Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 54: Mengingat Kembali


__ADS_3

Saat mereka ke tempat bermain gelang. Tidak sengaja Ayana melihat penjual gulali. Sontak ia langsung mengingat sesuatu." Mama, kita beli gulali yuk. Hahahahah, enak banget bermain disini ma." Ucap dalam pikiran Ayana, mengingat kejadian tersebut.


"Argh." Kesakitan Ayana sampai memegang kepalanya yang sakit.


"Eh, kamu baik baik saja sayang?." Tanya Evano langsung panik dengan keadaan Ayana.


"Entah kenapa, tiba tiba kepalaku sangat pusing. Saat melihat taman hiburan ini. Sakit banget. Auh." Jawabnya sambil kesakitan memegang kepalanya.


"Apa kita harus pulang ke rumah sakit saja. Nanti kepala kamu, makin pusing lagi." Ucap Evano cemas dengannya.


"Gak papa kok. Lagian, Kayra sudah sangat bahagia mau disini. Jadi, aku akan ikut dengan kalian saja, tapi aku melihat saja. Gapapa kan." Ucap Ayana tersenyum dan menutupi kesakitan nya.


"Yaudah deh, kalau kamu maunya itu. Kalau begitu, mari kita bermain di taman hiburan ini." Ucap Evano langsung mendorong kursi roda Ayana dan mereka bertiga langsung ke tempat hiburan, yaitu baling baling.


"Kamu disini dulu ya sayang. Aku mau menemani Kayra menaiki baling baling dulu. Gapapa kan kalau aku tinggal kamu disini?." Tanyanya sambil mengelus tangan Ayana dengan lembut.


"Gapapa kok. Semoga kalian bersenang senang disana ya sayang mama." Jawabnya mengelus rambut Kayra dengan lembut.


"Aman mama." Jawabnya ikut bahagia.


"Kalau begitu, kami duluan ya sayang. Jangan kemana mana." Ucap Evano langsung menggendong Kayra dan langsung membeli tiket baling baling.


"Dah mama sayang." Ucap Kayra melambaikan tangannya.


"Dah juga sayang." Ikut melambaikan tangannya.


Ayana pun langsung melihat sekitaran taman hiburan tersebut." Hem, enaknya ma." Ucap Kayra menikmati es krim tersebut yang ber varian strawberry.


"Iya sayang, ini memang enak. Apa kau menyukainya sayang?." Tanya Ayana menatapnya sambil menjilat es krimnya.


"Sangat senang ma, lain kali kita bermain seperti ini lagi ya ma." Ucap Kayra tersenyum bahagia.


"Baik sayang." Ucap Ayana bahagia melihat anaknya terutama sangat bahagia.


"Auhh, astaga, kenapa kepalaku sakit sekali. Kenapa aku mengingat semua itu. Tidak salah lagi, aku mengingat semuanya." Ucap Ayana kesakitan kembali, dan memegang kepalanya dengan erat erat.


"Auh, sakit banget ya tuhan. Kenapa kepalaku sakit sekali ya. Tahan dong Ayana, tahan. Kamu harus kuat." Ucap batin Ayana menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


"Hem, enaknya ma." Ucap Kayra menikmati es krim tersebut yang ber varian strawberry.


"Iya sayang, ini memang enak. Apa kau menyukainya sayang?." Tanya Ayana menatapnya sambil menjilat es krimnya.


"Sangat senang ma, lain kali kita bermain seperti ini lagi ya ma." Ucap Kayra tersenyum bahagia.


"Baik sayang." Ucap Ayana bahagia melihat anaknya terutama sangat bahagia.


Kembali mengingat masa masa lalu tersebut." Auh, kenapa bayang bayang itu selalu muncul. Aduh." Ucapnya merasakan sakit kepala yang begitu hebat.


"Tahan Ayana, tahan." Ucapnya menahan sakit kepalanya yang begitu hebat.


"Argh." Sakit kepala Ayana tidak bisa ditahan lagi, dan Ayana langsung pingsan di kursi rodanya.


Orang orang yang sedang berjalan di sekitaran taman hiburan." Eh, dia kenapa. Lihat dia." Langsung menghampiri Ayana.


Semua orang langsung menghampiri Ayana yang pingsan." Dia kenapa?." Tanya orang orang tersebut mengelilinginya.


"Iya, dia kenapa ya. Apa dia pingsan?." Tanya yang lainnya.


"Entahlah pak. Kita harus menghampiri mama pa." Jawab Kayra.


Evano dan Kayra pun langsung menghampiri kerumunan tersebut." Permisi, permisi." Langsung menyuruh orang minggir dan langsung kaget melihat Ayana yang pingsan.


"Ayana. Kenapa kamu pingsan?." Tanya Evano langsung panik dan langsung jongkok di depannya.


"Kalian bisa pergi sekarang. Karena saya keluarganya. Kalian pergilah, dan jangan berkerumun disini." Ucap Evano kepada orang orang tersebut.


Merekapun langsung bepergian meninggalkan Evano dan Kayra.


"Ma, kenapa mama bisa begini pa. Kenapa mama pa?." Tanya Kayra langsung menangis.


"Kita harus membawa mama kamu ke rumah sakit sayang. Kamu dorong kursi rodanya, dan papa akan menggendong mama kamu." Ucap Evano kepada Kayra, dan ia langsung membawa Ayana ke rumah sakit.


Sesampai rumah sakit. Ia pun langsung masuk ke ruang gawat darurat." Dokter, tolong periksa pasien ini dok." Ucap Evano kepada dokter dan suster.


Ayana pun langsung diletakkan di ranjang gawat darurat, dan langsung di bawa ke ruang gawat darurat." Bapak harus menunggu di luar dulu, selagi pasien kami jaga." Ucap suster tersebut kepada Evano.

__ADS_1


"Baik sus." Jawabnya langsung menunggu diluar bersama Kayra.


"Pa, bagaimana dengan keadaan mama pa?." Tanya Kayra cemas dengan Ayana.


"Sabarlah sayang, kamu jangan panik dulu. Mending kita duduk dulu, dan menunggu kabar baik dari dokternya. Yuk, kita duduk dulu." Jawab Evano langsung duduk dan memangku Kayra.


"Baiklah pa." Ikut saja dengan jawaban Evano.


1 Jam pun berlalu. Dimana dokter dan suster langsung keluar dari ruang gawat darurat. Sontak Evano langsung menurunkan Kayra, dan langsung menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana dengan keadaan pasien Ayana dok?." Tanya Evano.


"Dia sudah ditangani dengan baik pak Evano. Tapi, ada yang membuat kepalanya semakin sakit, karena dia mengingat sesuatu. Itu tidak menganggu sedikitpun bagi pasien. Karena, itu akan membuat pasien cepat mengingat masa lalu nya. Dan semakin lama, dia akan terbiasa dengan sakit kepalanya itu. Tapi pasien, masih belum sadarkan diri, karena pusing yang masih melekat di pikirannya. Jadi dia butuh istirahat yang cukup." Jawab dokter tersebut menjelaskannya secara detail.


"Baik dok. Tapi itu, tidak akan membuatnya semakin parah kan dok?." Tanya Evano kembali kepada dokter tersebut.


"Aman pak Evano. Tidak akan membuat pasien Ayana semakin parah. Dan pasien Ayana, akan terbiasa dengan sakit kepalanya sendiri. Hanya perlu diberikan perhatian yang cukup saja. Dan itu sudah cukup." Jawab dokter tersebut tersenyum.


"Terima kasih banyak dok, atas penjelasannya." Langsung menundukkan badannya.


"Sama sama, dan suster sudah memberikan obat didalam, untuk pasien Ayana." Ucap kembali dokter tersebut.


"Baik dok. Terima kasih banyak dok, atas penjelasannya sekali lagi. Dan terima kasih sus." Ucapnya ikut tersenyum.


"Sama sama pak Evano. Kalau begitu, saya permisi dulu." Ucap dokter tersebut langsung meninggalkan Evano.


"Bagaimana dengan keadaan mama pa?." Tanya Kayra langsung menghampirinya.


Evano pun langsung jongkok dan mengelus pipi Kayra." Mama kamu baik baik saja kok sayang. Mending kita lihat mama kamu sekarang." Jawab Evano langsung menggendong Kayra untuk masuk.


Merekapun langsung masuk kedalam ruang istirahat Ayana. Didalam, Ayana masih pingsan, dan belum sadarkan diri. Evano pun langsung duduk sampingnya, bersama Kayra.


"Kenapa kamu jadi begini sih sayang. Bangun dong." Ucap Evano langsung mengelus rambut Ayana dengan lembut.


"Pa, kenapa mama bisa sampai begini sih pa. Kasihan mama?." Tanya Kayra sambil menahan air matanya.


"Mama kamu begini, ini semua karena,

__ADS_1


__ADS_2