Jawab Ayana sambil mengelus rambut Kayra.
__ADS_1