
Setelah membuat nasi goreng. Ayana langsung meletakkannya di piring, dan langsung diantarkannya ke ruang tamu." Ini nasi goreng untuk ibu. Semoga ibu menyukainya. Kalau begitu, Ayana mau membersihkan pakaian dan yang lainnya ya bu." Meletakkannya di atas meja, dan langsung kembali ke dapur untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Saat di dapur, Ayana langsung kembali mengerjakan pekerjaannya." Lelahnya yatuhan. Tapi mau bagaimana ini, ini sudah pekerjaanku di rumah. Saat nanti aku bekerja, baru aku bisa meringankan beban suamiku." Ucap batin Ayana tersenyum tipis.
Saat Ayana sedang membersihkan meja yang kotor. Tiba tiba saja ibu mertuanya datang, sambil memasang wajah penuh marah. Sontak Ayana ikut menatap ibu mertuanya.
"Ada apa bu. Apa nasi gorengnya tidak enak?." Tanya Ayana dengan senyumannya.
"Tahu kau kan. Kenapa nasi goreng ini pedas banget, kamu mau bunuh saya hah." Langsung melemparkan nasi goreng tersebut ke wajah Ayana.
Sontak Ayana kaget, dan langsung menutup kedua matanya." Dasar bodoh. Buat nasi goreng saja sampai pedas begini. Dasar!." Hina ibu mertuanya langsung masuk ke kamar.
Setelah ibu mertuanya masuk ke kamar. Ayana langsung duduk dilantai, sambil mengutip nasi nasi tersebut, dengan air mata yang bercucuran.
__ADS_1
"Kenapa aku harus merasakan hal yang begitu menyakitkan ini. Jika memang masakanku tidak enak, setidaknya letakkan diatas meja. Ini malah langsung dilemparkan ke wajahku. Yatuhan." Ucapnya sambil meneteskan air matanya dengan deras, dan air mata tersebut jatuh tepat dilantai.
Mengusap air matanya." Sudahlah, aku harus membersihkan nasi nasi ini, agar cepat selesai pekerjaan rumahku." Kembali mengutip nasi nasi yang berserakan dilantai.
Setelah beberapa menit membersihkan nasi nasi yang tumpah. Ayana pun langsung mengepel lantai tersebut dengan pengharum lantai. Dan setelah itu, ia langsung membilas piring piring yang kotor.
Setelah Ayana membersihkan pekerjaan rumahnya. Ia langsung duduk di kursi dapur." Lelahnya, tidak ada yang membantuku. Semuanya aku kerjakan sendiri." Mengusap keringatnya yang bercucuran.
"Ini sudah jam berapa ya. Aku harus menjemput anakku dulu." Melihat jam, dan langsung mengenakan jaket.
Tiba tiba ada yang menghampirinya, dan ia adalah Jae." Halo Ayana. Apa kamu baru datang?." Tanyanya langsung berdiri di sampingnya.
Sontak Ayana langsung berdiri dengan tegap." Eh, Jae. Iya nih, aku baru datang kok. Biasanya jam segini sudah pulang, tapi kenapa sekarang belum pulang juga ya." Jawabnya sekaligus bertanya.
__ADS_1
"Tunggu saja. Mungkin saja mereka sedang bermain dengan guru guru mereka yang ada didalam." Ucap Jae tersenyum bahagia.
"Baiklah. Omong omong, bagaimana dengan pekerjaanmu. Apa kamu sibuk, mana tahu kamu sibuk, tapi malah memaksa dirimu untuk bertemu denganku nanti malam?." Tanyanya.
"Aku tidak sibuk kok. Karena aku sudah mempunyai asistenku, jadi aman deh. Aku mempunyai banyak waktu luang untukmu Ayana." Jawab Jae langsung mengelus lehernya.
Anak anak pun akhirnya pulang juga. Bel pun berbunyi." Nah, bel sudah berbunyi. Mereka sudah pulang." Ucap Jae menunjuk kedalam.
"Benar itu." Langsung melihat kedalam kelas.
"Mama." Panggil Kayra dengan bahagia, langsung memeluk Ayana.
"Ayah." Panggil Cuky juga langsung memeluk Jae.
__ADS_1
"Sayang. Kenapa kamu lama banget didalam sayang?." Tanya Ayana langsung jongkok dan mengelus rambut Kayra.
"Didalam tadi, ada